Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 21


__ADS_3

Setelah di rasa Sinta keadaannya cukup aman, Ia pun langsung keluar kamar mandi dengan perlahan dan menjinjitkan kakinya serta berjalan pelan, agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangun Devan yang Sinta kira sudah tertidur.


Sinta pun langsung menuju lemari pakaian, dan langsung membukanya, dan tetap saja hanya pakai Seperti jaring alias linggres yang ada di sana.


" Hah, bagaimana ini, mana bisa aku memakai pakaian ini, ini kan hanya untuk orang yang saling mencintai saja. Ya tuhan... aku harus bagaimana..." gumam Sinta pelan sambil menggigit bibirnya karena sangat bingung saat ini.


Lalu Sinta kembali memilah pakaian itu, dan tidak sengaja ia menemukan pakaian Devan yang tersusun rapi di bagian sisi lemari itu.


" Apa ini pakaian pak Devan, mm... Aku pakai kaos hitam pendek dan celana trining ini saja deh, daripada pakai baju yang seperti jaring itu, boleh tidak ya aku meminjamnya... " gumam Sinta lagi setelah mengambil pakaian itu, dan melihat ke arah Devan yang berbaring dan memejamkan mata itu.


" Pak, pinjaman pakaiannya ya, darurat sih soalnya... " kata Sinta pelan agar tidak membangun Devan serta meminta ijin pada suaminya itu.


Setelah mengatakan itu Sinta langsung kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaian.


Setelah Sinta masuk ke kamar mandi untuk berpakaian, Devan yang berbaring di tempat tidur itu pun membuka matanya sambil tersenyum ke arah kamar mandi sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Melihat pintu kamar mandi seperti akan di buka, Devan pun kembali memejamkan matanya berpura-pura tidur lagi.


Dan benar saja Sinta pun keluar dari kamar mandi itu dengan berpakaian apa adanya.


" Huh... untung pakaiannya serba berwarna hitam, jadi tidak nampak kalau aku tidak pakai dalaman, ga papa deh, agak kebesaran sedikit, yang penting masih bisa di gunakan, dan lumayan nyaman untuk di pakai. " Gumam Sinta pelan sambil berdiri di depan cermin untuk merapikan penampilannya.


Dirasa sudah cukup rapi dan nyaman dengan penampilannya, Sinta pun menuju kearah tempat tidur dan melihat pemandangan tempat tidur seperti yang Devan lihat tadi.


" Ya ampun, tempat tidur ku kenapa jadi begini, ck ck ck... Ada - ada saja, pasti ulah kedua ibu negara lagi deh. Terimakasih mamah - mamah cantik, maaf tidak sesuai harapan kalian, karena kami masih belum mengenal satu sama lain, jadi cinta belum tumbuh di antara kami. Doakan saja semoga rumah tangga kami bisa berjalan sebagaimana mestinya " gumam Sinta pelan, setelah melihat semua itu.


" Aamiin sayang, semoga cepat tumbuh cinta di hatimu, agar kita bisa membangun rumah tangga kita seperti pasangan lainnya. " kata Devan dalam hati dan masih tetap memejamkan matanya.


Setelah itu Sinta langsung berbaring pelan di sisi tempat tidur sebelah Devan.


" Ya tuhan, bisakah aku beristirahat dengan tenang kalau ada seseorang di sampingku... Huh... Untung pak Devan sudah tidur, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi, sepertinya mulai sekarang aku harus membiasakan diri untuk berbagi tempat tidur dengannya. " gumam Sinta pelan lagi.

__ADS_1


Sinta pun berbaring pelan, dan membelakangi Devan lalu mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat.


Karena Sinta begitu lelah hari ini setelah acara pernikahannya, tidak butuh waktu lama ia pun langsung menuju ke alam mimpinya, dan terlelap dengan begitu cepatnya.


Melihat Sinta yang tertidur pulas di sebelahnya, Devan pun mendekat dan menarik selimut lalu memeluk Sinta dari belakang.


" Selamat istirahat istriku sayang... Muach..." kata Devan pelan sambil memeluk serta mencium kening istrinya itu.


Setelah mengatakan itu, Devan pun langsung memejamkan matanya dan menyusul sang istri yang sudah lebih dulu berada di alam mimpi, dengan perasaan yang sangat bahagia.


* Dan itu adalah awal kehidupan baru rumah tangga Devan dan Sinta *


🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman...


like, komen, jika berkenan berikan juga novel ini vote dan hadiahnya 🤭🤭

__ADS_1


🙏 terimakasih 🙏


__ADS_2