Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 38


__ADS_3

" Tapi apa lagi Rudi, ayo cepat kita masuk mobil sekarang. " kata Brian yang lebih dulu masuk dalam mobilnya.


" Ini tuan, JPS dari ponsel nona Sinta menandakan saat ini ia sedang berada di sebuah sungai. " kata Rudi yang baru masuk kedalam mobil.


" Sungai, kenapa ia bisa ada di sungai. Ya sudah tidak usah banyak bicara ayo cepat kita kesana sekarang. " kata Brian yang langsung di anggukan Rudi.


mereka berdua langsung menuju tempat dimana Sinta saat ini berada.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Brian dan Rudi sampai di tepi sungai yang ada di dalam hutan.


Brian dan Rudi bersama para anggota polisi dan tim SAR menyusui tepi sungai mengikuti arah JPS Sinta yang masih aktif.


Setelah lima belas menit menyusuri sungai itu akhirnya mereka menemukan Sinta yang sudah tidak sadarkan diri di tepi sungai.


" Ya Tuhan dek, bangun dek bangun hiks hiks hiks... " kata Brian yang sangat terkejut melihat sang adik tidak sadarkan diri tergeletak di sana.


" Ayo tuan kita bawa nona Sinta ke rumah sakit sekarang. " kata Rudi.


Brian pun mengangguk, dan langsung menggendong Sinta membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


" Ayo semua kita kembali. " ajak Rudi pada yang lainnya.


" iya pak, mari semua kita kembali, kita sudah menemukan yang kita cari. " kata ketua anggota tim SAR itu.


" Kami tetap di sini pak, kami akan menyelidiki semuanya. " kata ketua anggota polisi dan langsung di anggukan oleh anak buahnya.


" Baiklah terimakasih banyak pak, kabari kami kalau sudah mengetahui semuanya, kami kembali dulu pak permisi. " kata Rudi.


" Tentu pak silahkan. " kata polisi.


Setelah mengatakan itu Rudi langsung menyusul Brian yang sudah lebih dulu membawa adiknya menuju mobil mereka.


( plash back of.)


" Begitulah ceritanya Om, Brian juga tidak menyangka kenapa Sinta bisa ada di sana, dan saat ini polisi sedang menyelidiki semuanya. " kata Brian yang sudah selesai menceritakan semuanya.


" Ya tuhan, apa yang sebenarnya sudah terjadi pada putriku, kenapa ia bisa seperti ini hiks hiks hiks... " kata Laras yang sangat sedih melihat keadaan putrinya saat ini.


" lalu dimana mobilnya saat ini Brian. ?" tanya Bram

__ADS_1


" Polisi belum menemukan dimana mobil Sinta sekarang, dan dugaan polisi sementara kalau telah terjadi sesuatu pada Sinta, seperti sudah di rencanakan, tapi itu hanya dugaan. jadi untuk memastikan polisi masih menyelidikinya lebih lanjut.


Bram dan Atmaja pun mengangguk tanda mengerti, sedang Laras dan Sarah masih berpelukan bersama sambil menangis menuangkan rasa sedih mereka atas apa yang sudah menimpa Sinta.


Sedangkan Devan yang mendengar cerita dari Brian hanya diam saja, tapi tangannya mengepal kuat tanda saat ini Devan sedang marah, dan tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


Setelah mereka menunggu hampir satu jam, akhirnya dokter yang menangani Sinta pun keluar.


" Bagaimana kondisi anak saya Dok ?" tanya Bram yang juga di anggukan oleh yang lainnya.


" Pasien sudah berhasil melewati masa kritis nya, dan sekarang tinggal menunggu pasien sadar saja lagi tapi... " jawab dokter itu yang sangat berat untuk melanjutkan perkataannya.


" Tapi apa dok, ada apa dengan istri saya ?" kali ini Devan yang bertanya pada dokter itu.


" Cepat katakan Dok. " kata Brian juga pada dokter itu.


Mereka semua menunggu dokter melanjutkan penjelasannya, dengan penuh rasa penasaran dan khawatir.


Tapi di balik itu Mereka semua lega dan bersyukur karena Sinta sudah selamat, tinggal menunggu penjelasan dokter saja lagi.

__ADS_1


__ADS_2