Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 34


__ADS_3

Saat mereka hendak duduk tiba - tiba tak sengaja Sinta melihat Gio sedang duduk dan makan bersama dengan seorang wanita.


" Udah jangan di lihatin, yu duduk, kita langsung pesan saja. " kata Helen yang juga melihat apa yang Sinta lihat.


" Benar, lupakan yang lalu. Mati satu tumbuh seribu..." kata Roni pada temannya itu.


" Benar, ya sudah mau pesan apa nih..." kata Risti yang sengaja mencairkan suasana.


Sedangkan Sinta hanya tersenyum mendengar teman - temannya bicara, ia pun langsung berhenti melihat ke arah sang mantan dan langsung duduk bersama teman - temannya.


Mereka pun memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol dan bercanda bersama.


Sedangkan Gio diam - diam melihat ke arah Sinta dan teman - temannya, yang sedang tertawa bersama.


Ada rasa penyesalan di hati gio karena sudah meninggalkan Sinta begitu saja, tanpa Gio sadari wanita yang bersamanya dan juga sekaligus istrinya itu menyadari hal itu.


" Kamu kenapa sih mas, lihatin mereka terus, kangen ya sama mantan..." kata perempuan yang bersama Gio itu terlihat kesal.


" Eh... nggak sayang, mana ada seperti itu, yu lanjutkan makanya, habis itu kita kembali ke ruangan. " kata Gio berkilah, agar istrinya itu tidak marah padanya.


Gio dan istrinya itu pun segera menyelesaikan makanannya, dan langsung kembali keruangan mereka yang memang satu tim.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Sinta dan teman - temannya langsung kembali ke ruangan mereka, tapi sebelum kembali tanpa sepengetahuan temannya Sinta memesan makanan untuk Devan, dan meminta pelayan kantin itu untuk mengantarnya ke pada suaminya itu, dan tak lupa Sinta juga menuliskan pesan di sebuah kertas yang sudah ia taruh di atas tempat makanan itu.


Di ruangan Devan saat ini ia begitu sibuk dengan pekerjaannya, hingga ia melupakan makan siangnya


Tok tok tok...


" Masuk... " sahut Devan dari dalam.


" Maaf tuan, ini ada pesanan untuk anda. " kata Reyhan, karena hanya Reyhan lah yang boleh masuk ke ruangan CEO itu, dan pelayanan suruhan Sinta tadi hanya menitipkannya pada Reyhan.


" Dari siapa, ya sudah taruh saja di situ... " kata Devan yang masih fokus dengan layar komputer nya.


" Saya juga tidak tahu tuan, pelayan itu tidak bilang dari siapa, dan hanya berpesan untuk memberikannya kepada tuan. " jawab Reyhan yang meletakkan bungkusan itu di atas meja Devan.


" Mm... " sahut Devan yang tetap dalam pekerjaannya.


Reyhan pun langsung keluar dan kembali keruangannya.


Setelah Reyhan keluar, tidak lama ponsel Devan pun berdering, menandakan ada pesan masuk.


Seketika Devan pun menghentikan pekerjaannya, dan langsung mengambil ponselnya, lalu melihat pesan itu.

__ADS_1


" Makan siang dulu pak, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan..." kata pesan yang ada di ponselnya itu.


Mendapatkan pesan itu seketika Devan langsung tersenyum karena pesan itu berasal dari istrinya siapa lagi kalau bukan Sinta.


" Kamu sendiri sudah makan...?" tanya Devan yang membalas pesan itu.


" Sudah pak, baru saja selesai, makanya sekalian saya pesankan buat bapak. " jawab pesan dari Sinta.


Melihat jawaban pesan itu, seketika Devan langsung mengambil bungkusan yang di bawakan Reyhan tadi lalu membukanya.


( Selamat makan mas Devan, semoga suka dengan makanannya... ) Begitulah pesan yang Sinta tuliskan di sebuah kertas kecil di atas kotak makanan itu.


Melihat itu semakin tersenyum lebar Devan, hatinya pun sangat bahagia saat ini mendapat perhatian kecil dari sang istri.


" Terimakasih banyak istriku, ya sudah saya makan dulu ya 😘..." pesan dari Devan untuk Sinta.


" Sama - sama 🤭 " balasan pesan dari Sinta.


Setelah menulis pesan itu, dan langsung mendapat balasan, sambil tersenyum senang Devan membuka makanan itu lalu memakannya dengan hati yang sangat bahagia.


Di ruangan Sinta, sama seperti halnya Devan, saat ini Sinta juga senyum - senyum sendiri sambil memegang ponselnya.

__ADS_1


Ketiga temannya pun saling pandang dan merasa heran pada Sinta...


__ADS_2