Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 56


__ADS_3

" Hai Devan apa kabar...?" tanya seseorang dan langsung membuat Devan terlihat sangat kesal.


" Kenapa kamu bisa ada di sini, pergi sana... " kata Devan bukannya menjawab tapi malah mengusir orang itu dari hadapannya.


" Wow santai bro, wah siapa nih gadis cantik yang ada di sebelah mu, cewe baru ya kenalin dong... " kata orang itu yang terlihat sedikit lebih muda dari Devan, dan wajahnya juga sangat tampan sama seperti Devan.


Sedangkan Sinta hanya diam saja, meskipun ada sedikit kagum pada orang itu, tapi Sinta juga ingat kalau statusnya sekarang sudah menjadi seorang istri, jadi tidak bisa seenaknya lagi mengagumi orang lain selain suaminya.


" Siapa sih orang ini, wajah nya tak kalah tampan dari pak Devan. Hichh... apaan sih Sinta, ingat suami..." kata Sinta dalam hati.


" Ayo kita pergi dari sini, Jagan hiraukan dia. " ajak Devan yang seketika langsung mengajak Sinta pergi dari situ, sedangkan Sinta hanya menurut saja saat Devan membawanya pergi menjauh dari orang itu.


Melihat Devan dan Sinta yang pergi begitu saja tanpa menghiraukannya, membuat orang itu mengepalkan tangannya, dan merubah ekspresi wajahnya yang kelihatan begitu sangat marah.


" Awas saja kamu Devan, aku akan merebut semua milikmu, termasuk perempuan cantik yang bersama mu sekarang, seperti yang pernah ku lakukan dulu tunggu saja saatnya. " gumam orang itu dan langsung pergi dari supermarket itu terlebih dahulu.

__ADS_1


Sedangkan Devan langsung berubah dingin dan terlihat sangat kesal saat ini setelah bertemu dengan orang itu tadi.


" Ada hubungan apa antara mas Devan dengan orang itu tadi, kenapa setelah bertemu dengannya mas Devan langsung kelihatan sangat kesal dan marah seperti itu. " kata Sinta dalam hati, sambil diam saja berjalan mengiringi Devan ke arah kasir untuk membayar semua belanjaannya.


Roni dan Risti keluar lebih dulu, karena mereka terlebih dahulu selesai membeli semua yang ingin mereka bawa, Sedang Sinta dan Devan masih berada di tempat kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Berbeda dengan Helen dan Reyhan, mereka masih memilih belanjaan yang mereka berdua inginkan, dan masih berjalan bersama mereka berdua akhirnya sepakat untuk saling membantu, Reyhan yang membawa troli, Helen yang memilih dan mengambil belanjaan yang mereka berdua inginkan.


Dan tanpa Helen dan Reyhan sadari, mereka berdua jadi semakin dekat bahkan sudah tidak ada lagi ke canggungan di antara mereka berdua, dan sesekali mereka saling tersenyum bersama ketika menemukan barang yang sangat lucu kelihatan mereka berdua.


" Sudah pak, segini saja sudah cukup, nanti keberatan lagi bapak bawanya hehehe... " jawab Helen.


" Memang berat sih, sini bantuin saya mendorong troli ini. " kata Reyhan yang sengaja bilang berat, padahal hanya alasan saja.


" Oke pak, geser sedikit pak, jadi kita dorong bersama. " kata Helen yang langsung di anggukan oleh Reyhan.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung menuju tempat kasir untuk membayar belanjaan mereka.


" Ya Tuhan mimpi apa aku semalam, bisa belanja di temani pangeran tampan...aaaa." jerit Helen dalam hati saking bahagianya bisa bersama dengan pria no dua paling tampan yang ada di kantor tempatnya bekerja.


Sedangkan Reyhan juga merasakan hal yang sama seperti Helen, saat ini Reyhan juga sangat bahagia.


" Ya Tuhan, mungkinkah ia jodoh yang sudah engkau siapkan untuk ku, karena hanya ia yang mampu menggetarkan hatiku saat ini. " kata Reyhan dalam hati, sambil diam saja dengan wajah datarnya sesekali tersenyum pada Helen, dan membuat Helen semakin klepek - klepek di buatnya.


Setelah selesai membayar, dan Reyhan lah yang membayar semua belanjaan Helen, mereka berdua pun langsung keluar supermarket itu.


" Terimakasih banyak pak, jadi tidak enak sudah di bayarin, di bawain lagi belanjaannya. " kata Helen yang sangat bahagia saat ini, wanita mana coba yang tidak senang di perlakukan seperti ini begitu juga dengan Helen.


" Sama - sama, yu " sahut Reyhan yang tersenyum hangat pada Helen, bertambah klepek - klepek lah Helen di buatnya.


Sesampainya di parkiran supermarket itu, bertapa terkejutnya Helen dan Reyhan tiba - tiba...

__ADS_1


__ADS_2