
Tin tin tin...
Mobil Brian pun datang dan sekuriti itu menghentikan ucapannya, karena membukakan pagar untuk Brian.
Tapi sebelum masuk Brian menghentikan mobilnya di muka pagar lalu keluar karena melihat tiga orang berdiri di sana.
" Ada apa ini, siapa kalian semua... ?" tanya Brian
Helen dan Risti langsung terpesona melihat ketampanan Brian, sedang Roni langsung memutar bola matanya malas melihat kedua temannya itu.
" Mm... begini bang, kami bertiga adalah rekan kerja Sinta. Kalau boleh tahu Sinta nya kemana ya bang sudah sebulan ini tidak masuk kerja ?" tanya Roni
" Benar kalian bertiga rekan kerja Sinta, Maaf sebelumnya sa... " perkataan Brian pun langsung terpotong karena ponselnya berbunyi.
" Maaf sebentar saya angkat telpon dulu " kata Brian sebelum mengangkat telponnya.
" Iya bang " sahut mereka bertiga.
" Ya halo, ada apa pah ?" tanya Brian melalui ponselnya.
Entah apa yang di katakan oleh papahnya, sehingga membuat Brian sangat terkejut.
" Apa, oke pah Brian segera ke sana. " kata Brian dan langsung mematikan ponselnya.
" Maaf semua, saya pergi dulu permisi. " pamit Brian begitu saja tanpa menjawab pertanyaan mereka bertiga.
Mereka pun terpaksa mengiyakan karena Brian terlihat sangat terburu-buru.
Brian pun langsung pergi begitu saja tidak jadi untuk masuk ke rumah.
__ADS_1
Sedangkan mereka bertiga terpaksa kembali bertanya pada sekuriti karena masih belum mendapatkan jawaban.
" Maaf pak, saya mau bertanya lagi Sinta nya ada ?" tanya Helen yang langsung di anggukan oleh Risti dan Roni.
" Benar kalian tidak tahu non Sinta sekarang ?" tanya sekuriti balik dan langsung di anggukan mereka bertiga.
" Sebulan yang lalu, kabarnya setelah non Sinta pulang kerja non Sinta kecelakaan, dan mengalami koma hingga sekarang masih belum sadar dari koma nya. " jawab sekuriti itu yang langsung sedih saat menceritakan nya.
" Apa kecelakaan " kata Risti saking terkejutnya.
" Sinta koma " kata Helen juga saking terkejutnya.
" hingga sekarang belum sadar " kata Roni yang tak kalah terkejutnya.
Dan hanya di anggukan oleh sekuriti itu.
" Kata tuan, non Sinta di rawat di rumah sakit xx " jawab sekuriti itu.
" Terimakasih pak, kami akan ke rumah sakit sekarang, permisi " kata Roni lagi yang langsung di anggukan Helen dan Risti yang sudah tidak sanggup untuk bersuara.
" Sama - sama " sahut sekuriti itu.
Tanpa menunggu lama lagi mereka bertiga langsung meluncur ke rumah sakit tempat Sinta di rawat.
***
Di rumah sakit saat ini mereka semua sedang berkumpul bersama, karena dokter tengah memeriksa keadaan Sinta.
Setelah memeriksa Sinta, dokter itu pun langsung tersenyum.
__ADS_1
" Syukurlah, semuanya sudah baik - baik saja, dan kondisi pasien pun sudah jauh lebih baik sekarang " kata dokter itu.
" Alhamdulillah " kata mereka semua yang sangat bahagia mendengarnya.
Setelah dokter keluar, mereka langsung menemui Sinta di ruangannya.
" Sayang Alhamdulillah nak, akhirnya kamu sadar " kata Laras yang langsung memeluk putrinya.
" Sayang syukurlah nak kamu sudah sadar " kata Bram.
kemudian berganti dengan mertua Sinta, dan juga Brian. Setelah mereka semua, terakhir adalah Devan yang mendekati Sinta.
" Sinta kamu sudah sadar, ya tuhan terimakasih " kata Devan yang langsung memeluk istrinya itu.
Sinta pun tersenyum pada mereka semua.
" Terimakasih pah, mah, bang sudah menjagaku " kata Sinta pada semuanya.
Kemudian ia beralih pada Devan yang masih berada di sampingnya.
" Terimakasih mas, sudah menemani saya selama koma. " kata Sinta khususnya pada suaminya itu.
" Itu sudah kewajiban saya sebagai seorang suami, jadi kamu berhutang Budi sama saya, kalau nanti saya sakit, kamu juga wajib merawat saya mengerti. " kata Devan yang menggoda istrinya itu .
" Siap pak suami hehehe... " sahut Sinta pada Devan
" hahahaha..." mereka yang mendengar itu pun langsung tertawa bersama.
Dan saat mereka masih tertawa bersama, tiba-tiba...
__ADS_1