Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 14


__ADS_3

Di tempat lain, sama halnya dengan Sinta yang tidak bisa tidur semalaman, seorang pria juga saat ini masih terjaga karena tidak bisa tidur.


" Huh... Kenapa aku terus kepikiran dengannya, rasanya waktu seminggu sama dengan seabad saja. Kenapa juga papah memutuskan seminggu lagi, kenapa tidak dua hari atau besok saja. " kata Devan yang benar - benar sudah tidak sabar.


Ya Devan saat ini sudah di kuasai oleh perasaan cinta terhadap Sinta, ia benar-benar bahagia karena sebentar lagi bisa bersanding dengan wanita yang baru saja ia kenal tapi sudah sukses mencuri hati seorang Devan Atmaja yang terkenal dingin dan tidak tersentuh itu.


Bahkan saat ini Devan hampir gila karena terus kepikiran dengan sang pujaan hati.


Berbeda dengan Sinta yang hampir semalam tidak bisa tidur, karena terus menggerutu dan sangat kesal tentang perjodohan itu.


Sedangkan Devan hampir semalam juga tidak bisa tidur karena sudah tidak sabar untuk bersama sang pujaan hati.


Tidak terasa mata hari pun terbit dan memancarkan sinarnya yang cerah, secerah hati Devan saat ini, bahkan senyumnya terus mengembangkan menggambarkan suasana hatinya yang sangat bahagia.


Walaupun waktu tidur Devan hanya dua jam, karena hampir subuh baru ia bisa tertidur, tapi tidak membuatnya kesiangan, ia bangun seperti biasanya, dan penuh semangat untuk menjalani harinya.


Saat ini Devan sudah bersiap untuk pergi ke kantor, setelah siap ia pun turun untuk sarapan bersama keluarganya.


" Pagi pah, mah... Muach..." sapa Devan terus mencium kening kedua orang tuanya, lalu duduk bersama di meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


" Pagi sayang..." balas kedua orang tuanya sambil tersenyum mendapat perlakuan hangat dari putra mereka itu.


" Wah semangat sekali kelihatannya, sepertinya hari ini benar - benar cerah ya mah..." kata Atmaja pada sang istri.


" Ia pah... Sepertinya gunung es sudah meleleh, akibat cerahnya cuaca hari ini..." kata Sarah juga sambil sama - sama tersenyum kepada Devan.


" Mamah sama papah bisa aja, yu sarapan, Devan segera kekantor karena ada miting penting pagi ini..." kata Devan lagi.


Atmaja dan Sarah pun sangat bahagia pagi ini, mereka sangat bersyukur karena keputusan mereka menjodohkan Devan dengan Sinta adalah keputusan yang tepat.


Atmaja dan Sarah, tidak menyangka kalau seorang gadis yang bernama Sinta anak sahabat mereka itu bisa melelehkan hati Devan yang sudah lama membeku.


SKIP...


Mereka pun sarapan dengan tenang dan penuh rasa kebahagiaan, setelah selesai sarapan Devan langsung berpamitan pada kedua orang tuanya.


" Devan berangkat dulu pah, mah... Assalamualaikum..." pamit Devan sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


" Walaikum salam...Hari - hati di jalan sayang..." kata Sarah pada putranya.

__ADS_1


" Walaikum salam...Hati - hati nak, oh ya papah sudah menyuruh beberapa para pengawal untuk menjagamu. Karena papah tidak mau lagi terjadi apa - apa padamu..." kata Atmaja juga yang langsung di anggukan oleh Devan.


Biasanya Devan tidak mau kalau harus di kawal, tapi karena suasana hatinya secerah sinar mentari, maka dengan senang hati ia menyetujui apa yang dikatakan oleh papahnya tadi.


Setelah berpamitan, Devan langsung keluar rumah dan langsung di sambut oleh beberapa pengawal, dan Reyhan sebagai asisten pribadi nya pun langsung mempersilahkan Devan untuk masuk ke dalam mobil.


" Silahkan tuan..." kata Reyhan yang sudah membukakan pintu mobil.


" Terimakasih Rey, ayo kita berangkat sekarang. " balasnya pada Asisten pribadinya itu.


" Dan kalian semua bisa mengikuti kami dari belakang..." kata Devan pada para pengawalnya.


Reyhan sampai terbengong mendengar apa yang baru saja Devan katakan padanya, selama ia berteman dari sekolah sampai bekerja menjadi asisten pribadi Devan, baru kali ini Devan mengucapkan kata terimakasih padanya.


Tapi dengan cepat Reyhan menguasai keterkejutannya, dan langsung masuk ke mobil setelah Devan masuk.


Mereka berdua langsung pergi menuju kantor tempat kerja mereka, dengan di kawal beberapa pengawal yang mengikuti mobil mereka di belakang.


( 😁 Seperti presiden saja pake di kawal segala 😁... Sultan mah bebas 🤭)

__ADS_1


__ADS_2