Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 27


__ADS_3

Saat mereka berdua sudah berada di kamar tiba-tiba...


Aaaaaa.... Teriak Sinta sambil menutup matanya.


" Apa sih Sinta, kamu kenapa sih suka sekali berteriak. " kata Devan.


Untung kamar mereka sudah di pasang pengedap suara, sehingga suara teriakan Sinta tidak terdengar sampai ke luar, kalau tidak sudah geger se isi rumah mendengar teriakannya.


" Mas kenapa sih buka baju di hadapan saya. " kata Sinta sambil menutup matanya dengan tangannya.


" Memangnya kenapa, ini di kamar tidak ada yang melihat, sedangkan kamu istri saya, jadi tidak masalah kan. " kata Devan dengan entengnya.


Meskipun yang dikatakan Devan benar, tetap saja Sinta merasa malu, meskipun sudah beberapa kali melihat pemandangan indah bagi para istri itu, termasuk Sinta sendiri.


" Tapi kan..." kata Sinta lagi yang langsung terpotong.


" Apa, apa kamu ingin melihat lebih... " kata Devan yang mendekat kearah Sinta dengan hanya memakai celana saja karena sudah melepaskan bajunya tadi.


Sinta yang merasa di dekati pun mundur pelan - pelan.

__ADS_1


" Apa mas Devan mau meminta hak nya sekarang, aaaaaa... Bagaimana ini aku masih belum siap, kami kan belum saling mencintai. " kata Sinta dalam hati sambil tetap menutup matanya dengan tangannya dan berjalan mundur kebelakang.


Melihat Sinta mundur saat Devan mendekat, Devan semakin berjalan mendekati ke arah Sinta sambil tersenyum gemas melihat istrinya yang masih malu itu.


Setelah mundur terus akhirnya Sinta tersandar di dinding kamar sehingga tidak dapat mundur lagi, sedangkan Devan semakin mendekat pada Sinta sampai sudah tidak ada jarak diantara mereka berdua.


" Buka matamu Sinta, kau harus membiasakan diri pada saya mulai sekarang... " kata Devan sambil berbisik di telinga Sinta


Dan itu berhasil membuat Sinta merinding disko di buatnya.


" Duh mas Devan kenapa sih, ko jadi mesum begini, duh jantung ku mau keluar rasanya. Benarkan sepertinya mas Devan mau meminta haknya sekarang, aaaaaa... bagaimana ini. " kata Sinta dalam hati sambil panas dingin tubuhnya saat ini karena Devan begitu dekat dengan nya, bahkan Sinta bisa merasakan debaran jantung Devan yang juga berdegup kencang sama sepertinya.


Melihat itu Devan semakin gemas pada istrinya itu, seketika Devan melihat bibir merah muda Sinta yang begitu merona dan menggoyahkan iman Devan itu.


Karena posisi mereka berdua sangat dekat bahkan sudah bersentuhan, membuat Devan sudah hilang kendali dan ingin segera melampiaskannya pada Sinta.


Karena Sinta hanya diam saja, membuat Devan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meminta hak nya, Devan pun langsung menuju bibir merah muda istrinya yang begitu menggoda itu.


Saat mata Devan sudah di seliputi dengan kabut gairah, dan bibinya pun hampir menyentuh bibir Sinta tiba - tiba...

__ADS_1


Ponsel Devan berbunyi dengan sangat keras, dan Suaranya sangat menggangu sekali.


Devan dan Sinta pun langsung tersadar.


" Ah si***l mengganggu saja " kata Devan yang menjauh dari Sinta dan langsung melihat ponselnya.


Setelah Devan menjauh seketika Sinta pun merasa lega.


" Huh... Selamat. " kata Sinta.


Sinta langsung menuju kamar mandi, untuk menghindar dari suaminya itu.


Setelah di dalam kamar mandi Sinta pun merasa lega, dan merasa bersyukur semua belum sempat terjadi.


" Huh... Untung saja belum terjadi, ya tuhan kenapa pak Devan bisa jadi mesum seperti itu, meskipun aku sudah menjadi istrinya, dan sudah kewajiban ku memberikan haknya, tapi tidak secepat ini juga kan... " gumam Sinta setelah membasuh mukanya dan menatap dirinya di cermin dalam kamar mandi.


Sedangkan Devan setelah melihat panggil yang ada di ponselnya, ia pun langsung mengangkatnya.


" Halo, ada apa..." kata Devan setelah mengangkat ponselnya itu, dengan perasaan yang begitu kesal sehingga kembali ke mode dinginnya.

__ADS_1


__ADS_2