
Orang itu langsung berjalan menghampiri mereka semua, siapa lagi kalau bukan CEO mereka yang bernama Devan Atmaja.
Semua karyawan langsung menunduk, begitu juga dengan Bu lili dan Sinta serta teman-temannya.
" Selamat pagi semua... " sapa Devan terlebih dahulu.
" Selamat pagi pak... " sahut mereka semua.
" Kalian pasti bingung, kenapa saya mengumpulkan kalian semua di sini, dan kalian juga bertanya - tanya kenapa saya sangat setuju Bu lili memberhentikan Sinta. Kalian mau tahu apa alasannya... " kata Devan yang berdiri di hadapan mereka semua.
mereka semua menganggukkan kepala mereka tanda ingin tahu, begitu juga dengan Sinta dan teman - temannya, mereka juga sangat penasaran kenapa Devan menyetujui keputusan Bu lili memecat Sinta.
" Itu karena.... Sinta adalah istri saya, dan bulan depan kami akan mengadakan resepsi pernikahan. Jadi disini saya pribadi secara khusus mengundang kalian semua untuk hadir di acara resepsi pernikahan kami. " kata Devan dengan tegasnya.
Semua karyawan terkejut bukan main, mereka tidak menyangka kalau Sinta adalah istri dari CEO mereka.
" Hah... Istri, Sinta adalah istri tu... tuan Devan " kata Bu lili masih dalam keterkejutannya, seakan Bu lili hampir pingsan setelah mengetahui semuanya.
__ADS_1
Sedangkan Sinta hanya menunduk saja, karena sangat malu sudah menjadi pusat perhatian.
Berbeda dengan Risti dan Helen mereka berdua tersenyum bangga, memiliki sahabat yang sudah menjadi istri CEO mereka.
" Ya sudah hanya itu yang saya sampaikan, sekarang kembali ketempat kerja masing-masing. " kata Devan semua karyawan pun mengangguk.
" Dan kau Sinta... Karena kau sudah di berhentikan oleh Bu lili, jadi kamu sudah tidak di perbolehkan lagi bekerja. Dan sebaiknya kau ikut ke ruangan saya, tugasmu sekarang bukan sebagai karyawan lagi, tapi pendamping saya sekarang. Kau mengerti, ayo ikut ke ruangan saya sekarang. " kata Devan.
Mendengar itu Sinta melongo.
Setelah mengusap kepala Sinta sambil tersenyum, Devan langsung melangkah menuju lip untuk kembali ke ruangannya.
Sedangkan Sinta masih bersama teman - temannya dan masih bersama karyawan yang lainnya.
" Sinta, eh... aduh manggil apa ya. Mm... saya minta maaf Bu Sinta, saya... saya sungguh tidak tahu kalau anda adalah... " kata Bu lili yang sungguh merasa tidak enak dan sungguh merasa bersalah karena sudah terang - terangan memecat Sinta di hadapan semua karyawan.
" Iya tidak apa-apa Bu lili, saya maklum ko. " kata Sinta sambil tersenyum pada Bu lili.
__ADS_1
" Sekali lagi maafkan saya Bu Sinta... " kata Bu lili sambil menunduk tidak berani menatap Sinta langsung karena saking malunya.
" Iya Bu lili, saya maafkan. Saya juga tidak masalah dengan sikap Bu lili yang seperti itu, karena secara langsung sudah membantu saya untuk menjaga suami saya, makasih ya Bu lili. Ya sudah saya ke ruangan pak Devan dulu permisi... " kata Sinta sambil tersenyum kepada Bu lili.
" Iya Bu Sinta, sama - sama silahkan... " sahut Bu lili.
Setelah mengatakan itu Sinta langsung menuju ke ruangan CEO, sedangkan Bu lili dan teman - temannya langsung kembali ke ruangannya masing-masing, begitu juga dengan karyawan lainnya yang juga kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
Sinta langsung menuju ke ruangan CEO, tapi sebelum sampai di ruangan Devan, semua karyawan yang berpapasan dengan Sinta langsung menunduk hormat, Sinta langsung merasa tidak enak di perlakukan seperti itu.
Sesampainya di depan ruangan seperti biasa Sinta mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok...
" Masuk... " sahutan dari dalam.
Mendengar itu Sinta pun pelan - pelan membuka pintu dan perlahan masuk, setelah masuk bertapa terkejutnya Sinta tiba-tiba...
__ADS_1