
Saat di perjalanan tiba-tiba ....
Tring tring tring... Telpon Sinta berbunyi.
" Halo..." jawab Sinta sambil menyetir mobil dengan pandangan lurus ke depan.
" Sinta, kamu sudah sampai di tempat kerja...?" tanya orang di sebrang telpon sana.
Sinta pun langsung mengenali suara itu tanpa melihat ponselnya, karena ia menggunakan handset.
" Belum mah, Sinta masih di jalan. Ada apa...?" tanya Sinta yang bingung tiba - tiba mamahnya menelpon.
" Mamah sedang menuju ke rumah sakit xx sekarang, papah mu kena serangan jantung mendadak, cepat nyusul ke rumah sakit sekarang. " kata Laras di telpon.
chiiittthh...
Mendengar itu Sinta pun langsung menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan.
__ADS_1
Sinta begitu terkejut mendengar kabar itu, padahal sebelum ia pergi tadi papahnya baik - baik saja.
" Sinta kamu masih di sana nak, ya sudah mamah tutup dulu kami sudah sampai di rumah sakit sekarang, cepat nyusul Sinta..." kata Laras yang kedengarannya sangat panik.
" Iya mah..." kata Sinta.
Setelah mamahnya mematikan teleponnya, Sinta langsung balik arah dan langsung menuju rumah sakit yang Laras sebutkan tadi.
Sinta mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak butuh waktu lama untuknya sampai di rumah sakit itu.
Setelah sampai Sinta langsung masuk dan bertanya pada salah satu perawat di situ, perawatan itu pun langsung membawa Sinta ke pada orang tuanya.
" Mamah... Gimana keadaan papah sekarang, kenapa papah bisa kena serangan jantung..." tanya Sinta yang baru saja datang dan langsung menghampiri mamahnyanya itu.
" Hiks hiks hiks... Tadi setelah kamu pergi, papah mendapatkan telpon dari asisten pribadinya yang ada di kantor, dia bilang kalau proyek yang sedang di tangani papah mu mengalami kerugian yang sangat besar, akibat sebagai besar dana di bawa kabur oleh salah satu orang kepercayaan papah mu. Mendengar itu lah, papah mu langsung terkejut apalagi perusahaan kita sekarang terancam gulung tikar karena gagalnya proyek itu, papah mu begitu terkejut hingga merasakan sesak di dada dan jadi seperti ini Hiks hiks hiks..." jawab Laras yang menjelaskan kepada putrinya itu sambil menangis.
" Astaga... Mamah tenang ya, Kenapa bisa seperti itu, bang Brian bagaimana mah, apakah Abang sudah tahu...?" tanya Sinta lagi yang juga sangat terkejut mendengar semua itu.
__ADS_1
" Abang mu juga sudah tahu, ia pun juga sudah tidak dapat berbuat apa-apa, dan sekarang Abang sedang dalam perjalanan kesini. " jawab Laras lagi yang memang sudah menghubungi anak pertamanya itu sebelum menghubungi Sinta.
" Hah... Ya ampun kenapa bisa seperti ini..." kata Sinta lagi sambil memijat keningnya yang pusing dan masih terkejut mendengar semuanya, apalagi papahnya masih di tangani dokter dan belum tahu kondisinya seperti apa.
Sinta dan mamahnya pun menunggu di depan ruangan dengan perasaan yang sangat khawatir terhadap Bram, Laras hanya terduduk lemas di kursi tunggu, sedangkan Sinta terus mondar mandir di depan ruangan saking cemasnya.
Tidak lama Brian pun datang dan langsung menuju mamah dan adiknya itu.
" Mamah, Sinta bagaimana keadaan papah sekarang...?" tanya Brian yang baru saja tiba itu.
" Papah mu masih di tangani dokter nak, kita masih belum tahu bagaimana kondisinya, karena dokter masih belum selesai dan masih berada di dalam. " jawab Laras pada putra pertamanya itu.
Mereka pun masih sama - sama menunggu di depan ruangan, sambil menunggu Sinta mengabari rekan kerjanya kalau ia tidak bisa masuk kerja hari ini.
" Halo Risti, tolong bilang sama atasan ya aku tidak masuk kerja hari ini, papah ku sakit dan aku sedang berada di rumah sakit sekarang. " kata Sinta melalui ponselnya.
" Iya nanti aku bilang, kamu yang sabar ya sin... ya sudah aku tutup dulu dah..." sahut Risti
__ADS_1
" Dah..." kata Sinta juga yang langsung mematikan ponselnya.
Baru saja Sinta selesai menghubungi teman kerjanya, dan ingin duduk sebentar di samping Abang dan mamahnya, tiba tiba...