Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 55


__ADS_3

Dan bertambah terkejut lagi Helen saat seseorang menepuk pundaknya.


" Ngapain bengong di sini, ayo masuk. " Ajak Reyhan karena ia juga belum masuk.


" Astaghfirullah, eh iya pak Reyhan ngagetin saja, ya sudah yu masuk. " sahut Helen yang begitu sangat terkejut saat Reyhan menepuk pundaknya.


Mereka berdua juga langsung masuk berjalan beriringan kedalam supermarket itu.


Sinta dan Devan sibuk membeli barang yang ingin mereka bawa ke panti, Devan yang membawa troli nya, sedangkan Sinta hanya memilih dan mengambil barang - barangnya.


Begitu juga dengan Risti dan Roni, mereka juga melakukan hal yang sama. Berbeda dengan Helen dan Reyhan, mereka berdua bingung harus beli apa untuk di bawa ke panti nanti.


" Kamu mau beli apa Len ?" tanya Reyhan yang berjalan beriringan dengan Helen sambil melihat-lihat.


" Ga tahu pak, bingung nih mau beli apa " Jawab Helen, yang sudah salah tingkah karena berjalan berdua dengan asisten pribadi CEO itu.

__ADS_1


"Ya Tuhan, ko aku jadi bingung gini mau beli apa. Ini juga pak Reyhan kenapa ngikutin sih, kan aku grogi jadinya, mana tampannya sebelas dua belas lagi dengan pak Devan, aaaaa bisa terpesona nih kayanya aku. " kata Helen dalam hati sambil diam saja menunduk karena grogi berjalan dengan Reyhan saat ini.


Sedangkan Reyhan hanya diam saja sambil melihat sekelilingnya, padahal sama dengan Helen yang sangat grogi saat ini, Reyhan juga merasakan hal yang sama, tapi seperti halnya Devan yang bisa menyembunyikan perasaannya, Reyhan juga saat ini sedang membunyikan perasaannya dengan bersikap datar dan biasa saja pada Helen.


Di sebelah sisi supermarket, saat ini Sinta sudah mendapatkan barang yang ingin ia bawa ke panti nanti, berbagai bahan makanan yang ia beli untuk semua anak yang ada di panti asuhan itu.


" Sudah semuanya ?" tanya Devan yang melihat troli yang ia bawa sudah penuh di isi Sinta.


" Sudah mas, yu kembali " jawab Sinta dan langsung di anggukan oleh Devan.


Di dalam hati Sinta dan Devan, saat ini mereka berdua berasa sudah menjadi suami istri yang sesungguhnya seperti pasangan yang lainnya.


Begini juga dengan Risti dan Roni, mereka berdua sesekali bercanda dan tertawa bersama saat memilih belanjaan yang mereka inginkan untuk di bawa.


" Ay, sepertinya Sinta sudah mulai curiga deh sama kita, kamu lihat kan tadi tatapannya terhadap kita seperti menatap curiga gitu. " kata Risti sambil memilih barang yang akan ia beli

__ADS_1


" Ya ga papa kali yank, kalau Sinta dan Helen tanya, ya tinggal kita jawab saja yang sebenarnya. " sahut Roni.


" Iiiccchhh... kamu ay, nanti kalau mereka berdua marah gimana " tanya Risti yang takut kalau kedua teman sekaligus sahabatnya nanti marah.


" Ga mungkin lah mereka berdua marah, paling cuma ngambek sebentar saja, dan langsung minta pajak jadian. Setelah itu mereka sudah tidak apa-apa lagi. " jawab Roni yang masih mendorong troli mengikuti Risti belanja.


" Semoga saja ya ay, aku sungguh tidak enak, sudah menyembunyikan ini dari mereka berdua. " kata Risti lagi.


" Bukan menyembunyikan yank, tapi belum sempat memberitahu saja, yu sudah selesai belum " kata Roni lagi.


" Sudah semuanya, yu " sahut Risti yang melihat belanjaan mereka sudah penuh.


Mereka berdua langsung menuju ke kasir, begitu juga dengan Sinta dan Devan yang sama sudah selesai dan langsung menuju ke kasir juga.


Tapi sebelum sampai di kasir, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Devan dan Sinta, dan itu membuat wajah Devan langsung berubah menjadi dingin, seakan ia tampak terlihat sangat kesal sekali.

__ADS_1


Sinta yang melihat itu pun jadi sangat penasaran dibuatnya.


__ADS_2