Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 25


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


" Pah, mah, bang. Rencananya besok Devan mau mengajak Sinta tinggal di rumah Devan, tidak apa-apa kan... " kata Devan meminta ijin kepada keluarga Sinta terlebih dahulu.


Sedangkan Sinta yang mendengar itu sangat terkejut dan hanya diam saja dulu mendengarkan.


" Terserah kalian saja, kami sebagai orang tua sangat tidak masalah sama sekali. " kata Bram


" Benar, mamah juga tidak masalah, kalian sudah menjadi suami istri, jadi itu adalah hak kalian untuk memutuskan untuk menjalani rumah tangga kalian. " kata Laras juga.


" Aku juga tidak keberatan, tapi ingat ya Devan, jaga baik - baik adik kesayangan ku ini, dan sering - seringlah main kemari. " kata Brian juga yang mengijinkan Devan membawa adik satu-satunya itu.


" Terimakasih kasih pah, mah. Tentu bang, aku akan menjaganya, dan kami akan sering main kemari. Dan kami juga menunggu kedatangan kalian semua di rumah kami nanti. " kata Devan lagi pada keluarganya itu.


Sedangkan Sinta hanya diam saja, sambil menggerutu dalam hati.


" Pak Devan kenapa tidak bilang dulu sih mau membawaku pergi, ya tuhan... Bagaimana ini... Hah terpaksa deh mau bagaimana lagi. " kata Sinta dalam hati.

__ADS_1


Sementara yang lain sibuk berbicara dan mengobrol bersama dengan penuh kehangatan, dan hanya Devan dan Sinta yang diam saja sambil saling tatap satu sama lain.


**


Ke esokan paginya, seperti yang di katakan Devan kemarin, hari ini Devan dan Sinta akan kerumah baru Devan. Dan mau tidak mau Sinta pun mengikuti kemana suaminya membawanya.


" Kami pergi dulu pah, mah, bang. " pamit Devan pada orang tuanya dan keluarga istrinya.


" Pergi dulu pah, mah, bang. " pamit Sinta pada keluarganya dengan mata berkaca-kaca memeluk satu persatu keluarganya.


" Iya nak, semoga kalian selalu bahagia, hati - hati di jalan ya. " kata Bram membalas pelukan anak dan menantunya itu.


Hati Laras dan Bram seakan tidak rela melepaskan putri mereka itu, tapi mereka memaklumi dan ikhlas menerima semuanya, karena memang sudah sewajarnya istri mengikuti kemana pun suaminya membawanya.


" Hati - hati di jalan dek, Dev. Jadilah istri yang baik ya dek, aku titip adik kesayangan ku ini padamu Dev, jaga dia dengan baik. " kata Brian juga dengan mata yang berkaca-kaca membalas pelukan adik dan adik ipar nya itu.


Seperti hal orang tuanya, Brian pun dengan berat hati melepaskan adik kesayangan itu, dan ia percaya kalau sahabatnya itu bisa menjaga Sinta dengan baik.

__ADS_1


Devan dan Sinta pun mengangguk, dan beralih berpamitan pada Atmaja dan Sarah.


" Pergi dulu pah, mah. " kata Devan dan Sinta bersamaan pada orang tua Devan itu.


" Hati - hati di jalan sayang, jangan lupa sering main kerumah kami juga. " kata Sarah yang langsung memeluk anak dan juga menantunya itu.


" Hati - hati di jalan nak... " kata Atmaja juga pada anak dan menantunya itu.


" Iya pah, mah. Ya sudah kami pergi dulu semua assalamualaikum..." salam Devan


" Pergi dulu, assalamualaikum. " kata Sinta juga.


" Walaikum salam " jawab mereka semua.


Devan dan Sinta langsung masuk ke dalam mobil mereka, mereka semua pun melambaikan tangan pada pasangan pengantin baru itu.


Dan mobil mereka pergi meninggalkan rumah keluarga Sinta itu, dengan mengendarai mobil sendiri Devan memboyong istrinya itu kerumah baru yang akan mereka tempati berdua.

__ADS_1


Saat di perjalanan menuju rumah baru mereka tiba - tiba...


__ADS_2