
Tidak terasa waktu istirahat tiba, dan saat ini mereka berempat sudah berada di kantin untuk makan siang bersama.
" Bagaimana tadi Sin, kamu di apain saja sama Bu Rita ?" tanya Helen yang membuka suara lebih dulu.
"Nggak di apa - apain ko, Bu Rita cuma nanya saja ada hubungan apa aku sama pak Devan " jawab Sinta santai, sebenarnya ia sangat malas membahasnya lagi.
" Terus kamu jawab apa Sin?" tanya Roni yang begitu penasaran dengan jawaban Sinta, begitu juga Risti dan Helen.
" Mm... Belum sempat jawab, karena Bu Rita di telpon seseorang dan menyuruhku untuk keluar, tapi katanya aku berhutang penjelasan padanya. " Jawab Sinta lagi.
" Benar, kamu juga berhutang penjelasan pada kami Sinta, jadi kamu harus jawab sekarang " kata Risti yang juga di anggukan oleh Helen dan Roni.
" Yang mana, yang ingin kalian perjelas ?" tanya Sinta yang sudah selesai dengan makanannya.
" Saat di rumah sakit, kenapa pak Devan dan keluarganya ada di sana, terus tadi pagi kenapa pak Devan membela kamu. Pasti ada apa - apa nih ?" tanya Risti yang paling penasaran di antara mereka bertiga.
Sebenarnya Sinta ingin sekali menjawab pertanyaan teman - temannya, tapi Sinta tahan biar mereka tambah penasaran.
" Hehehe... menurut kalian sendiri bagaimana. " kata Sinta.
__ADS_1
" Sinta, kami sedang bertanya kenapa kamu malah bertanya balik... " kata Risti yang sangat gemes dengan temannya ini.
" Wah... tanpa kau jawab pun aku sudah bisa menebak, pasti kamu dan pak Devan sudah jadian kan, kalian sudah pacaran kan " kata Roni dengan sangat yakinnya.
" Aku juga berpikiran sama dengan mu Ron, udah deh Sinta ngaku aja, ga usah di sembunyikan dari kita. " kata Helen yang juga sangat yakin.
" Benar, ngaku saja Sinta... " kata Risti juga.
" Huh... Ya sudah deh di iyain saja biar segitu saja dulu mereka tahunya. " kata Sinta dalam hati.
" Kalian tidak marah kan..." kata Sinta yang takut teman - temannya juga berubah sinis padanya.
" Ga usah segitunya kali terkejutnya " kata Sinta gemes.
" hehehe maaf habis terkejut sih " kata Risti lagi dengan cengengesan.
" Jadi beneran Sinta, apa yang ku katakan tadi " tanya Roni lagi memastikan.
" Mm... Tapi kalian tidak marah kan ?" tanya Sinta lagi pada ketiga temannya.
__ADS_1
" Ya ampun Sinta, kenapa kami harus marah, kami malah bahagia mendengarnya, selamat ya Sin " kata Helen yang juga di anggukan oleh Risti dan Roni.
" Terimakasih semuanya... " kata Sinta sambil memeluk Helen dan Risti.
Sedangkan Roni, seperti biasa ia hanya jadi penonton saja saat melihat teman - temanya saling berpelukan.
" Sejak kapan Sin, ?" tanya Roni lagi.
" Sejak di rumah sakit, tapi kalian semua janji ya, jangan bilang pada siapapun, cukup kalian saja yang tahu, mengerti kan " kata Sinta pada teman - temannya. Dan Sinta juga terpaksa menyembunyikan semuanya dahulu.
" Iya kamu tenang saja, aman ko selamat ya " kata Risti yang juga memberi selamat pada Sinta.
" Iya Sinta tenang aja, kami akan tutup mulut ko. Rupanya musibah yang menimpamu membawa berkah ya " kata Roni lagi.
" Ya sudah tidak usah di bahas lagi, yu kembali ke kantor sebentar lagi waktu jam istirahat selesai. " kata Sinta, dan mereka pun mengangguk setuju.
Mereka berempat pun kembali ke kantor untuk bekerja kembali, dan pada saat Sinta dan teman - temannya hendak masuk ke dalam kantor tiba - tiba ada seorang anak kecil memanggil.
" Mamah... " panggil anak kecil yang langsung berjalan ke arah Sinta dan teman - temannya.
__ADS_1