
Saat Sinta sibuk mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba...
" Permisi, maaf Sinta kamu di suruh ke ruangan Bu Rita sekarang " kata orang itu.
" Hah, mau ngapain ?" tanya Sinta yang bingung.
" Iya mau ngapain lagi sih tu ibu - ibu " kata Risti juga menambahkan.
" Saya juga tidak tahu, sebaiknya kamu ke sana saja. Ya sudah saya kembali ke ruangan saya lagi permisi " kata orang itu dan langsung di anggukan oleh mereka.
" Ya sudah aku ke sana dulu ya " pamit Sinta.
" Hati - hati Sin, hehehe... " kata Risti lagi.
" Hush... Entar ga jadi lagi Sinta ke sana soalnya takut lebih dulu sih hahahaha... " kata Roni menambahkan.
" Kalian ini, awas saja ya Nanti... " kata Sinta sebelum ia meninggalkan ruangannya dan langsung menuju ruangan Bu Rita.
" Kira - kira ngapain ya Bu Rita menyuruh Sinta ke ruangan nya ?" tanya Helen
" Entahlah pasti ada sesuatu yang tidak beres nih " jawab Risti.
" wah... Jangan - jangan Sinta bakal di marahin lagi sama Bu Rita. " kata Roni menambahkan.
" Bisa jadi, dan ah entar kan juga tahu, yu lanjut kerja lagi. " kata Helen dan langsung di anggukan oleh Risti dan Roni.
__ADS_1
*
Sesampainya Sinta di depan ruangan Bu Rita ia pun mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok...
" Masuk " jawaban dari dalam.
Mendengar itu sebelum masuk Sinta menarik nafasnya berlebihan dahulu.
" Huuuhhh... " setelah menghembuskan nafas panjang nya, Sinta pun langsung melangkah masuk ke dalam ruangan Bu Rita, dan langsung di sambut Bu Rita dengan tatapan selidik.
" Maaf Bu, ada apa ya ko memanggil saya...?" tanya Sinta yang sudah berdiri di depan meja Bu Rita.
" Iya Bu " kata Sinta yang menurut saja dengan apa yang di katakan oleh Bu Rita.
" Begini Sinta, jawab pertanyaan saya dengan jujur, ada apa sebenarnya di antara kamu dan pak CEO, kenapa beliau seperti perduli padamu ?" tanya Bu Rita yang sudah tidak tahan menahan rasa penasarannya.
Sinta pun bingung harus menjawab apa.
" Ya Tuhan, aku harus jawab apa mungkinkah aku harus jujur sekarang. " kata Sinta dalam hati.
" Jawab Sinta, kenapa kamu hanya diam saja " kata Bu Rita dengan sangat geramnya.
" Eh iya Bu... Mm... Gimana ya jawabnya " kata Sinta yang sangat bingung harus menjawab bagaimana.
__ADS_1
" JAWAB... " kata Bu Rita lagi dengan sedikit keras dan sungguh membuat Sinta sangat terkejut.
" Iya Bu, sebenarnya saya, saya... " perkataan Sinta terpotong saat telpon di depan Bu Rita berbunyi.
" Sebentar saya angkat telpon dulu. " kata Bu Rita yang langsung mengangkat telponnya.
Sedangkan Sinta bisa sedikit merasa lega.
" Huh... Hampir saja " kata Sinta dalam hati.
" Halo Iya pak, baiklah saya akan segera ke sana. " kata Bu Rita menjawab telponnya.
Setelah itu Bu Rita langsung meletakkan telponnya karena sudah di putuskan sambungnya.
" Sinta, sekarang kamu kembali ke ruangan mu, tapi ingat kamu masih hutang penjelasan pada saya. " kata Bu Rita yang sudah merubah nada bicaranya menjadi sedikit ramah setelah menerima telepon tadi.
" Baiklah Bu, kalau begitu saya keluar sekarang permisi " pamit Sinta dan langsung di anggukan oleh Bu Rita.
Sebenarnya Sinta sangat penasaran dengan perubahan sikap Bu Rita, yang tadinya sangat sinis, sekarang berubah biasa lagi padanya.
Sinta langsung keluar ruangan Bu Rita, dan langsung kembali ke ruangannya sambil menggerutu.
" Bu Rita kenapa sih, ko tiba-tiba berubah gitu, siapa yang baru saja menelponnya ya " gumam Sinta dan tanpa Sinta sadari ada yang mengikutinya dari belakang.
Dan ketika Sinta hendak sampai di depan ruangannya tiba - tiba...
__ADS_1