
Dokter itu pun melanjutkan penjelasannya.
" Begini semuanya, memang saat ini pasien sudah melewati masa kritisnya, tapi karena kecelakaan yang di alami oleh pasien sangat parah sehingga pasien saat ini mengalami koma. " jelas dokter itu.
Mereka semua pun sangat sedih dengan hal itu, Laras dan Sarah semakin menangis di pelukan suami mereka, sedangkan Devan sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi karena saking sedihnya mendapat kabar istrinya koma saat ini.
Begini juga dengan Brian, ia juga langsung terduduk lemas karena saking sedihnya mendengar adik kesayangannya mengalami koma.
Sedangkan Reyhan dan Rudi, juga tidak dapat berbuat apa-apa, mereka juga ikut terduduk di kursi tunggu melihat semua sedang bersedih.
" Kalau begitu saya permisi, saya akan menyediakan ruang rawat untuk pasien dulu. permisi " pamit dokter itu dari hadapan mereka.
" Terimakasih dokter silahkan. " kata Bram day Atmaja saja yang menyahut, sedangkan yang lain masih larut dalam kesedihan mereka.
Tidak lama Sinta pun di pindahkan ke ruang rawat, dan mereka semua pun menjaga Sinta bergantian.
Tidak terasa sudah sebulan Sinta koma dan tak sadarkan diri di rumah sakit, dan selama itu juga Devan tidak pernah meninggalkannya, bahkan pekerjaan kantor pun ia bawa ke rumah sakit, dan asisten pribadi nya lah yang rela repot bolak balik perusahaan rumah sakit untuk menjalankan tugasnya.
__ADS_1
***
Sedangkan di perusahaan, ketiga teman kerja Sinta sangat bingung karena sudah sebulan Sinta tidak masuk kerja dan tidak memberi kabar apapun.
" Sinta kemana sih Ris, ko sampai sekarang belum masuk juga, mana tidak memberi kabar lagi. " kata Helen di sela pekerjaannya.
" Aku juga tidak tahu Len, apa ia berhenti kerja tanpa memberitahu pada kita. " jawab Risti
" Mana ada seperti itu, yang ada ia malah di berhentikan oleh HRD karena sudah sebulan tidak masuk. " kata Roni yang baru masuk ke ruangan itu setelah dari party untuk membuat kopi.
" Apa di berhentikan, kamu tahu dari mana Ron ?" tanya Helen yang sangat terkejut mendengarnya.
" ya ampun Sinta, kemana sih nih anak, tidak bisa di biarkan kita harus kerumahnya Len. " kata Risti yang juga sangat terkejut mendengar Sinta di berhentikan.
" Ia Ris, nanti pulang kerja kita langsung kerumah Sinta " sahut Helen yang langsung di anggukan oleh Risti.
" Aku ikut ya, aku juga ingin tahu kabar tu anak, sampai sekarang tidak muncul juga. " kata Roni
__ADS_1
" Iya kita pergi bersama " kata Helen yang juga di anggukan oleh Risti.
Setelah itu mereka bertiga pun melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
Tidak terasa sore pun tiba, dan seperti yang di katakan mereka tadi, setelah pulang kerja mereka bertiga langsung menuju kerumah Sinta untuk menanyakan kabarnya.
Saat ini mereka bertiga sudah berada di depan pagar rumah orang tua Sinta.
" Permisi pak, Sinta nya ada ?" tanya Helen pada sekuriti yang menjaga rumah Sinta.
" Maaf kalian semua siapa ya, dan ada perlu apa dengan non Sinta ?" tanya sekuriti itu balik
" Kami teman kerja Sinta pak, kami kesini untuk menanyakan kabarnya, karena sudah sebulan ini Sinta tidak masuk kerja " jawab Risti yang juga di anggukan oleh Helen dan Roni.
" Oh teman kerja non Sinta to, tapi maaf non Sinta nya tidak ada di rumah. " kata sekuriti itu.
" Kalau boleh tahu, Sinta nya kemana ya pak ?" tanya Roni yang juga di anggukan oleh Helen dan Risti.
__ADS_1
" Apa kalian tidak tahu kalau... " perkataan sekuriti itu terhenti saat mobil Brian datang dan menghidupkan klaksonnya.
Tin tin tin...