Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 41


__ADS_3

Disaat mereka masih tertawa bersama tiba - tiba..


" Permisi assalamualaikum... " salah Risti yang tiba-tiba masuk.


" Walaikum salam " sahut mereka semua yang ada di situ.


" Eh banyak orang rupanya, Maaf om, Tante, semuanya saya masuk sembarang hehehe. ' kata Risti yang sangat tidak enak masuk dengan tiba-tiba.


" Tidak apa-apa nak, mari bergabung kemari " kata Laras yang memang sudah mengenalnya.


" Terimakasih Tante " kata Risti lagi dan langsung masuk kedalam.


" Assalamualaikum " salam Helen dan Roni lagi yang baru saja datang.


" Walaikum salam " sahut mereka semua dari dalam.


" Maaf semua kami mengganggu, kami datang kesini ingin menjenguk Sinta " kata Roni yang juga di anggukan oleh Helen.


" Tidak apa-apa nak, ayo mari masuk " kata Laras lagi yang memang juga mengenal mereka berdua.


" Mamah kenal sama mereka... ?" tanya Brian yang bingung melihat Mamah mengijinkan orang lain masuk.


" Mamah kenal banget, mereka sering main ke rumah, kamu saja yang tidak tahu. " jawab Laras dan langsung saja di anggukan oleh Brian.

__ADS_1


" Boleh kami melihat Sinta Tante " kata Risti yang juga di anggukan Helen dan Roni.


Laras pun melihat ke arah Devan yang duduk di sebelah Sinta berbaring.


Helen, Risti, dan Roni pun mengikuti pandangan Laras, dan bertapa terkejutnya mereka melihat Devan berada di sana.


Dan juga Atmaja serta Sarah yang duduk di kursi sebelah ranjang Sinta.


Setelah terkejut, mereka bertiga langsung menundukkan kepala mereka, sambil saling pandang satu sama lain.


Devan yang di tatap Laras pun mengerti dan langsung mengangguk mengiyakan. Setelah itu Devan pun bangkit dan berjalan lalu duduk di sebelah orang tuanya dan juga Brian.


" Silahkan kalau kalian mau bertemu dengan Sinta, ia baru saja sadar. " kata Laras lagi.


mendengar itu mereka bertiga pun langsung mendekat ke arah Sinta yang masih berbaring.


" Sinta... pantas saja tidak pernah masuk kerja lagi, rupanya kamu tidur lama disini. " kata Roni yang dapat dorongan langsung dari Helen.


" Sembarang ih tu mulut, Sinta kangen " kata Helen langsung memeluk Sinta setelah mendorong Roni yang bicara sembarangan.


" Apa sih len, Maaf ya Sinta hehehe... " kata Roni lagi


" Terimakasih semua, ia aku baik - baik saja kalian tidak perlu khawatir ya. " sahut Sinta sambil memeluk Helen dan Risti sedangkan Roni hanya berdiri de depan mereka.

__ADS_1


" Hey Aku Juga kangen tahu, bukan cuma kalian saja, aku juga mau peluk Sinta tau gantian dong. " kata Roni


Devan sempat ingin marah tapi tidak jadi setelah melihat mereka lagi yang mengucapkan.


" Tidak boleh, bukan muhrim tahu kamu cukup berdiri saja di situ. " kata Risti yang di anggukan juga oleh Helen. dan masih memeluk Sinta.


Mendengar itu, Roni pun cemberut lalu duduk bergabung dengan Brian dan Devan di kursi.


Atmaja, Sarah, Bram, Laras, Brian dan Devan pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berempat.


" Eh sin, ko pak Devan ada disini " tanya Risti yang sedari tadi penasaran.


Sinta pun bingung harus jawab apa, ia langsung menatap kearah Devan, Devan yang di tatap pun hanya mengangkat bahunya saja. Dan itu membuat Sinta mendelik kan matanya pada Devan.


Risti, Helen dan Roni pun kembali saling pandang, karena merasa bingung.


" Oh aku tahu nih, apa jangan-jangan... " kata Risti yang hendak menebaknya sendiri, tapi langsung di hentikan oleh Helen


" Hus, nanti saja bahasanya, hehehe... Maaf ya sin " kata Helen lagi yang sangat tidak enak karena masih ada para orang tua terlebih lagi atasan mereka juga berada di situ.


" Oh iya, hehehe maaf semuanya " kata Risti lagi yang juga merasa tidak enak.


" Kebiasaan, ngerumpi tidak tahu tempat. " kata Roni dan langsung dapat pelototan dari Risti.

__ADS_1


" Sudah - sudah, nanti saja kalau aku sudah sembuh total baru kita sambung lagi ngerumpi. " kata Sinta


Mereka semua pun langsung tersenyum bersama, dan tidak lama kemudian, Brian pun berjalan kearah mereka.


__ADS_2