
Di dalam ruangan inap Abian,semua keluarga nya berkumpul,kecuali Ezra yang sedang menemani Candra.
"Opa katakan siapa yang menembak Mu ?"Tanya Altar yang sudah tidak sabaran,padahal Abian baru saja siuman.
Pak !
Azlan memukul kepala Altar dengan telapak tangan nya,karena melihat Adiknya yang tidak sabaran,membuat Azlan marah.
"Kamu tidak lihat kondisi Opa belum sembuh,Dia baru saja sadar Kamu sudah menanyakan hal itu !" Ucap Azlan yang marah,namun Altar berpindah tempat dan berdiri di sebelah Mamanya.
"Dasar sentimen !" Cibir Altar yang sudah pindah posisi.Abian hanya tersenyum melihat cucunya yang begitu peduli padanya.
"Kalian berdua itu sudah dewasa,tapi setiap bertemu selalu saja berantem,kapan dewasanya,oh...Mama tau,seperti nya Mama harus menikahkan kalian baru kalian dewasa!" Sambung Zara,sambil menggerakkan tangannya saat berbicara membuat kedua anaknya terdiam.
"Kita belum cukup dewasa,jadi Kami belum ingin menikah!"Jawab mereka serentak.Membuat Zara menahan tawa nya melihat kelucuan kedua anaknya.
"Opa apa sudah mulai membaik ?" Tanya Azlan memegang lengan Abian yang berbaring di ranjang rumah sakit.
"Aku baik-baik saja,kenapa Kalian panik,dimana Oma Kalian?siapa yang membawa Ku kemari ?" Tanya Abian saat melihat Clara tidak di dalam kamar itu.
"Oma ada di ruang terapi,karena berlari terlalu jauh membuat kaki Oma sakit,tapi kata Dokter tidak terlalu parah,Kami menemukan Opa yang terluka di dalam gedung,jadi Kami membawa Opa kemari !"Jawab Azlan,seketika Abian teringat dengan Candra.
"Dimana Candra dan Ezra?" Tanya Abian lagi.
"Candra ada di ruang operasi,mungkin sudah siap operasi nya,ia terluka cukup parah,tangan nya terkena peluru,perut nya tergores pisau,operasi juga lama,mungkin sekarang sudah selesai!" Sambung Altar yang terus berdiri di sebelah Zara.
"Bagaimana dengan Ezra?Dia pasti sangat sedih,kenapa kalian tidak menghiburnya,Dia pasti sangat panik dan takut melihat suami nya terluka !" Ucap Abian yang khawatir dengan kondisi Candra dan Ezra.
Ke khawatiran Abian membuat Azlan dan yang lain bingung,saling tatap satu sama lain.
"Opa,Candra yang membuat Anda begini,kenapa Anda sangat khawatir ?" Tanya Altar yang masih bingung.
"Sembarangan !" Teriak Abian,membuat semua orang kaget,yang berada di dekat nya,Abian berusaha untuk duduk Azlan membantunya.
"Bukan Candra yang menembak Ku,tapi musuh Kami,Aku dan Candra punya rencana lain,selain Mr.D masih ada orang terdekat yang berusaha membunuh Ku,dan ingin menghancurkan Candra!" Sambung Abian lagi,membuat yang lain sekali lagi kaget.
__ADS_1
"Siapa orang terdekat,apa motif Mereka !" Tanya Azlan yang ikut penasaran.
"Pah,Kamu istirahat saja dulu,jangan dengerin anak-anak ini "Sambung Zara mencoba membantu Abian untuk kembali berbaring.
"Setelah sembuh Aku akan menceritakan nya kepada kalian!" Jawab Abian,ia meminta cucunya untuk menjenguk Ezra dan Candra,Zara di mintai untuk melihat Clara,sementara Mattew di mintai untuk tinggal bersama dengan nya.
"Mattew,hubungi Mike,Aku ingin meminta pertolongan Dia lagi !" Ucap Abian,saat yang lain sudah pergi.
"Apa yang ingin Kamu lakukan,Aku bisa membantu Mu!" Jawab Mattew.
"Aku takut menganggu pekerjaan mu yang di Turki,Aku juga sudah memaksa Azlan untuk kembali kesini,padahal kalian semua sangat sibuk!"
Abian masih sama seperti dulu,ia selalu segan kepada Mattew,namun sebalik nya ia lebih senang meminta bantuan kepada Mike.
"Kita keluarga,kenapa Kau terlalu sungkan!" Ucap Mattew duduk di kursi yang di dekat ranjang.
"Aku ingin Kau menyelidiki seseorang untuk Ku!" Sambung Abian lagi,ia meminta Mattew untuk menyelidiki orang terdekat mereka,karena ia takut ada pengkhianat di dekat nya.
"Baik,Aku mengerti,serahkan itu semua kepada Ku!" Jawab Mattew.
Di ruangan Candra !
Santiago datang bersama dengan sekantong makanan, yang baru saja ia beli di restoran di dekat rumah sakit.
Ceklek !
Santiago terkejut,melihat semua keluarga Ezra berkumpul di dalam ruangan Candra,sebelumnya Santiago tidak mengetahui perihal yang orang yang menyerang mereka.
"Belum siuman ?" Tanya Santiago kepada Ezra,Wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Berdoa saja Dia pasti akan segera siuman!" Sambung Santiago lagi memberikan makanan untuk Ezra,dan juga memberikannya baju ganti.
"Apa Kamu masih ingat orang yang menyerang kalian ?" Tanya Azlan,melirik kearah Ezra,"Jika kalian ingat Aku bisa membantu kalian menemukan orang itu" Sambung Azlan lagi.
"Aku tahu,Kamu bisa,tapi untuk sementara jangan dulu mencari masalah,kondisi sedang begini,tidak ingin ada banyak orang lagi yang berbaring di rumah sakit!"Jawab Ezra,membuat semua orang tercengang dengan pendapat Ezra.
__ADS_1
"Aku akan ke toilet untuk berganti pakaian Kalian mengobrol saja dulu!" Sambung nya lagi,lalu berjalan kearah toilet yang ada didalam kamar tersebut.
Altar melirik ke arah Santiago,ia cukup penasaran dengan pria tersebut.
"Apa Kau bisa menjelaskan sesuatu kepada Kami ?" Ucap Altar yang dari tadi melihat kearah Santiago.
"Apa yang mau kamu dengar ?"Tanya Santiago menatap tajam kearah Altar.
"Semua nya,dari permulaan,Opa Ku terluka !" Jawab Altar.
"Itu hanya sebuah kecelakaan,Kita di serang secara diam-diam,bahkan tidak bisa mengelak"Jelas Santiago.
"Percuma bertanya kepada Mu,kalau jawaban tidak memuaskan !" Cibir Altar,Santiago melirik kearah Altar penuh benci.
'Lihat saja,Aku akan tahu kebenarannya !'Altar berjalan kearah pintu keluar,ia sudah tidak betah berada di dalam ruangan tersebut.
"Sayang,Mama harus pulang dulu,Kamu tidak apa -apa kan,mama titip Opa untuk Kamu jaga!" Ucap Zara.
"Aku bisa menjaga Opa,Aku akan kembali ke ruangan nya !" Jawab Azlan, mengajak Zara untuk kembali ke ruangannya.
Ceklek !
Ezra sudah selesai membersihkan dirinya,setelah selesai mandi ia sudah terlihat segar kembali.Ezra tidak menemukan satu pun keluarga nya di dalam ruangan inap.
"Dimana keluarga Ku ?"Tanya Ezra yang berjalan kearah ranjang Candra.
"Mereka telah berpamitan untuk pulang,jika Kamu mau istirahat bisa,biar Aku yang menjaga nya"Jawab Santiago,tapi Ezra menolaknya.
"Aku akan menunggu suamiKu siuman,Kamu tidak perlu khawatir,Aku baik- baik saja!" Seru Ezra sambil duduk di sofa,mengeluarkan semua makanan yang di bawa oleh Santiago.
"Habisi saja makanan nya,jika kurang Aku akan membelinya lagi!"Sambung Santiago.
Sebelumnya mereka berdua tidak akrab,dan jarang mengobrol .Sikap Santiago yang baik membuat Ezra tidak terbiasa,apalagi mereka tidak begitu akrab membuat Ezra canggung.
Santiago berpamitan untuk kembali ke perusahaan,dan meminta Ezra untuk selalu di dekat Candra,sampai ia siuman.
__ADS_1