Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 65


__ADS_3

" Devan... " panggil orang itu sehingga perkataan Sinta terpotong.


Devan, Sinta dan teman - temannya langsung melihat ke arah orang yang memanggil Devan.


Melihat orang itu sekilas, Devan langsung membuang mukanya, bahkan terlihat sangat kesal sekali.


" Yu sayang kita pergi dari sini... " Ajak Devan pada Sinta. Sinta pun mengangguk meskipun bingung melihat orang itu tidak di perduli kan Devan.


Sedangkan Risti, Helen, Reyhan dan Roni hanya diam saja.


" Devan, tunggu Dev aku mau bicara padamu. " Kata orang itu yang ternyata adalah seorang perempuan.


" Siapa dia mas...?" tanya Sinta, yang seakan pernah melihatnya.


Perempuan itu mencoba meraih tangan Devan, tapi langsung di tepis oleh Devan.


" Jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan kotor mu itu, untuk apa lagi kau menemui ku HAH... " kata Devan dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.


" Aku hanya ingin meminta maaf padamu Dev, maafkan semua kesalahanku dulu " kata perempuan itu yang ternyata adalah mantan Devan yang sudah meninggalkan Devan begitu saja dengan pria lain.

__ADS_1


" Aku tidak perlu maaf mu, pergilah dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku. " sahut Devan.


" Ayo sayang kita pulang sekarang. " ajak Devan lagi dan langsung membawa Sinta masuk kedalam mobilnya.


Sedangkan perempuan itu langsung memasang wajah sedihnya, karena Devan benar - benar tidak mau bertemu dengannya lagi.


Ya perempuan itu bernama Eren mantan kekasih Devan dahulu, dan entah kenapa ia muncul lagi sekarang.


Devan dan Sinta langsung pergi meninggalkan tempat itu, kemudian Reyhan pun mengajak Helen pulang bersama, dan Helen dengan senang hati menerima ajakan Reyhan.


Begitu juga dengan Risti dan Roni, setelah melihat teman mereka sudah pulang, mereka berdua pun memutuskan untuk pulang juga, dan Roni langsung masuk kedalam mobilnya terlebih dahulu, sedangkan Risti masih di luar.


Setelah mengatakan itu Risti langsung masuk ke dalam mobil nya, dan mereka berdua langsung tancap gas meninggalkan tempat itu.


Hanya mantan Devan yang bernama Eren yang masih berada di situ.


" Kurang ajar mereka, awas saja kamu Devan, akan ku pastikan kau akan kembali jatuh lagi kedalam pelukanku. Tunggu saja nanti, aku tidak perduli kau sudah menikah, kalau perlu ku singkirkan istrimu agar tidak ada penghalang lagi. Hmm..." gumam Eren sambil tersenyum sinis menatap mobil Devan yang sudah tidak terlihat lagi.


Setelah itu tidak lama seseorang datang menggunakan mobil dan berhenti tepat di hadapan Eren, dan Eren langsung masuk ke dalam mobil itu lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Di mobil Devan, saat ini mereka berdua masih sama - sama diam dengan pikiran masing-masing.


Devan pokus mengemudi, sedangkan Sinta masih mengingat - ingat siapa perempuan itu tadi.


" Sepertinya aku pernah bertemu perempuan itu sebelumnya, tapi di mana ya... " kata Sinta dalam hati sambil melihat ke luar jendela.


Melihat Sinta yang hanya diam saja, Devan pun akhirnya membuka suara.


" Perempuan tadi adalah mantan saya, dan kamu jangan berpikiran yang macam - macam Sinta. " kata Devan yang memilih mengatakannya lebih dulu sebelum Sinta bertanya.


" Oh, untuk apa dia menemui mu...?" tanya Sinta


" Seperti yang ia katakan tadi, ia mau minta maaf, dan entah apalagi rencananya. " jawab Devan.


Sinta pun hanya mengangguk saja tanda mengerti, kemudian seketika Sinta baru ingat dengan perempuan itu.


" Oh ya bukankah perempuan itu yang hampir tertabrak oleh kami dahulu, ya benar tidak salah lagi. Pantas saja saat itu setelah melihat wajah perempuan itu wajah pak Devan langsung berubah kesal, ternyata itu alasannya. " kata Sinta dalam hati.


Sinta kembali melihat ke arah luar kaca mobil, begitu juga dengan Devan ia masih tetap pokus mengemudi, tanpa sengaja, Sinta melihat sesuatu yang mencurigakan setelah tak sengaja melihat kaca spion mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2