Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 68


__ADS_3

Sebelum duduk pandangan mereka berenam tertuju pada anak kecil yang duduk di sebelah Devan dan Sinta.


" Siapa anak kecil ini Dev...?" tanya mamah Sarah, karena ia yang paling penasaran di antara yang lain.


" Oh ini, kenalkan semua mulai sekarang ia menjadi anak kami, namanya Alden, Alden kenalkan mereka adalah orang tua papah sama mamah. Jadi mulai sekarang mereka adalah kakek - kakek dan nenek - nenek Alden " kata Devan, dan langsung di anggukan oleh Alden.


" Dan itu adalah Abang mamah dan kekasihnya, panggil saja Om dan Tante ya nak " kata Sinta juga dan langsung di anggukan Alden . Alden langsung bangkit dari tempat duduknya, langsung menghampiri mereka berenam, lalu mencium punggung tangan mereka satu persatu.


" Wah pintar sekali anak ini, ia tahu cara menghormati orang tua, halo sayang ini kakek Bram. " kata Bram setelah Alden mencium punggung tangannya .


Kemudian bergantian dengan yang lainnya, Alden juga mencium punggung tangan mereka semua, begitu juga dengan mereka yang memperkenalkan diri mereka pada Alden.


Mereka berenam tidak ada yang keberatan sama sekali Devan dan Sinta mengangkat anak, bahkan mereka sangat senang, bertambah lagi anggota dalam keluarga besar mereka.


Mereka semua makan malam bersama dengan hikmat, setelah makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


" Sinta, kalau boleh kami tahu, dimana kamu menemukan Alden sehingga ia menjadi anak kalian sekarang... " tanya Laras yang juga di anggukan di anggukan oleh mereka.

__ADS_1


" Begini mah, saat itu Sinta dan teman - teman... " Sinta pun menceritakan semuanya, awal pertemuan nya dengan Alden, sampai mereka mengunjungi panti asuhan, kemudian Devan langsung memutuskan untuk mengadopsi Alden menjadi anak mereka, Devan pun mengangguk mengiyakan apa yang di ceritakan oleh Sinta.


Mereka ber enam yang mendengar cerita Sinta, sangat bangga pada Sinta dan Devan yang dengan senang hati mengangkat dan menyayangi Alden seperti anak kandung sendiri.


Sedangkan Alden sangat bahagia, karena ia di terima oleh keluarga orang tua angkatnya itu dengan tangan terbuka.


Mereka semua berbicara dan mengobrol bersama, hingga tengah malam, dan para orang tua memutuskan untuk menginap di rumah Devan, sedangkan Brian mengantarkan kekasihnya untuk pulang terlebih dahulu, baru kembali lagi ke rumah Sinta untuk menginap di sana juga.


Tidak terasa malam pun berlalu dan berganti dengan mentari yang menyinari seluruh bumi.


Saat ini Devan dan Sinta, juga keluarga besar mereka sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.


" Iya sayang, nanti nenek belikan banyak mainan asalkan Alden mau ikut bersama kakek dan nenek ya. " kata Sarah juga menambahkan, karena ia sangat suka sekali dengan Alden sehingga mereka berdua ingin membawanya kerumah mereka.


Alden pun terdiam memikirkan, lalu ia menatap kedua orang tuanya. Devan dan Sinta mengerti dengan tatapan putranya itu, dan langsung mengangguk mengiyakan.


" Baiklah kek,nek, Alden mau ikut ke rumah kakek sama nenek saat papah dan mamah bekerja. " kata Alden yang langsung membuat Atmaja dan Sarah begitu sangat bahagia.

__ADS_1


" Alden yang pintar ya sama kakek dan nenek, nanti pulang kerja papah sama mamah jemput " kata Devan yang juga di anggukan Sinta.


" Ia pah mah..." sahut Alden.


" Wih enak banget kalian, punya anak sudah besar aja. " kata Brian.


" Bagus malah Bang, kata orang bisa buat pancingan, supaya cepat memiliki momongan. " kata Laras.


" Makanya kamu buruan menikah, biar bisa seperti Sinta dan Devan " kata Bram


" Oke pah, dengan segera Minggu depan Abang akan melamar Naina, kalian berdua bersiap saja. " kata Brian.


" Bagus Bang, gercep... " kata Sinta yang juga di anggukan Devan.


" Wah bagus sekali itu, biar nambah lagi anggota keluarga kita. " kata Atmaja yang juga di anggukan semuanya.


Mereka semua sarapan dengan penuh kebahagiaan, setelah selesai sarapan mereka berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, Atmaja dan Laras langsung membawa Alden ke rumah mereka.

__ADS_1


Setelah semuanya pulang Sinta dan Devan bersiap untuk berangkat ke kantor, setelah siap, mereka berdua langsung berangkat ke kantor bersama.


Sedangkan Alden yang sudah ikut bersama Atmaja dan Sarah merasa sangat tidak tenang, ia terus kepikiran dengan orang tua angkatnya itu.


__ADS_2