Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 81


__ADS_3

Setelah mendapat sahut dari dalam Sinta pun perlahan membuka pintu, dan perlahan masuk.


Setelah masuk bertapa terkejutnya Sinta tiba-tiba...


Aakkhh...


Sinta pun menjerit karena dapat pelukan mendadak dari sang suami.


" Mas... ngagetin saja sih... " kata Sinta.


" Kenapa memangnya, mulai sekarang kau tidak perlu berkerja lagi, biar suamimu ini yang bekerja untuk mu dan anak kita. " kata Devan yang masih memeluk Sinta dari belakang, dan menuntunnya kesebuah pintu yang ada di ruangan Devan.


" Iya tapi, masa harus di pecat sih kan sangat tidak hormat sama sekali berhentinya. " protes Sinta tapi masih menurut saat Devan membawanya kesebuah pintu lalu mereka berdua masuk kedalam sana.


" Tidak apa-apa sayang, kalau tidak seperti itu mana mau kamu berhenti bekerja, ya sudah lebih baik sekarang kita bikin adik untuk Alden, karena di sini tempat yang pas, tidak ada yang menggangu. " kata Devan yang sudah di selimuti oleh gairah.


Karena Devan menuntun Sinta sudah sampai ke tempat tidur, mana bisa Sinta untuk menolak, Sinta pun mengangguk, lalu Devan memulai serangannya...

__ADS_1


( Hehehe... SKIP ya teman-teman, ga boleh ngintip 😁)


****


Tidak terasa sebulan sudah berlalu, semua persiapan pun sudah selesai. Dan hari ini adalah hari yang sudah mereka semua tunggu.


Acaranya di selenggarakan dari pagi hingga malam, pagi adalah akad nikah Brian dan Naina, setelah selesai di lanjutkan dengan resepsi pernikahan Brian dan Naina, Devan dan juga Sinta yang akan di adakan bersamaan.


Setelah kata SAH terdengar dari penghulu dan tamu undangan, Brian dan Naina resmi menjadi pasangan suami istri.


Setelah selesai akad nikah mereka semua langsung di giring masuk ke dalam ballroom hotel yang sudah di hias seindah mungkin untuk memanjakan kedua pasangan pengantin dan juga tamu undangan.


Setelah mengumumkan, semua tamu undangan di persilahkan untuk menikmati sajian yang sudah di siapkan, dan memberi selamat serta doa restu kepada kedua mempelai.


" Selamat menempuh hidup baru anak - anak mamah, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, dan mamah doakan semoga kalian segera di beri momongan. " kata Laras yang lebih dulu memberikan selamat kepada kedua pasangan pengantin itu.


" Aamiin... terimakasih mamah " sahut Devan, Sinta, Brian dan Naina bersamaan.

__ADS_1


" Selamat nak, semoga kalian selalu bahagia. " kata Bram


" Terimakasih Pah... " sahut mereka berempat.


Setelah Bram dan Laras, giliran Atmaja dan Sarah yang memberi selamat kepada kedua pasangan pengantin baru ini.


Kemudian bergantian dengan keluarga Naina dan para tamu undangan yang terdiri dari rekan bisnis, para rekan kerja dan para karyawan yang bekerja di perusahaan Devan dan perusahaan Brian.


Semua hadir untuk memberi selamat dan doa restu kepada kedua pasangan pengantin ini.


Tak ketinggalan, anak - anak panti dan Devan pun mengumumkan kalau ia secara resmi sudah mengadopsi dan mengangkat Alden sebagai putranya dan Sinta.


Mereka semua yang hadir sangat bangga dengan apa yang sudah Devan dan Sinta lakukan, tapi di balik itu semua, Devan dan Sinta lah yang sangat merasa bangga dan bersyukur karena bisa menjadikan Alden sebagai anak mereka.


Sedangkan Alden begitu sangat bahagia, ia sungguh tidak menyangka, kalau orang tua angkatnya benar - benar menganggapnya sebagai anak mereka, dan Alden pun berjanji dalam hati akan selalu berbakti dan sayang kepada mereka berdua.


Acaranya berjalan dengan lancar sampai selesai, dan sekarang mereka semua sudah berada di dalam kamar masing-masing, mereka memesan kamar hotel untuk mereka beristirahat, dan saat ini kedua pasangan pengantin sudah berada di dalam kamar masing-masing, yang sudah di hias se romantis mungkin, khusus untuk pasangan pengantin baru.

__ADS_1


Sedangkan Alden saat ini sedang tidur bersama Atmaja dan Sarah, entah kenapa kedua orang paruh baya ini begitu sangat menyukai Alden, sehingga selalu mengajak Alden untuk selalu bersama dengan mereka. Alden pun tidak masalah, karena ia juga sangat menyukai dan sudah menganggap Atmaja dan Sarah sebagai kakek dan neneknya sendiri.


__ADS_2