
Disaat Sinta berjalan keluar tiba-tiba...
" Tunggu... " panggil seseorang.
Sinta pun kembali berhenti karena ada yang menghentikan langkahnya lagi ketika ia Meu keluar kantor.
Semua karyawan yang bekerja di perusahaan itu pun sangat terkejut, terutama Bu Rita ia pun menghentikan langkahnya karena sangat terkejut mendengarnya.
" Tunggu, sebaiknya kau kembali ke ruangan mu. " kata Devan yang melihat kejadian tadi.
Sinta pun berbalik mendengar suara Devan memanggilnya.
" Maksud bapak, bukankah saya sudah di berhentikan ?" tanya Sinta.
" Di sini saya yang berhak memutuskan, jadi saya putuskan kalau kamu masih boleh bekerja di perusahaan saya " jawab Devan, karena ia tidak terima istrinya di berhentikan tidak hormat.
" Tapi pak, ia sudah sebulan lebih tidak masuk kerja, bukankah itu adalah contoh karyawan yang tidak proporsional karena terlalu banyak mangkir. " protes Bu Rita
Sinta pun diam sambil menunduk, karena ia memang merasa bersalah.
" Saya tahu, tapi selama ini kinerja kerjanya sangat bagus, dan sayang kalau di sia - siapkan, maka dari itu saya memberinya satu kesempatan. Jadi Sinta tunggu apa lagi, kembali ke ruangan mu sekarang. " kata Devan dengan tegasnya.
__ADS_1
Mendengar itu Bu Rita pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya menyetujui saja keputusan atasannya.
" Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya akan keruangan saya sekarang, permisi pak Devan, Bu Rita. " kata Sinta yang langsung di anggukan oleh Devan sedangkan Bu Rita hanya diam saja.
Setelah melihat Sinta sudah masuk ke ruangannya, Devan pun juga berjalan ke ruang kerjanya.
" Ya sudah sekarang bubar semua " perintah Reyhan asisten pribadi Devan.
Semua karyawan yang menyaksikan tadi pun langsung bubar kembali ketempat kerja mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Bu Rita, ia pun kembali keruangannya, tapi sambil menggerutu.
" kenapa sih pak Devan membela perempuan itu, apa terjadi sesuatu di antara mereka yang tidak ku ketahui. " kata Bu Rita yang masih memikirkan sifat Devan barusan, karena tidak biasanya pak Devan membela karyawan yang sudah di pecat.
Bukhh...
" Maaf, maaf Bu saya tidak sengaja " kata salah satu karyawan itu.
" Kamu ini bagaimana sih, punya mata tidak, jalan tidak lihat - lihat " kata Bu Rita yang begitu sangat marah padahal hanya tersenggol sedikit saja mungkin akibat kejadian tadi sehingga membuat Bu Rita melampiaskan kesalnya terhadap orang lain.
" Sekali lagi maafkan saya Bu, permisi " kata orang itu yang langsung pergi begitu saja karena mengerti dengan sifat Bu Rita yang selalu merasa benar.
__ADS_1
" Hey , hey " panggil Bu Rita tapi orang itu sudah tidak terlihat lagi.
" Huh menyebalkan... " kata Bu Rita lagi dan langsung masuk ke dalam ruangan nya sekarang.
**
Di ruangan Sinta, Sinta langsung di bondong berbagai pertanyaan oleh ketiga temannya itu.
" Sinta apa yang terjadi barusan, kamu tidak jadi di pecat " tanya Roni
" Sejak kapan pak Devan membela karyawannya " kata Helen.
" Mana ku tahu, yang jelas aku tidak jadi di pecat dan masih bekerja di kantor ini. " sahut Sinta sambil menyiapkan pekerjaannya.
" Aku tahu nih, jangan - jangan Sinta sedang dekat dengan pak Devan, atau jangan-jangan gebetan baru Sinta itu adalah pak Devan Aaaaaa" kata Risti yang langsung berteriak seakan tak percaya dengan pemikirannya sendiri.
" Hush... Ga usah teriak - teriak malu tahu kalau kedengaran yang lain. " kata Sinta menghentikan ucapan Risti yang tidak tahu tempat.
" Ya ga papa kali Ris, malah bagus kan Sinta dekat dengan pak Devan, daripada terus memikirkan mantannya. " kata Helen yang di anggukan oleh Roni.
" Ya tapi kan, pak Devan orang nya, seperti kulkas berjalan, dingin kasihan nanti Sinta bisa mati membeku kalau berhubungan dengannya. " kata Risti lagi.
__ADS_1
" Dah ah, ga usah di bahas lagi, ayo kembali bekerja " kata Sinta yang langsung di anggukan .
Saat mereka sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya tiba - tiba...