Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 82


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka semua sudah berkumpul di restoran yang di sediakan oleh pihak hotel, mereka pun sarapan bersama bersama dengan seluruh keluarga.


" Brian, Devan setelah ini kalian akan pergi berbulan madu kemana... ?" tanya Laras yang juga di anggukan oleh para orang tua lainnya.


" Kalau Brian dan Naina sih rencananya mau pergi bulan madu ke Jepang mah, kebetulan Sekarang lagi musim gugur dan Naina sangat ingin sekali kesana. " jawab Brian yang juga di anggukan Naina.


" Wah pas banget itu. " sahut Sarah.


" Kalau kamu Dev...?" tanya Sarah lagi.


" Kalau Devan dan Sinta rencananya mau... " perkataan Devan terhenti karena tiba-tiba.


huek huek huek...


Sinta langsung mual - mual dan langsung berlari ke wastafel dan memuntahkan semua makanannya.


Semua keluarga yang melihat itu langsung menghentikan makannya, terlebih lagi Devan dan Alden mereka berdua langsung berlari menuju Sinta.


Dan bertapa terkejutnya Devan dan Alden melihat Sinta yang sudah begitu lemas dan sangat pucat sekarang.


" Sayang kamu kenapa... " kata Devan yang langsung memangku Sinta yang sudah sangat lemas.

__ADS_1


" Mamah, mamah kenapa... " kata Alden yang juga sangat khawatir melihat keadaan Sinta yang seperti itu.


" Cepat bawa Sinta ke rumah sakit sekarang Dev " kata Sarah dan Laras dan juga di anggukan oleh mereka semua.


Devan pun mengangguk dan langsung menggendong Sinta, Brian langsung menyiapkan mobil dan membukanya.


Devan langsung membawa istrinya masuk kedalam mobil bersama dengan Alden Brian dan Naina.


Mereka langsung meluncur ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Sinta, sedangkan Sinta sendiri sudah sangat lemas dan pucat, karena sudah memuntahkan semua isi perutnya.


Para orang tua juga langsung mengikuti mereka dari belakang dengan mobil mereka masing-masing.


Sinta pun langsung di bawa ke ruang rawat, dan langsung mendapatkan penanganan. Sedangkan Devan, Brian dan keluarga lainnya tidak di perbolehkan masuk, jadi mereka menunggu di depan ruangan saja dengan perasaan cemas dan sangat khawatir dengan keadaan Sinta.


" Mamah kenapa pah...?" tanya Alden yang begitu sangat khawatir dan cemas.


" Tenang nak, kita berdoa saja, semoga mamah tidak apa-apa... " jawab Devan yang menenangkan putranya, meskipun saat ini dirinya tak kalah khawatir dan cemas terhadap istrinya.


Tidak lama dokter yang menangani Sinta pun keluar.


" Bagaimana keadaan istri saya dokter... " tanya Devan

__ADS_1


" Bagaimana keadaan anak saya dokter... ?" tanya Bram yang juga di anggukan Laras.


" Bagaimana kondisi menantu kami dokter...?" tanya Atmaja yang juga di anggukan oleh Sarah.


" Bagaimana keadaan adik saya Dok...?" tanya Brian juga.


" Tenang semua, kondisi dan keadaan seperti ini sudah biasa di alami oleh seorang wanita yang sedang hamil muda. Jadi kalian semua tidak perlu khawatir, Bu Sinta hanya perlu istirahat total, agar kondisi nya bisa kembali seperti biasanya. Tapi kemungkinan kondisi seperti ini akan Bu Sinta alami selama trimester pertama, jadi harap di maklumi. Jadi selamat semua, terutama pak Devan, selamat istri anda sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah berusia lima Minggu, dan jaga selalu istri anda, karena saat ini ia membutuhkan perhatian lebih. " kata dokter itu menjawab dan menjelaskan semuanya.


Devan masih terpaku, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja dokter katakan, bahkan saking terkejut dan bahagianya Devan langsung memeluk dokter itu.


" Benarkan apa yang baru saja dokter katakan, terimakasih banyak dokter terimakasih... " kata Devan sambil memeluk dokter yang tidak lain adalah temannya Juga.


" Sama - sama, sekali lagi selamat atas kehamilannya. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu. " kata dokter itu sambil menepuk pundak Devan.


" Iya dokter silahkan... " sahut Devan.


" Terimakasih banyak dokter... " sahut mereka semua dan langsung di anggukan oleh dokter itu.


Mereka semua begitu sangat bahagia, dan saling berpelukan satu sama lain karena saking bahagianya akan memiliki cucu pertama dari keluarga mereka.


Dan entah kenapa Devan langsung terkejut melihat perubahan raut wajah Alden yang tiba-tiba kelihatan sangat sedih.

__ADS_1


__ADS_2