Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 63


__ADS_3

Saat mereka semua sedang sibuk, bertapa terkejutnya mereka tiba-tiba...


" Dev... Data perusahaan mu kembali pulih lihat ini... " kata Brian yang menunjukkan semua yang ada di komputernya.


Devan, Atmaja, Bram dan Brian langsung memeriksa semuanya, begitu juga dengan Reyhan dan para tim IT yang bertugas, serta para karyawan yang membantu termasuk Tim Sinta beserta teman-temannya, semua sangat terkejut, seakan tidak percaya kalau dalam sekejap data perusahaan yang sudah di curi kembali seperti semula, bahkan sudah di buatkan pengamanan khusus dari akun misterius yang sama sekali tidak di ketahui.


" Apa ini bang, semuanya telah pulih, bahkan di beri pengamanan yang khusus, siapa yang sudah melakukannya... " kata Devan sambil pokus melihat dan memeriksa semuanya.


" Aku juga tidak tahu, yang jelas akun misterius ini sudah menolong kita, dan lihat apa ini... " kata Brian yang menemukan sesuatu.


" Apa, apa kau menemukan sesuatu lagi... ?" tanya Devan.


" Ini, sepertinya akun misterius itu mengirimkan data situs yang sudah membobol data perusahaan mu. " kata Brian lagi .


Devan langsung memeriksanya kembali, bersama Atmaja dan Bram.


" Bukankah ini situs milik orang itu pah... " kata Devan yang menunjukkan itu pada Atmaja dan Bram.

__ADS_1


" Benar, tidak salah lagi ini adalah data situs milik perusahaan Prasetyo... KURANG AJAR... Berarti selama ini mereka yang sudah mengganggu keluarga kita terutama kamu Devan. " kata Atmaja begitu sangat marahnya.


" Itu kita urus nanti Ja, yang penting sekarang sudah aman semuanya. " kata Bram yang juga di anggukan Brian dan Devan.


" Papah Bram benar, Apa jangan - jangan orang yang ingin membuat Devan celaka selama ini adalah mereka... ?" kata Devan mengutarakan isi pikirannya.


" Bukan menduga lagi Dev, memang mereka lah pelaku yang ingin menyingkirkan mu. " jawab Brian.


Bertapa terkejutnya Bram, Atmaja, terutama Devan mendengar yang baru saja di katakan oleh Brian.


" Lihatlah ini, ini adalah laporan anak buah bayangan yang ku tugaskan untuk mengawal Devan dan Sinta selama ini. " kata Brian yang memperlihatkan semua laporan anak buahnya melalui ponsel.


Melihat itu semua, Devan dan Atmaja mengeraskan rahangnya, wajah mereka berdua langsung memerah menahan amarahnya karena begitu marahnya mereka pada orang yang tidak lain adalah Kaka kandung Atmaja sendiri yang bernama Prasetyo, dan anaknya bernama Riski.


" Sabar Ja, Dev. kita akan perketat penjagaan. " kata Bram untuk menenangkan besan dan menantunya itu.


" Mulai sekarang aku tidak akan tinggal diam, akan ku balas mereka " kata Devan mengepalkan tangannya karena saking marahnya.

__ADS_1


" Tapi ya aku bingung, siapa yang sudah membantumu, akun ini sangat misterius sekali. " kata Brian yang sambil berusaha melacak akun misterius itu.


" Siapa pun ia, aku sangat berterima kasih, karena sudah mengatasi semuanya. " sahut Devan yang sangat lega semua data perusahaannya sudah terselamatkan.


" Kau benar Dev, sekarang yang kita pikirkan bagaimana cara membalas perbuatan mereka, kalau perlu cepat di tindak lanjuti agar kau dan kita semua aman " kata Atmaja lagi yang langsung di anggukan Bram dan Brian.


" Papah benar, akan segera ku urus semua. " sahut Devan dengan senyum sinis nya dengan tatapan yang begitu sangat mengerikan.


**


Sedangkan di tempat lain saat ini dua orang yang berada di perusahaannya begitu sangat marah.


" Kurang ajar... Siapa yang sudah berani - berani melawanku. " kata orang itu yang tak lain adalah Prasetyo Kaka kandung Atmaja yang begitu sangat kesal karena semua usahanya membobol data perusahaan milik Devan di gagalkan oleh seseorang dengan akun misteriusnya.


" Kita sudah ketahuan ded, sekarang saatnya kita berhadapan langsung dengan si keparat Devan dan keluarganya itu. " kata Riski yang tak lain adalah sepupu Devan yang selalu merasa iri terhadap Devan dan selalu ingin memiliki semua yang di miliki oleh Devan.


" Kau benar, saatnya kita hadapi mereka secara langsung... Tunggu dulu.. apa lagi ini, brengsek..." kata Prasetyo yang langsung terkejut dan kelihatan begitu sangat marah sekaligus bingung.

__ADS_1


__ADS_2