
" Ada apa pah...?" tanya Sinta, sedangkan Alden melanjutkan sarapannya setelah melihat papahnya sekilas.
" Reyhan baru saja menelpon, di perusahaan sudah terjadi masalah besar lagi, dan kali ini mungkin akan sangat sulit, entah siapa yang sudah membobol data perusahaan... Aku tidak akan mengampuninya, berani - beraninya dia mencuri data perusahaan ku. " Jawab Devan masih dengan emosinya.
" Ya sudah sayang, papah berangkat duluan, Assalamualaikum. " pamit Devan dengan terburu-buru pada istri dan anaknya.
" Hati - hati pah... " kata Sinta dan Alden bersamaan.
Setelah berpamitan dengan istri dan anaknya, Devan langsung keluar, dan di luar sudah ada asisten pribadi nya yang sudah menunggu.
" Ayo kita berangkat sekarang Rey..." Ajak Devan dan langsung di anggukan oleh Reyhan.
Mereka bergegas pergi menuju ke perusahaannya.
Sedangkan Sinta dan Alden masih menyelesaikan sarapannya.
" Papah kenapa mah...?" tanya Alden
" Tidak apa-apa nak, hanya ada sedikit masalah saja di kantor, makanya papah terburu-buru pergi " jawab Sinta dan Alden hanya mengangguk saja.
__ADS_1
" Sayang, mamah mau pergi bekerja, Alden di rumah ya sama bibi. " kata Sinta yang bersiap untuk pergi ke kantor, setelah menyelesaikan sarapannya.
" Iya mah, Mama hati - hati di jalan ya. " kata Alden yang mengijinkan Sinta untuk pergi.
" Iya sayang, baik - baik sama bibi di rumah ya Assalamualaikum... " pamit Sinta pada putra angkatnya itu.
" Iya mah, Walaikum dan dah mamah..." sahut Alden sambil melambaikan tangan kepada Sinta.
" Dah..." kata Sinta yang juga melambaikan tangan dan langsung keluar menuju mobilnya dan langsung berangkat ke kantor dengan terburu-buru.
" Bi, Alden mau main di kamar ya. " kata Alden setelah melihat kedua orang tua angkatnya sudah pergi untuk bekerja.
Setelah itu Alden langsung kembali ke kamarnya, entah apa yang Alden lakukan di dalam kamar, karena setelah masuk ke dalam kamarnya, Alden langsung mengunci pintu kamarnya dari dalam.
**
Di perjalanan Sinta melajukan kecepatan mobilnya dengan sangat tinggi, hingga tidak butuh waktu lama ia pun sudah tiba di kantor dan langsung masuk menuju ke ruangannya.
Di dalam ruangan ketiga temannya terlihat sangat sibuk sekali, hingga tidak menyadari kedatangan Sinta.
__ADS_1
Melihat semua sibuk, Sinta langsung membuka komputer nya, setelah duduk di meja kerjanya, ia langsung memulai pekerjaannya dan langsung sibuk dengan pekerjaannya.
Begitu juga di ruangan Devan, saat ini Devan, Reyhan dan Brian sudah berkumpul di sana, Seperti biasa jika terjadi masalah pada Devan, Brian langsung turun tangan untuk membantu sahabat sekaligus adik iparnya itu.
" Bagaimana Bang, apa data perusahaan ku sudah bisa di pulihkan... ?" tanya Devan.
" Belum Dev, aku sedang mengusahakan nya... " jawab Brian. Sedangkan Reyhan terus mencari situs yang sudah mencuri data perusahaan mereka.
Begitu juga dengan Sinta dan tim nya, mereka juga ikut membantu untuk memulihkan data perusahaan yang sudah kebobolan.
Saking seriusnya mereka bekerja, sampai tidak ada percakapan lagi di antara mereka.
Devan, Brian terus mengotak atik komputer mereka, sedangkan Reyhan bergabung bersama para tim IT di perusahaan itu, mereka semua sibuk untuk memulihkan serta mencari pelaku yang sudah membuat mereka semua kalangan kabut.
Tidak lama kemudian, Atmaja dan Bram juga datang ke perusahaan Devan untuk membantu.
" Bagaimana apa sudah bisa di atasi... ?" tanya Atmaja.
" Belum pah, kami sedang berusaha. " jawab Devan
__ADS_1
Atmaja dan Bram juga ikut membantu sebisa mereka, dan bertapa terkejutnya mereka semua tiba - tiba...