
" Jelaskan... " kata mereka bersamaan.
Mereka berempat pun saling melempar tatapan tajam satu sama lain, sedangkan Reyhan hanya diam saja melihat ke empatnya.
" Oke, sekarang kamu duluan Helen yang menjelaskan " kata Sinta yang juga di anggukan Risti dan Roni.
" HAH... Oke baiklah, yang mana yang ingin kalian perjelas " kata Helen.
Sejak kapan kamu dekat dengan pak Reyhan... ?" tanya Sinta.
Sedangkan Reyhan hanya memasang wajah datarnya saja.
Helen pun bingung, sekaligus malu harus jawab apa karena Reyhan masih ada di sana.
" Duh gimana dong ini, aku harus jawab apa... " kata Helen dalam hati.
" Jawab Helen... " kata mereka bertiga.
" Huh... Iya, sebenarnya aku sama pak Reyhan tidak ada apa - apa, kami hanya saling membantu saja saat tadi di supermarket, ya kan pak... " jawab Helen sambil melihat ke arah Reyhan.
Begitu juga dengan ketiganya, yang langsung melihat kearah Reyhan untuk meminta jawabannya, dan Reyhan pun mengangguk membenarkan.
__ADS_1
" Tu kan, sekarang kamu Roni dan Risti... " kata Helen yang juga di anggukan oleh Sinta.
Sedangkan Alden anteng rebahan di pangkuan Sinta, sambil di elus Sinta kepalanya dan mendengar cerita para orang dewasa yang disitu, membuat Alden cepat tertidur karena serasa di dongengkan.
Risti yang di tanya langsung melihat ke arah Roni, begitu pun sebaliknya.
" Gimana ay " kata Risti pada Roni.
" Ga papa yank... Iya teman - teman, seperti yang kalian duga, aku dan Risti memang mempunyai hubungan, dan kami baru saja jadian sebulan yang lalu. Dan kami tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini dari kalian, hanya saja kami belum sempat untuk menceritakannya " jelas Roni yang langsung di anggukan oleh Risti.
" Oh gitu, selamat ya Roni, Risti semoga langgeng sampai pelaminan... " kata Sinta
" Selamat Roni, Risti. gantian kalian nih yang cinta lokasi. Semoga langgeng sampai berumah tangga. Jangan ikut jejak Sinta dan gio ya, harus sama - sama saling setia. " kata Helen juga, sedangkan Sinta langsung melotot saat namanya dan mantan di buat.
" Terimakasih teman - teman, ku kira kalian akan marah pada kami karena kami belum sempat mengatakannya ." kata Risti yang sangat bahagia mendengarnya.
" Ya enggak lah, kami malah ikut senang atas hubungan kalian " kata Sinta.
" Traktir ya... " kata Helen yang juga di anggukan oleh Sinta.
" Oke siap... " sahut Risti dan Roni bersamaan.
__ADS_1
" Sekarang kamu Sinta " kata Risti yang juga di anggukan oleh Roni dan Helen
Sedangkan Reyhan hanya diam saja mendengarkan semuanya.
" Aku... Bukankah tadi suamiku sudah menjelaskannya " kata Sinta yang memang sudah di jelaskan tadi.
" Ciiieee... Suamiku katanya, sejak kapan kalian berdua menikah, kenapa kami tidak di undang... ?" tanya Risti, sedangkan Roni dan Helen hanya diam menunggu Sinta mengatakan alasannya.
" Sejak... " Sinta pun menceritakan semuanya, yang di awali dari di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, terus menikah diam-diam, dan hanya mengadakan ijab kabul saja karena keadaan masih belum aman untuk mereka, lalu menyembunyikan pernikahan mereka sementara waktu sampai keadaan aman baru mengadakan resepsi dan mengundang semuanya.
Mendengar cerita Sinta, Roni, Risti dan Helen pun mengangguk dan mengerti, sedangkan Reyhan hanya diam saja karena sudah mengetahui semuanya.
" Terus setelah bersama masa belum tumbuh cinta di antara kalian...?" tanya Risti yang begitu penasaran dengan rumah tangga sahabatnya ini.
" Awalnya sih tidak, tapi setelah selalu bersama entah kenapa... Mmm... Boleh ga sih, jatuh cinta pada suami sendiri... " kata Sinta pada teman - temannya.
" Ciiieee... Boleh banget kali sin, yang ga boleh itu cinta sama suami orang, DOSA... " kata Helen dan langsung di anggukan oleh Risti dan Roni.
Sinta pun mengangguk menyetujuinya.
Tanpa Sinta sadari Devan mendengar semuanya, karena berdiri tepat di belakang Sinta.
__ADS_1
Sedangkan teman - temannya memang sudah melihat dari tadi, tapi Devan memberi kode agar mereka tetap diam.
Setelah mendengar perkataan Sinta tadi, dengan tiba-tiba Devan...