
Keesokan paginya, Sinta bangun lebih dulu dari Devan.
" Mm... Hah, kapan pak Devan pulang, semoga masalah perusahaan sudah selesai. " kata Sinta yang sangat terkejut melihat Devan yang sudah ada di sampingnya.
Sinta pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap- siap untuk pergi ke kantor.
Setelah selesai membersihkan diri, Sinta py keluar dari kamar mandi, dan sangat terkejut melihat Devan yang sudah bangun duduk di atas tempat tidur.
" Eh mas sudah bangun..." kata Sinta yang langsung duduk di meja riasnya.
" Selamat pagi istriku, muach..." kata Devan yang langsung turun dari tempat tidur dan langsung menghampiri serta mencium kening istrinya itu lalu langsung ke kamar mandi.
Sinta begitu terkejut dengan perlakuan manis dari suaminya itu.
" Ya Tuhan, mas Devan manis banget sih, bisa jatuh cinta nih aku kalau di perlakukan Semanis ini setiap hari. Aaaaaa... So sweet banget, nggak papa kan, jatuh cinta sama suami sendiri hehehe..." kata Sinta dalam hati sambil melihat ke arah kamar mandi, karena Devan sudah masuk ke dalamnya.
Karena senangnya hati Sinta di perlakukan semanis itu pagi ini, dengan senang hati Sinta menyimpan pakaian kerja sang suami dan meletakkannya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Setelah itu, ia keluar lebih dahulu, untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Meskipun sudah banyak para pekerja di rumah Sinta dan Devan, tapi mamah Laras sudah berpesan pada Sinta, kalau harus Sinta sendiri yang turun tangan untuk menyiapkan sarapan buat suaminya.
Maka dari itu, sekarang Sinta sudah berada di dapur untuk memasak sarapan paginya dan suaminya.
" Biar bibi saja Nyonya yang mengerjakannya, Nyonya duduk saja. " kata Bu Sumi kepala pelayan itu, yang sangat tidak enak terhadap majikannya itu.
" Tidak usah bi, biar Sinta saja, bibi kerjakan yang lain saja. " sahut Sinta, dan terpaksa semua maid yang bekerja di rumah itu hanya membiarkan saja nyonya mereka melakukan sesuatu yang ia inginkan.
Tidak lama masakan Sinta pun sudah jadi, dan sudah tertata rapi di atas meja makan.
" Eh mas sudah turun, yu mas sarapan... " ajak Sinta.
" Kamu sendiri yang masak ini Sinta...?" tanya Devan yang langsung duduk dan Sinta pun juga ikut duduk di sebelah Devan.
" Iya, kenapa tidak suka ya masakannya...?" tanya Sinta balik.
__ADS_1
Bukan itu maksud Devan, Devan mengira semua yang bekerja di situ sengaja menyuruh Sinta untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sehingga membuat Devan terlihat sangat kesal.
" Bi... Bibi, sini kalian semua " panggil Devan dengan begitu kesalnya, karena harus istrinya sendiri yang capek - cape memasak.
Sinta pun bingung melihat Devan yang langsung marah, ia sampai tidak tahu harus bagaimana.
Semua maid yang di panggil pun langsung datang menghadap, serta menunduk kepalanya karena sangat takut wajah Devan pagi ini terlihat sangat kesal.
" Kalian semua... , Siapa yang berani - berani menyuruh istri saya untuk memasak, bukankah itu tugas kalian, kenapa sampai istri saya yang mengerjakannya hah... " kata Devan dengan begitu marahnya pada semua maid yang ada di sana.
Semua maid hanya bisa menunduk, setelah kena marah Devan. Sedangkan Sinta langsung paham dengan apa yang terjadi.
" Mas apa - apaan sih, jangan marahin mereka semua, mereka tidak salah. Saya yang sengaja ingin memasak untuk mas, setidaknya saya belajar untuk menjadi istri yang baik untuk mas... " kata Sinta yang juga langsung kesal terhadap sikap seenaknya Devan.
Mendengar itu, Devan langsung memeluk istrinya itu di hadapan mereka semua, saking bahagianya mendengar yang baru saja Sinta katakan.
" Benarkan Sinta, terimakasih maaf sudah membuatmu tidak nyaman. " kata Devan lembut sambil memeluk Sinta.
__ADS_1
Sinta yang dapat serangan mendadak dari Devan pun sangat terkejut dan hanya diam sambil terbengong di pelukan suaminya.
" Pak Devan ini kenapa sih, cepat sekali berubahnya. Padahal kan barusan ia terlihat sangat kesal sekali, kenapa sekarang seolah tidak terjadi apa-apa... " kata Sinta dalam hati yang bingung dengan sifat Devan yang bisa berubah kapan saja tanpa terduga.