Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 71


__ADS_3

Meskipun Brian sedikit bingung tapi ia tetap mengikuti apa yang di katakan oleh keponakan angkatnya itu, sambil sesekali melirik ke arah Alden.


Mereka menuju tempat perumahan yang agak jauh dari perkotaan, dan sekarang mereka sudah tiba di tempat yang juga banyak di jaga oleh penjaga.


" Kamu tunggu di mobil saja nak, biar Om dan anak buah Om yang masuk " kata Brian


" Iya Om, hati - hati... " kata Alden yang langsung di anggukan oleh Brian.


Brian langsung turun dari mobil bersama anak buahnya, mereka langsung menyerang tempat itu secara terang-terangan.


Di dalam rumah itu saat ini Devan dan Sinta masih dalam keadaan tidak sadar karena di bius mereka, dan saat ini Devan dan Sinta sedang berada di dalam kamar seperti penjara.


Sedangkan yang menculik Devan dan Sinta berada di ruang tamu, melihat anak buahnya menghadapi anak buah Brian di luar.


Sedangkan Alden, entah apa yang ia lakukan di dalam mobil, yang jelas saat ini Alden kecil sedang berusaha menemukan kedua orang tuanya.


Brian dan para anak buahnya masih melawan orang - orang yang sudah menculik Devan dan Sinta itu.


Karena lebih banyak Anak buah Brian dari pada penjaga di tempat itu, dengan mudah Brian mengalahkan mereka dan langsung masuk ke dalam rumah itu.

__ADS_1


" Hei brengsek... Dimana kalian menyembunyikan Devan dan Sinta ?" kata Brian setelah masuk kedalam.


" Wah wah wah... ternyata ada pahlawan kesiangan disini ded, kata Riski.


" Benar, punya nyali juga kamu datang ke kandang harimau. " kata Prasetyo yang masih duduk di ruang tamu bersama putranya.


" Jangan banyak omong kalian, cepat lepaskan mereka kalau tidak kalian akan menyesal. " kata Brian yang begitu sangat kesal dan jengah melihat kedua orang ini.


" Serang dia... " perintah Riski pada anak buahnya.


Anak buah Prasetyo langsung menyerang Brian dan anak buahnya, perkelahian pun sangat sengit buk buk buk... Brian terus melawan anak buah Riski dan Prasetyo.


Suara perkelahian itu sampai terdengar jelas ke ruangan tempat Devan dan Sinta, dengan perlahan Devan pun sadar dan membuka matanya.


" Apa yang sudah terjadi, dimana aku sekarang... " kata Devan yang melihat sekelilingnya, sampai pandangannya tertuju pada istrinya yang juga terikat sama sepertinya.


" Sinta, bangun Sinta... Sinta... " panggil Devan untuk membangunkan istrinya itu.


Devan terus memanggil, dan akhirnya Sinta sadar.

__ADS_1


" Mmmhhh... dimana ini. " kata Sinta yang baru saja membuka matanya.


" Saat ini kita sedang di culik Sinta. " kata Devan.


Sinta yang mendengar suara suaminya langsung melihat ke arahnya.


" Mas, kita dimana kenapa kita bisa ada di tempat ini ?" tanya Sinta yang langsung terkejut karena kaki dan tangannya di ikat sama seperti Devan.


Hiiiaaaa, buk buk buk...


Suara perkelahian dan keributan dari luar.


" Suara apa itu mas, sepertinya suara orang yang sedang berkelahi " kata Sinta.


" Iya Sinta, sepertinya memang sudah terjadi perkelahian di luar sana " kata Devan juga.


" Kita harus keluar dari sini mas..." kata Sinta


" bagaimana kita bisa keluar dari sini " tanya Devan yang melihat ke arah kaki dan tangannya yang sedang terikat.

__ADS_1


" Oh iya, bagaimana ini " sahut Sinta yang juga melihat dirinya juga sama terikat di kursi.


Tidak lama seseorang masuk ke dalam ruangan itu, melihat orang yang baru masuk itu membuat Sinta dan Devan begitu sangat terkejut.


__ADS_2