
" Cepat Dev, ceritakan pada ku apa yang sudah terjadi... " kata Brian saat ini begitu penasaran.
Devan pun menceritakan pada Brian seperti yang ia ceritakan pada Reyhan tadi.
Dan sama seperti halnya Reyhan, Brian pun sangat terkejut dan tidak menyangka kalau adik kesayangannya bisa sehebat itu.
" Kau tidak bercanda kan Dev, sejak kapan adik ku bisa sehebat itu...?" tanya Brian lagi yang sangat terkejut mendengar semuanya.
" Sejak..." Devan pun menceritakan lagi yang sudah Sinta ceritakan padanya, Kepada Brian.
" Aku sungguh tidak menyangka, kalau adik ku sampai dibully, tapi aku sangat bersyukur Sekarang adik kesayanganku itu bisa menjaga dan melindungi dirinya sendiri. Andai aku tahu sebelumnya, mungkin pernikahan adik ku tidak di sembunyikan seperti ini, karena aku sangat tahu bagaimana pernikahan yang Sinta impikan selama ini. " kata Brian yang sangat merasa bersalah kepada adik kesayangannya itu.
" Maaf saya Bri, mulai sekarang saya akan mencoba mewujudkan pernikahan seperti impian Sinta selama ini. " kata Devan juga yang merasa bersalah pada adik sahabatnya sekaligus sudah menjadi istrinya sekarang.
__ADS_1
Ya pernikahan yang Sinta inginkan adalah pernikahan seperti kebanyakan pasangan lain, yang di mulai dengan lamaran yang romantis, pesta pernikahan yang mewah dan megah, serta di hadiri beribu tamu undangan dan khususnya para teman- temannya, sehingga ia bisa menjadi ratu sehari seperti yang ia bayangkan selama ini.
Juga yang paling penting, ia menikah dengan orang yang ia cintai, dan mencintai dengan tulus dan apa adanya, sehingga Sinta bisa mewujudkan rumah tangga seperti impiannya selama ini.
Sedangkan sekarang apa, Sinta malah menikah diam-diam, serta menikah dengan orang yang belum ia kenal dan tidak ada cinta sama sekali di antara mereka. Menurut Sinta... dan ia juga terpaksa menerima pernikahan ini atas paksaan dari keluarganya, sehingga sama sekali tidak ada cinta dalam rumah tangga nya, dikira Sinta.
Tapi kenyataan yang sebenarnya, sangat lah berbeda dengan apa yang Sinta kira, karena Devan memiliki cinta yang begitu besar pada Sinta, juga saat ini Sinta sudah tertarik pada Devan, dan sudah muncul sedikit demi sedikit cinta di hati Sinta untuk Devan, hanya saja Sinta masih belum menyadarinya.
Devan pun dalam hatinya berjanji pada diri sendiri, ia akan mewujudkan semua pernikahan impian istrinya itu, karena ia sudah yakin kalau Sinta bisa menjaga dirinya sendiri, sehingga tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi tentang keamanannya.
" Ya sudah, kalau begitu aku akan kembali ke perusahaan ku dulu, nanti kita bahas lagi tentang ini. Oh ya aku hanya memberi tahu kalau saat ini polisi sedang mencari pelaku yang sebenarnya, jadi kita tunggu saja kabar dari kepolisian. " kata Brian.
" Benar, ya sudah aku juga akan kembali keruanganku sekarang. " kata Reyhan juga yang langsung di anggukan oleh Devan.
__ADS_1
" Permisi tuan... " pamit Reyhan, sedangkan Brian sudah pergi begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu.
" Mm... " sahut Devan. Ia kembali memulai pekerjaannya setelah kedua sahabatnya itu meninggalkan ruangannya.
Brian pun berjalan melewati ruang adiknya itu, dan melihat Sinta yang begitu fokus dengan pekerjaannya. Sehingga Brian tidak menyapa dan langsung berlalu begitu saja melewati ruangan Sinta dan kembali menuju perusahaannya.
Tidak terasa waktu istirahat siang pun tiba.
" Ke kantin yu... " ajak Risti kepada teman - temannya itu.
" Ya sudah yu..." sahut Helen yang juga di anggukan oleh Sinta dan Roni.
Yah saat ini di tim Sinta hanya empat orang saja, dan Roni satu - satunya pria di tim itu, karena mantan kekasih Sinta yang bernama Gio sudah keluar dan berpindah tugas. Jadi mereka berempat merasa mampu, sehingga mereka tidak menambah anggota tim lagi.
__ADS_1
Mereka berempat pun berjalan bersama menuju kantin yang ada di kantor itu, dan sudah banyak para karyawan yang duduk dan makan di sana.
Seperti biasa, mereka Langsung menuju tempat paling ujung, tempat duduk langganan mereka. Tapi sebelum mereka duduk tiba - tiba...