Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 48


__ADS_3

Mereka ber empat pun kembali ke kantor untuk bekerja lagi, dan pada saat Sinta dan teman - temannya hendak masuk ke dalam kantor tiba - tiba ada seorang anak kecil memanggil.


" Mamah " panggil anak kecil itu yang langsung berjalan ke arah Sinta dan teman - temannya.


Sinta dan ketiga temannya pun berhenti dan melihat ke arah anak laki-laki yang berusia empat tahun itu.


" Mamah, mamah kemana saja Alden kangen " kata anak laki - laki itu langsung memeluk kaki Sinta.


Sinta pun langsung terkejut tiba - tiba ia di panggil mamah oleh anak kecil yang tidak ia kenal sama sekali.


" Ya Tuhan apa lagi ini... " kata Sinta dalam hati sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing karena banyak sekali kejadian yang menimpanya hari ini.


" Mamah, Alden kangen mah... " kata anak kecil itu yang masih memeluk kaki Sinta.


Risti, Helen dan Roni pun sangat terkejut melihatnya.


" Sejak kapan kamu punya anak Sin... ?" tanya Helen


" Kapan kamu melahirkan anak Sin...?" tanya Risti juga


" Kamu kan belum menikah, kenapa sudah punya anak Sin... " kata Roni juga menambahkan karena saking terkejutnya melihat itu.


" Enak saja kalian bicara, ini bukan anak ku, dan aku tidak tahu ini anak siapa " jawab Sinta yang benar - benar bingung.


" Mamah Alden kangen mah... " kata anak kecil itu lagi yang masih memeluk kaki Sinta.

__ADS_1


Melihat itu meskipun Sinta sangat bingung dan terkejut, tapi ia juga tidak tega untuk memarahi anak kecil yang seenaknya saja memanggilnya dengan sebutan Mama itu.


" Nak, hey kamu siapa, aku tidak mengenalmu. " kata Sinta yang bicara se lembut mungkin agar tidak menakuti anak itu.


" Mamah ini Alden mah, anak mamah " kata anak itu lagi yang bersikeras menyebut Sinta Mama.


Sinta pun bertambah bingung, karena ia tidak pernah berhadapan dengan anak kecil jadi tidak tahu harus bersikap bagaimana.


" Hey tolongin dong, ini Bagaimana " kata Sinta pada temannya.


" Jadi beneran dia bukan anak kamu Sin... " tanya Risti lagi memastikan.


Sinta pun mengangguk, dan tidak tahu harus bagaimana lagi.


Mereka berempat pun jadi bingung dan banyak karyawan lainnya yang melihat itu sambil berbisik dan menduga-duga.


" Nak, sebenarnya kamu dari mana ?" tanya Sinta lagi yang mencoba menghadapi semuanya.


" Alden dari panti asuhan mah, sudah lama Alden mencari mamah " jawab anak itu.


" Alden sama siapa kesini ?" tanya Helen yang duduk mensejajarkan dirinya dengan anak itu.


" Alden " panggil seseorang yang baru saja datang.


Mereka berempat pun melihat ke arah seorang ibu paruh baya yang mendekat ke arah mereka dan memanggil Alden.

__ADS_1


" Maaf semua, sini nak sama ibu " kata ibu paruh baya itu.


" Tidak, Alden mau sama mamah " kata anak itu yang masih belum melepaskan pelukannya terhadap Sinta.


" Alden sayang, dia bukan mamah Alden, mamah Alden sudah bersama dengan Tuhan, ayo lepas nak. " kata ibu paruh baya itu.


" Tidak Alden mau mamah, hiks hiks hiks... " kata anak itu langsung menangis memeluk kaki Sinta.


" Ya ampun kasihan banget sih kamu " kata Risti yang tidak tega melihat Alden kecil itu.


" Ya ampun ternyata kamu anak yatim piatu, kasihan sekali " kata Roni juga.


" Sinta... " kata Helen yang bermaksud menyuruh Sinta untuk menenangkannya.


" Maaf semua, Alden sudah salah orang, maafkan anak ini nak, kata ibu paruh baya itu pada Sinta dan mencoba mengambil Alden tapi dengan eratnya Alden memeluk Sinta dan tidak ingin melepaskannya sambil menangis.


Hati Sinta pun tersentuh melihat semua itu, dan ia juga mengerti dengan apa yang di maksud Helen.


" Alden, sudah sayang jangan menangis ya " kata Sinta mencoba menenangkan anak itu.


" Hiks hiks hiks... Alden mau sama mamah " kata anak itu lagi.


" Iya sayang, tenang ya sudah jangan menangis lagi. " kata Sinta yang langsung menggendong anak kecil itu.


Dan dari kejauhan ada seseorang yang juga melihat semua itu, dengan berbagai pertanyaan yang menghinggapi pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2