
Sesampainya di rumah Devan, mereka langsung di sambut oleh kedua orang tua mereka.
" Alhamdulillah kalian berdua selamat, terimakasih tuhan sudah menyelamatkan anak - anakku. " kata Sarah yang langsung memeluk anak dan juga menantunya, kemudian memeluk cucu angkat yang sudah ia anggap seperti cucu kandungnya sendiri.
" Syukurlah sayang, kalian semua sudah selamat dan kembali. Terimakasih ya Allah... " kata Laras yang juga memeluk anak dan menantunya itu.
" Syukurlah nak, ayo kita masuk kedalam dulu.
" kata Bram yang langsung di anggukan mereka semua.
" Benar, lebih baik kita ke dalam dulu. Sini Al biar kakek gendong " kata Atmaja yang langsung di anggukan oleh mereka juga termasuk Alden.
Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah Devan, dan langsung berkumpul bersama di ruang keluarga untuk mendengar ceritanya bagaimana.
" Bagaimana ceritanya kalian bisa di culik Dev, sin...?" tanya Bram.
" Bagaimana kau bisa menemukan mereka berdua Brian... ?" tanya Atmaja.
" Kenapa cucuku ini bisa bersama kalian, kau membawanya bang... ?" tanya Sarah yang juga di anggukan Laras.
Mereka bertiga menghela nafas panjang karena langsung di serbu pertanyaan oleh kedua orang tua mereka.
" Begini Pah, awalnya kami juga tidak tahu kalau kami di culik... " kata Devan lalu menceritakan semua yang mereka ingat saja.
( Plash back on )
__ADS_1
Saat itu Devan dan Sinta sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
" Sudah siap sayang... ?" tanya Devan yang sudah menunggu di ruang tamu.
" Sudah mas, yu berangkat... " jawab Sinta yang langsung di anggukan Devan.
Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil mereka, seperti biasa Devan yang mengemudi sedangkan Sinta duduk di sampingnya.
Dalam perjalanan tanpa mereka sadari, sudah ada seseorang yang berada dalam mobil mereka, dan tanpa sengaja Sinta melihat ke arah belakang, seketika Sinta langsung terkejut melihat orang yang duduk di kursi belakang.
" Siapa kamu... ?" tanya Sinta sambil terkejut.
" Ada apa Sinta...?" tanya Devan sambil mengemudi.
" Berhenti mas sekarang... " kata Sinta
Seketika Devan menghentikan mobilnya setelah di suruh Sinta lalu menengok kebelakang, dan bertapa terkejutnya Devan juga setelah melihat orang berada di kursi belakang mobilnya.
Orang itu menggunakan penutup muka dan berpakaian hitam seperti ninja, sehingga Devan dan Sinta tidak tahu siapa orang itu.
" Siapa kamu... " kata Devan.
" Beraninya kau masuk ke mobil kami... " kata Sinta yang langsung menarik baju orang itu.
Devan juga berinisiatif untuk melawan orang itu di dalam mobilnya, tapi dengan seketika orang itu menyemprotkan cairan bius ke seisi mobil, sehingga tidak butuh waktu lama Sinta dan Devan langsung pingsan, sedangkan orang itu langsung keluar dari mobil itu lalu menghubungi rekannya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Devan dan Sinta sadar, tangan dan kaki mereka sudah di ikat di kursi.
( Plash back of )
" Begitulah ceritanya pah, mah. Dan Alden lah yang sudah melepaskan kami dari ruangan seperti penjara itu. " kata Devan yang baru saja menceritakan sebelum ia dan Sinta di culik. Dan Sinta hanya mengangguk mengiyakan.
" Benarkah, Alden yang sudah melepaskan kalian " kata Atmaja dan langsung di anggukan Devan dan Sinta.
" Lalu kamu Brian... ?" tanya Atmaja
" Alden yang memberitahu Brian, dimana lokasi keberadaan mereka berdua Om. " Jawab Brian.
Mereka semua langsung melihat ke arah Alden bersamaan.
" Jadi benar Al mengetahui lokasi keberadaan Devan dan Sinta di culik, dan kamu juga yang sudah melepaskan mereka berdua..." kata Atmaja yang juga di anggukan oleh mereka semua.
" Benar pah, Al sudah memasang JPS di jam tangan kami, sehingga ia bisa menemukan dan menyelamatkan kami " jawab Devan.
" Benarkan nak... " tanya Bram pada Alden dan Alden pun mengangguk.
" Jadi Alden lah yang menunjukkan lokasinya pada Brian, makanya ia ikut. " kata Brian pada Sarah dan Laras. Mereka pun mengangguk.
" Kenapa Alden bisa memasang JPS di jam tangan kalian, apa jangan-jangan... " perkataan Bram langsung terpotong.
" Jangan - jangan apa Pah... " kata Sinta, Devan, Brian.
__ADS_1
" Jangan - jangan..." kata Atmaja juga terhenti dan langsung menatap ke arah Alden.
Melihat Atmaja dan Bram menatap Alden, mereka semua juga langsung menatap ke arah Alden dengan tatapan menyelidik, serta seperti minta penjelasan.