Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 83


__ADS_3

" Kamu kenapa nak... ?" tanya Devan yang langsung terduduk mensejajarkan dirinya dengan Alden.


Mereka semua juga langsung menghampiri Devan dan Alden.


" Alden kenapa... Sebentar lagi Alden akan memiliki adik, apa Alden tidak bahagia punya adik...?" tanya Sarah.


" Apa papah sama mamah masih tetap menyayangi Alden, setelah memiliki anak sendiri... ?" kata Alden yang memberanikan diri untuk bertanya.


" Sayang, meskipun papah sama mamah memiliki beberapa anak, Alden tetap jadi anak papah sama mamah, Alden tetap anak pertama dari papah sama mamah. Papah sama mamah janji tidak akan pernah membedakan kalian. " kata Devan yang menenangkan kekhawatiran putranya itu.


" Benar sayang, biar bagaimanapun Alden adalah cucu pertama kakek sama nenek. Kami juga janji tidak akan pernah membedakan kalian, jadi Al jangan takut ya, kasih sayang kami tidak akan berkurang untuk Al sampai kapanpun. " kata Atmaja yang juga di anggukan Sarah dan yang lainnya.


" Benarkan, terimakasih banyak sudah menerima Al dalam keluarga ini... " kata Alden yang langsung memeluk Devan dan langsung di balas Devan dengan pelukan hangatnya.


" Sama - sama sayang, kami semua sangat menyayangi Alden. " kata Devan sambil memeluk serta mengusap kepala Alden.


Begitu juga dengan yang lainnya, mereka langsung mengusap kepala Alden sambil tersenyum padanya.


" Ya sudah ayo kita temui Mamah, mamah pasti sudah menunggu kita semua. " kata Devan dan langsung di anggukan oleh mereka semua.

__ADS_1


Mereka semua langsung masuk ke ruangan tempat Sinta di rawat, sesampainya di dalam ternyata Sinta masih tertidur epek obat yang di berikan oleh dokter tadi.


Mereka semua langsung masuk dan mencari tempat duduk masing-masing, Devan dan Alden langsung menghampiri Sinta yang sedang berbaring dan langsung mencium wajah dan juga perut Sinta.


" Terimakasih sayang, saya sangat bahagia sekali " kata Devan yang puas menciumi wajah istrinya itu, lalu berpindah ke perut Sinta.


" Sehat - sehat di dalam ya sayang, papah sama ka Al menanti kehadiranmu. " kata Devan lagi sambil mencium dan mengelus perut Sinta dengan lembut.


Giliran Alden yang mencium wajah Sinta.


" Al sayang mamah " kata Alden yang juga sudah puas menciumi wajah mamahnya.


" Sehat - sehat di dalam ya dek, Kaka juga sangat menyayangimu. " kata Alden sambil mencium dan mengusap perut Sinta yang masih rata itu dengan penuh kasih sayang.


Mereka semua begitu terharu melihat semua itu, mereka semua menunggu di sana sampai Sinta bangun dan memberi selamat untuknya.


Setelah satu jam menunggu, akhirnya Sinta bangun membuka matanya secara perlahan.


" Eeeggghh... " gumam Sinta sambil membuka matanya.

__ADS_1


Setelah kesadarannya terkumpul semua, Sinta pun sangat kaget melihat seluruh keluarganya sudah berkumpul di sana, apalagi suami dan putranya yang berada tepat di sampingnya.


" Sayang kamu sudah bangun... " kata Devan sambil memegang dan mencium tangan Sinta.


" Saya kenapa mas, kenapa rasanya masih sangat pusing dan lemas sekali... ?" tanya Sinta.


" Sayang, kamu tidak apa-apa, hanya saja ada kehidupan di sini makanya kamu jadi seperti ini. " kata Devan dengan sangat bahagia sambil mengelus perut Sinta.


" Maksud mas apa, apa saya sedang... " kata Sinta yang langsung terdiam karena takut dugaannya salah.


" Benar sayang, kamu sedang hamil sekarang dan sebentar lagi kita akan punya anak lagi " kata Devan saking bahagianya.


" Benarkan... " kata Sinta yang juga tak kalah bahagianya mendengar kabar itu dan juga langsung mengelus perutnya yang masih rata itu.


" Alden, sebentar lagi kamu akan punya adik sayang " kata Sinta saking bahagianya dan langsung memeluk putranya itu.


" Iya mah... " sahut Alden sambil membalas pelukan dari sang Mamah.


Setelah Devan dan Alden, gantian keluarga mereka lagi yang memberi selamat pada Sinta.

__ADS_1


Tapi belum sempat mereka semua hendak mendekati, tiba - tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang.


__ADS_2