Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 6


__ADS_3

Saking asiknya mereka ngobrol, tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap mereka.


" Oh ya Sinta sini... Kenalkan ini Devan anak Tante, ia baru saja terkena musibah... " kata Sarah yang memperkenalkan putranya pada Sinta.


Sinta pun langsung mendekati, ia mengamati orang itu. Sinta tidak dapat mengenalinya, karena wajah dan tubuh Devan di perban karena sangat parah akibat luka dan pukul dari orang- orang jahat itu.


Berbeda dengan Devan, ia begitu sangat ingat dengan Sinta, seseorang yang sudah menolong serta membantunya dan asisten pribadi itu, kalau bukan karena Sinta, mungkin nyawa mereka tidak dapat di selamatkan.


" Hai... Aku Sinta, semoga cepat sembuh ya..." kata Sinta yang mendekat pada Devan.


Devan pun hanya mengangguk, karena ia masih belum bisa berbicara sebab masih sangat lemah dan baru saja sadar.


Sedangkan Reyhan, asisten Devan di rawat di ruang sebelah dan juga di jaga oleh keluarganya.


Mereka pun mengobrol di ruang rawat Devan sambil menjaganya, sedangkan Devan hanya mendengarkan saja sambil sesekali memandang ke arah Sinta.


" Kita bertemu lagi, gadis penyelamat..." kata Devan dalam hati sambil memandang Sinta yang sedang asik tertawa bersama semuanya.


Malam pun semakin larut, kedua orang tua Sinta dan Devan pun tidak membicarakan tentang rencana mereka, karena masih menunggu Devan sembuh dulu, setelah itu baru mereka membahasnya.

__ADS_1


Yang terpenting bagi mereka, anak - anak mereka saling mengenal dan sudah bertemu satu sama lain, jadi bagi mereka tidak akan sulit lagi untuk mendekatkan Devan dan Sinta, serta rencana mereka pun bisa berjalan dengan lancar seperti keinginan mereka.


" Kami pulang dulu ya jeng... Besok kami kesini lagi " kata Laras pada Sarah.


" Benar, malam sudah semakin larut, jadi kami pulang dulu biar kalian bisa beristirahat." kata Bram juga dan Sinta pun hanya mengangguk saja mengikuti kata kedua orang tuanya.


" Baiklah terimakasih kalian sudah datang. " kata Atmaja yang memeluk sahabatnya itu


" Terimakasih jeng, hati - hati di jalan ya..." kata Sarah yang juga memeluk Laras.


Setelah itu bergantian Atmaja dan Sarah memeluk Sinta, dan Sinta pun membalasnya.


Setelah itu Sinta dan kedua orang tuanya langsung menghampiri Devan yang masih terbaring lemah di ranjang nya.


" Kami pulang dulu nak, semoga cepat sembuh ya, tetap waspada dan berhati-hati..." kata Bram yang menepuk lengan Devan.


Devan pun hanya mengangguk sebagai sahutan.


" Kami pulang dulu ya nak, semoga cepat sembuh..." kata Laras juga yang mengusap lengan Devan, dan juga di balas Devan dengan anggukan.

__ADS_1


" Kami Pulang dulu ya mas, semoga cepat sembuh..." kata Sinta juga ramah pada Devan.


Devan pun mengangguk, sambil menatap dalam ke Sinta.


Setelah berpamitan Sinta dan kedua orang tuanya pun langsung pulang ke rumah mereka, dengan mengendarai mobil masing-masing.


Tidak lama mereka pun sampai di rumah dan langsung menuju kamar mereka untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul satu malam.


Ke esokan paginya, seperti biasa sebelum berangkat bekerja, Sinta terlebih dahulu sarapan dengan kedua orang tuanya, setelah selesai ia pun langsung berpamitan.


" Sinta pergi dulu ya pah, mah..." kata Sinta yang mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu.


" Hati - hati sayang..." kata Bram setelah Sinta berpamitan padanya.


" Hati - hati nak, jangan terlalu ngebut bawa mobilnya..." kata Laras pada putrinya itu.


Sinta pun hanya mengangguk dan tersenyum kepada orang tuanya dan langsung pergi dari sana.


Seperti biasa Sinta berangkat bekerja menggunakan mobil kesayangannya itu, ia pun langsung tancap gas membelah jalan raya menuju tempat kerjanya.

__ADS_1


Di tengah perjalanan tiba-tiba...


__ADS_2