Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 66


__ADS_3

Setelah melihat ke arah belakang, benar saja ada mobil merah yang mengikuti mereka dari tadi.


" Mas, mas Devan punya musuh ya...?" tanya Sinta yang kembali melihat ke depan setelah menengok kebelakang sebentar.


" Memangnya kenapa...? " tanya Devan balik


" iiihhhh... di tanya ko nanya balik. " kata Sinta


" Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu..." Devan kembali bertanya.


" Huh... tuh kita sedang di ikuti. " jawab Sinta.


" Apa... Mana. " kata Devan yang langsung melihat kaca spion dan benar saja mereka sedang di ikuti.


" Brengsek... Mereka lagi " kata Devan begitu sangat kesal sambil memukul kemudi, dan seketika Devan langsung mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.


Untungnya Sinta sudah terbiasa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sehingga ia tidak takut lagi saat Devan mempercepat mobilnya.


Mobil Devan dan mobil merah itu saling kejar - kejaran, entah kenapa mobil merah itu mengendarai mobilnya dengan sangat cepat sehingga mobil Devan bisa terlewati, dan berhenti tepat di depan.

__ADS_1


Melihat itu mau tidak mau Devan pun menghentikan mobilnya.


Tidak lama orang yang di dalam mobil merah itu keluar dan langsung menuju mobil Devan.


" Hey keluar... " kata orang yang berbadan kekar seperti preman.


Devan dan Sinta saling pandang dan Sinta pun mengangguk tanda mengiyakan.


Melihat Sinta mengangguk, Devan pun juga. Mereka berdua langsung keluar dari mobilnya.


Di depan mobilnya sudah ada empat orang berbadan kekar yang menghadang Devan dan Sinta.


" Mau apa kalian... " tanya Devan yang sedikit takut karena sudah pernah bertemu mereka sebelumnya.


" Be******k kalian. " kata Devan dengan begitu kesalnya.


" Wow tenang, sekarang berikan gadis cantik ini pada kami, lalu kau juga ikut bersama kami. Kalau tidak, kami akan membuatmu kembali masuk rumah sakit lagi hahaha... " kata preman itu lagi.


" Enak saja siapa juga yang mau ikut dengan kalian, minggir kami mau pulang... " kata Sinta yang akhirnya bersuara karena malas meladeni preman - preman biasa ini.

__ADS_1


" Wah galak juga ternyata kau gadis manis, ikut kami baik - baik, kalau tidak kami akan melakukan kekerasan padamu." kata ketua preman itu.


" Saya peringatkan kalian, cepat pergi jangan pernah menggangu kami kalau tidak kalian akan menyesal. " kata Sinta.


Sedangkan Devan hanya diam saja, Devan sedikit trauma karena mereka lah nyawanya hampir melayang, untuk saat itu ada Sinta yang menolongnya kalau tidak bisa - bisa ia sudah tiada.


Makanya saat ini Devan hanya diam saja, tapi ia juga tidak takut karena para pengawal bayangannya juga ada di sana.


" Wah berani juga perempuan ini, ayo kita beri pelajaran mereka berdua... " kata salah satu preman itu dan langsung di anggukan oleh semua temannya.


Ke empat preman itu langsung menyerang Sinta dan Devan sekaligus, dengan gerakan cepat Sinta dan Devan melawan mereka, masing - masing Sinta dan Devan melawan dua orang preman itu.


Karena ilmu beladiri Devan masih kurang, ia cukup kewalahan untuk menghadapi para preman itu, berbeda dengan Sinta, ia begitu santai melawan keduanya, bahkan Sinta yang terus memberi Serang terlebih dahulu sehingga membuat kedua preman yang melawannya itu kewalahan.


Saat salah satu preman itu hendak memukul Devan dari belakang, pukulannya langsung di tangkis oleh seseorang yang merupakan pengawal bayangan yang di tugaskan untuk mengawal Devan dan Sinta.


Buk buk buk...


Dalam sekejap preman yang hendak menyerang Devan dari belakang langsung terpelanting karena pukulan dan tendangan dari pengawal bayangan itu.

__ADS_1


Melihat temannya terpenting, membuat ketiga preman itu begitu sangat marah, mereka langsung menyerang pengawal itu bersama-sama.


Tapi tanpa terduga juga tiba - tiba...


__ADS_2