Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 16


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh akhirnya Sinta sampai di tempat kerjanya dengan selamat dan tanpa hambatan.


" Selamat pagi semua... " sapa Sinta pada teman - teman kerjanya.


" Selamat pagi... Jawab Helen dan Roni yang sudah berada di ruang terlebih dahulu.


" Selamat pagi, kamu begadang neng....?" kata Risti juga yang lebih dulu datang.


" Hehehe... Tau aja kamu, kelihatan banget ya..." kata Sinta yang langsung duduk di depan meja kerjanya.


" Banget... Coba ngaca mata kamu sudah seperti mata panda saja. " kata Risti lagi


" Masa sih... Eh ya ampun ia, aku tidak memperhatikan tadi buru - buru sih soalnya. " kata Sinta yang langsung bercermin menggunakan ponselnya.


" Memangnya ngapain neng, ko pake begadang segala...?" tanya Roni sambil memulai pekerjaannya.


" Hehehe... Ga papa, entar suatu saat ku ceritakan. Habis kalau di ceritakan sekarang bisa terbengkalai nih kerjaan nanti.. " jawab Sinta yang males membahas masalahnya.


" ya sudah tidak apa-apa, tapi penasaran sih... Yu lanjut kerja..." kata Roni lagi yang langsung di anggukan oleh mereka semua.


Mereka pun memulai pekerjaan mereka dengan sangat pokus dan penuh konsentrasi.


Di sela - sela pekerjaannya tiba - tiba ponsel Sinta berdering, menandakan ada pesan masuk, Sinta pun menyempatkan untuk menengok benda pipih milik sejuta umat itu.


Pesan dari no baru dan tidak di kenal:

__ADS_1


" Sinta, ke ruangan ku sekarang "


Sinta:


" Ini siapa ya "


Nomor tidak di kenal:


" Ke ruang CEO sekarang, sekaligus bawakan laporan data bulan kemarin "


Sinta:


" Baik "


" Mau kemana neng..." tanya Risti melihat Sinta yang hendak pergi.


Helen dan Roni pun langsung melihat ke arah Sinta setelah mendengar Risti bicara.


" Mau ke ruangan CEO, beliau minta data laporan Bulan kemarin. " jawab Sinta sembarang padahal masih belum yakin dengan perkataannya sendiri.


" Benarkah, wih hebat kamu selama ini tidak ada yang pernah di suruh ke sana, kamu perdana Lo..." kata Roni


" Benar, hati - hati neng entar terpesona Lo, CEO kita gantengnya full..." kata Risti lagi


" Benar tu, jadi sebelum masuk berdoa dulu ya, biar beliau yang terpesona pada mu hehehe..." kata Helen juga menambahkan.

__ADS_1


" Kalian apaan sih, jadi grogi aku jadinya. Dah ya pergi dulu. " kata Sinta yang membalas godaan teman - temannya


Setelah mengatakan itu Sinta langsung keluar ruangan menuju ruangan CEO, sedangkan teman - temannya tertawa terbahak - bahak setelah menggoda Sinta.


Setelah sampai di depan ruangan CEO, sesuai yang di katakan Helen tadi Sinta pun berhenti sejenak sebelum mengetuk pintu.


" HUH... Tu kan beneran grogi nh, hah... ya Tuhan semoga lancar... aamiin..." gumam Sinta sambil menarik nafas sebelum mengetuk pintu.


Setelah di rasa cukup tenang, Sinta pun mengetuk pintunya.


Tok tok tok...


" Masuk..." jawab dari dalam.


Cekklek...


" Permisi pak..." kata Sinta begitu masuk ke dalam ruangan.


" Mm... Oh ya mana data yang saya minta..." kata CEO itu yang tak lain adalah Devan.


" Ini pak, silahkan di periksa. " kata Sinta langsung menyerahkan yang sudah ia bawa.


" Huh... serem banget sih suasananya, ya tuhan masa ia aku mau di nikahkan dengan orang ini, lama - lama bisa beku nih karena sikap dinginnya. Ga bisa ngebayangin aku kalau itu terjadi beneran, tapi benar yang di katakan Risti gantengnya full, hah... mikir apa sih aku ini, tau ah... " kata Sinta dalam hati sambil berdiri di hadapan Devan.


Sedangkan Devan pura - pura sibuk memeriksa laporannya, dan masih bersikap datar untuk menutupi perasaannya yang sangat bahagia bisa bertemu Sinta saat ini. Padahal kurang dari seminggu lagi mereka berdua akan menikah, Devan sampai tidak bisa membayangkan bertapa bahagianya ia nanti.

__ADS_1


__ADS_2