Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 10


__ADS_3

Setelah masuk ke ruangan kerja mereka, Sinta langsung di bondong pertanyaan oleh teman - temannya.


" Sinta, kenapa pak CEO tadi ngeliatin kamu, kamu kenal sama dia...?" tanya Risti yang juga di anggukan oleh Helen dan Roni.


" Nggak, tapi sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya..." jawab Sinta sambil mengingat - ingat.


" Wih hebat kamu, kalau benar CEO ganteng itu kenal sama kamu..." kata Risti lagi.


" Nggak mungkin lah, aku saja tidak mengenalnya, mana mungkin beliau mengenalku. Ya sudah tidak usah di bahas, ayo kembali bekerja. " kata Sinta yang juga di anggukan oleh yang lainnya.


Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka, hingga waktu bekerja sudah berakhir jam lima sore.


Semua karyawan pun mulai pulang begitu juga dengan Sinta, ia langsung pulang ke rumahnya.


" Assalamualaikum ... Sinta pulang, hello... Apa ada orang..." teriak Sinta yang sudah kebiasaan setelah pulang bekerja.


" Walaikum salam, ga usah teriak - teriak dong, ini bukan hutan..." sahut mama Laras pada putri bungsunya itu.


" Hehehe... Maaf mah, kebiasaan... " kata Sinta yang cengengesan.


Laras pun hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putri sulungnya itu.

__ADS_1


" Oh ya papah sama bang Brian mana mah...?" tanya Sinta yang sudah biasa kalau pulang kerja pasti mencari semua orang yang ada di rumahnya.


" Masih di jalan, kata mereka sebentar lagi sampai. Ya sudah cepat bersih - bersih sana, sebentar lagi magrib..." jawab Laras.


" Iya mah, Sinta ke kamar dulu ya..." kata Sinta yang langsung di anggukan oleh mamahnya.


" Oh ya sayang, makan malam nanti mau ya ikut mamah dan papah makan malam di luar..." kata Laras sebelum putrinya itu melangkah ke kamarnya.


Sinta pun mengerutkan keningnya, tapi tanpa merasa curiga ia pun mengiyakan permintaan mamahnya itu.


" Iya mah, nanti Sinta ikut..." sahut Sinta yang langsung di balas senyuman oleh mamahnya.


Dan tidak terasa waktu makan malam pun tiba, Sinta pun sedang bersiap - siap untuk ikut bersama kedua orang tuanya pergi ke luar untuk makan malam.


" Wah anak mamah cantik sekali, sudah siap sayang, ayo kita pergi sekarang..." kata Laras yang juga di anggukan oleh suaminya.


" Cuma kita bertiga mah, pah . Bang Brian tidak ikut...?" tanya Sinta


" Abang mau makan malam bersama kekasih Abang, jadi tidak ikut kalian..." kali ini bukan orang tuanya yang menjawab, tapi Brian nya langsung.


"Oh gitu..." kata Sinta

__ADS_1


" Ya sudah yu berangkat... " ajak Bram pada istrinya dan anaknya itu.


Mereka pun mengangguk, dan langsung keluar untuk makan malam, begitu juga dengan Brian, ia juga langsung pergi untuk makan malam bersama dengan kekasihnya.


Sinta dan kedua orang tuanya pun langsung berangkat menuju restoran yang di tunjukan oleh Bram, setelah sampai mereka pun langsung masuk kedalam restoran itu.


Setelah masuk kedalam restoran, ternyata di sana sudah ada yang menunggu mereka.


" Kalian sudah sampai lebih dulu, maaf kami sedikit terlambat..." kata Bram yang juga di anggukan oleh istrinya.


Sedangkan Sinta sangat bingung dan masih belum mengerti dengan semuanya, ia pun hanya diam saja.


Kedua orang tua Sinta sengaja tidak memberi tahu Sinta kalau mereka sudah janjian dengan sahabat mereka yaitu Atmaja dan keluarga nya, karena kalau sampai Sinta tahu ia pasti tidak akan ikut, dan berbagai macam alasan untuk Sinta menolaknya.


" Tidak apa-apa Bram, kamu juga baru sampai. Ayo silahkan duduk semua kita memulai makanannya. " kata Atmaja yang di anggukan oleh istri dan anaknya.


Bram dan Laras pun langsung duduk di tempat mereka, sedangkan Sinta masih berdiri dengan penuh rasa kecurigaan, dan tanpa sengaja Ia melihat kearah pemuda yang duduk di hadapan kursinya.


" Lo pak CEO ko ada di sini..." kata Sinta


Mereka semua pun langsung melihat ke arah Sinta yang baru saja mengucapkan itu.

__ADS_1


__ADS_2