
" Kamu kenapa sin, senyum - senyum sendiri, bahagia banget kelihatannya..." kata Helen
" iya nih aneh banget, kenapa sih cerita dong..." kata Risti juga.
" Dapat gebetan baru nih pasti... " kata Roni juga menambahkan.
" Hehehe... Mau tau aja, kepo ya..." kata Sinta
Bertambah heran dan penasaran lah mereka bertiga.
" Iiiccchhh kasih tahu dong, jangan bikin aku penasaran Sinta... " kata Risti yang paling penasaran di antara yang lain.
" Hehehe... Entar kapan - kapan deh ceritanya, yu lanjut kerja lagi. " kata Sinta yang sudah memulai pekerjaannya.
" Huh... Dasar kamu ya, janji ya kasih tahu nanti. " kata Helen
" Iya janji..." balas Sinta yang langsung di anggukan oleh mereka.
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dengan tenang.
Sore hari seperti biasa, para karyawan sudah mulai pulang, karena sudah jam nya pulang kerja. Begitu juga dengan tim Sinta, mereka juga sudah bersiap untuk pulang.
" Yu Sin, pulang... " ajak Risti yang sudah berdiri lebih dulu dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Iya sebentar, kalian duluan saja aku mau menyelesaikan ini sebentar. " sahut Sinta.
" Ya sudah kami duluan ya... " kata Helen yang juga di anggukan Risti.
" Iya... " kata Sinta.
" Yu Sin, aku duluan juga ya. " pamit Roni
" Oke, aku juga sebentar lagi pulang. " sahut Sinta.
Mereka bertiga langsung keluar lebih dulu, sedangkan Sinta masih berada di ruangannya untuk menyelesaikan sedikit pekerjaannya.
Tidak lama akhirnya pekerjaan Sinta pun selesai, ia pun bersiap untuk pulang, tapi sebelum pulang ia mengirim pesan terlebih dahulu pada suaminya.
Tidak lama Devan pun membalas pesannya.
" Kamu pulang duluan saja Sinta, saya masih banyak pekerjaan, sepertinya akan lembur malam ini. Jadi nanti saya pulang bersama Reyhan. " balasan pesan dari Devan.
" Oh ya sudah, saya pulang duluan ya pak. " pesan Sinta lagi.
" Iya, hati - hati di jalan istriku. " balasan pesan dari Devan lagi.
" oke, pak... eh mas maksudnya hehehe..." balas pesan Sinta lagi.
__ADS_1
Sambil tersenyum Sinta mengirim pesan terakhir itu, setelah berbalas pesan dengan suaminya, Sinta pun Keluar untuk pulang.
Setelah sampai di parkiran, dan ketika Sinta hendak membuka pintu mobil nya, tiba - tiba...
" Tunggu sebentar Sinta... " kata seseorang yang memegang lengan Sinta, sehingga Sinta tidak jadi membuka mobilnya.
" Apa sih, lepas... " kata Sinta yang terkejut lalu melepas paksa tangan orang yang memegang lengannya.
" Oke, maaf aku cuma mau bicara sebentar denganmu " kata orang itu yang ternyata adalah Gio mantan Sinta.
" Hah... Oke cepat apa yang mau kau katakan, aku tidak punya banyak waktu. " kata Sinta lagi yang bersandar di mobilnya sambil melipat tangannya.
" Begini Sin, aku cuma mau minta maaf, maafkan aku, aku sudah salah karena telah meninggalkanmu, maafin aku ya " kata Gio yang berdiri di hadapan Sinta.
Sebenarnya Sinta masih sangat kesal pada Gio, tapi Sinta juga tidak mau terus melihat masa lalu, jadi perlahan ia mencoba menerima semuanya.
" Huh... Oke aku maafkan, tapi aku minta jangan pernah lagi untuk menemui ku, dan ini adalah terakhir kalinya Kita bicara, kecuali penting itu pun menyangkut pekerjaan di luar itu jangan pernah lagi menemui ku. " kata Sinta tegas.
" Tidak bisa kah kita berteman lagi Sinta... " kata Gio lagi.
" Tidak, kecuali menyangkut pekerjaan, karena aku tidak mau berteman dengan suami orang, apalagi itu mantan. " kata Sinta tegas sambil membuang mukanya ke arah lain.
" Baiklah, terimakasih kau sudah memaafkan ku. padahal aku sangat berharap sekali kalau kita bisa bersama lagi seperti dulu, walaupun sebatas teman. " kata Gio pada Sinta
__ADS_1
" Hmm... Maaf GI, seperti yang ku katakan tadi ak... " PLAk... Perkataan Sinta terpotong karena tiba - tiba ada seseorang yang menampar...