Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 17


__ADS_3

Setelah menyerahkan tugasnya Sinta pun berniat untuk keluar.


" Mm... Pak, kalau begitu saya permisi dulu. " pamit Sinta


" Mm... Baik kamu boleh keluar, tapi sebelum pergi bikinkan saya kopi dulu. " kata Devan


" Baik pak, saya bikinkan kopi dulu. Permisi " kata Sinta yang langsung keluar ruangan itu menuju party untuk membuatkan kopi atasannya.


" Selama bekerja di sini, baru kali ini aku membuatkan kopi, biasa aku yang di buatkan. Huh... ya sudah lah mau bagaimana lagi. " gerutu Sinta sambil berjalan menuju party.


Sedangkan Reyhan sangat terkejut melihat Sinta yang keluar dari ruangan Devan, sampai Sinta kembali membawa kopi buatannya Reyhan masih terkejut dan terbengong melihatnya.


" Permisi, Ini pak kopinya. Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya lagi..." kata Sinta yang meletakkan kopi di atas meja kerja Devan, sedangkan Devan masih pokus ke layar leptop nya.


" Iya, terimakasih Sinta. " kata Devan sambil tersenyum melihat ke arah Sinta sebentar.

__ADS_1


Untuk sesaat Sinta begitu terpaku melihat senyuman Devan padanya, tapi dengan cepat Sinta menormalkan perasaannya dan langsung buru-buru keluar dari ruangan CEO itu.


Setelah Sinta pergi, Reyhan yang berdiri tak jauh dari ruangan CEO itu pun langsung masuk untuk menghampiri Devan.


" Permisi... Pak Devan... " sapa Reyhan sesudah mengerti pintu.


" Ya Rey, ada apa...? " tanya Devan yang masih pokus dengan leptopnya sambil meminum kopi buatan calon istrinya tadi.


Entah kenapa, rasa kopi buatan Sinta tadi begitu pas dengan seleranya, tapi itu malah membuat sang asisten bertambah heran.


" Ee... Begini tuan, saya barusan melihat salah satu karyawan kita keluar dari ruangan tuan, dan ini apa yang barusan saya lihat, sejak kapan anda minum kopi, perasaan sebelumnya anda tidak pernah meminumnya. Maaf tuan saya lancang bertanya...?" kata Reyhan yang begitu penasaran dengan perubahan sikap Devan hari ini.


Saking terkejutnya dengan perubahan sikap Devan, Reyhan langsung mendekati dan menempelkan telapak tangannya ke kening Devan.


" Kau sehat kan Dev, apa sudah terjadi sesuatu tadi pagi sehingga kau berubah seratus delapan puluh derajat begini...?" tanya Reyhan yang langsung berubah dalam mode persahabatan mereka.

__ADS_1


" Apaan sih Rey, kau tidak perlu khawatir. Aku sangat sehat, bahkan sekarang hatiku sedang bahagia. Apa kau mau tahu apa penyebabnya..." jawab Devan yang sama berubah dengan mode persahabatan sekarang meskipun mereka masih berada di tempat kerja.


Setelah mengatakan itu Devan langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke jendela kaca yang mengarah ke pemandangan kota.


" Cepat katakan padaku, apa penyebab kau bisa berubah seperti ini..." Tanya Reyhan lagi yang sangat begitu penasaran sekarang, dan langsung mendekati sahabatnya itu.


" Tunggu saja besok, kau akan tahu semuanya..." jawab Devan singkat.


Dan itu membuat darah Reyhan mendidih karena penasaran.


" Apa kau bilang besok... Kau ingin membuatku mati penasaran hah... Cepat katakan sekarang Dev..." kata Reyhan yang terus mengikuti Devan berjalan.


" Santai bro, tunggu saja besok hahaha... " kata Devan yang kembali duduk santai sambil tertawa senang, karena telah berhasil membuat sahabat sekaligus asisten pribadi nya ini begitu sangat penasaran


" Si****lan Kau..." kata Reyhan yang begitu sangat kesal di buatnya, dan langsung keluar ruangan Devan begitu saja menuju ruangan nya.

__ADS_1


Sedangkan Devan masih tertawa puas di dalam ruangannya itu sampai Reyhan keluar.


" hahaha... "


__ADS_2