Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 58


__ADS_3

Di dalam panti, Sinta dan Devan langsung masuk dan mengikuti Bu Ningrum menuju ke kamar Alden.


Tok tok tok...


" Alden... Keluar sayang " panggil Bu Ningrum. Sedangkan Sinta dan Devan hanya diam saja menunggu Alden keluar.


Tidak ada Jawaban dari dalam, kemudian Sinta yang mencoba dengan memanggil Alden.


" Alden... Keluar sayang, ini mamah... " panggil Sinta.


Sedangkan Devan sedikit terkejut, tapi ia hanya diam saja untuk melihat semuanya.


Cekklek...


Pintu kamar pun terbuka dan langsung menampilkan seorang anak kecil dengan mata sembab seperti habis menangis lama.


" Mama, jangan tinggalkan Alden ma hiks hiks hiks... " kata Alden yang langsung memeluk kaki Sinta sambil menangis.


Sinta langsung di pelukan anak itu pun langsung terkejut, tapi ia juga langsung menormalkan perasaannya.


" Sudah sayang jangan nangis lagi ya... " kata Sinta dan langsung menggendong Alden.

__ADS_1


Sinta langsung membawa Alden keluar untuk bergabung bersama teman - temannya.


" Hai Alden, duh kenapa matanya sembab begini, ikut sama Tante yu " ajak Risti, tapi Alden menggeleng sambil memeluk erat Sinta.


" Ikut sama Tante saja bagaimana " ajak Helen juga, dan sama Alden tidak mau ikut siapapun, ia hanya ingin bersama Sinta. Dan mau tidak mau Sinta yang menggendongnya.


" Alden... Alden mau mama Sinta... ?" tanya Devan dan langsung di anggukan oleh Alden.


" Kalau begitu Alden siap - siap ya, mulai sekarang Alden akan bersama mama Sinta dan... panggil saya dengan sebutan papah bisa... " kata Devan, meskipun masih dengan nada dinginnya bicara pada Alden kecil.


Mendengar itu, wajah Alden pun langsung terlihat berbunga - bunga, ia begitu bahagia mendengar Devan mengatakan itu.


Sedangkan Sinta dan yang lainnya hanya melongo mendengar Devan mengambil keputusannya sendiri.


" Bagus... Bu Ningrum siapkan surat - suratnya, karena mulai sekarang Alden saya adopsi menjadi anak angkat saya dan Sinta, boleh kan Bu... " kata Devan meskipun dengan nada perintah pada Bu Ningrum tetapi masih tetap menghormati Bu Ningrum sebagai pemilik panti ini.


Sinta sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena saking terkejutnya mendengar apa yang baru saja Devan katakan, tapi juga sangat bahagia, karena tujuan utama Sinta datang ke panti ini memang untuk mengadopsi Alden, yang sudah mencuri hati Sinta sehingga Sinta begitu sayang pada anak kecil itu sekarang.


" Baik pak, jika itu yang bapak dan nak Sinta inginkan, dan juga Alden sangat menginginkan nak Sinta, ibu hanya mendukung saja dan segera menyiapkan surat - surat adopsinya. " kata Bu Ningrum meskipun ada rasa sedih karena Alden sudah ada yang mengadopsi, tapi Bu Ningrum juga sangat bahagia melihat Alden bahagia mendapatkan Keluarga baru.


" Baiklah Bu, nanti bisa di urus sama asisten pribadi saya ini " kata Devan dan langsung di anggukan oleh Reyhan.

__ADS_1


" Iya pak, saya akan segera mengurusnya. " sahut Bu Ningrum.


" Oh ya Bu, bolehkah setelah ini saya dan istri saya langsung membawa Alden pulang ke rumah kami... " tanya Devan karena melihat kedekatan Sinta dan Alden kecil itu.


" Oh iya Pak, jika itu yang kalian mau, saya sangat tidak keberatan sama sekali asalkan Alden bersedia, dan mau ikut bersama kalian. " kata bu Ningrum.


" Alden, Alden mau ya ikut papah sama mamah pulang " ajak Devan, dan langsung di anggukan Alden dengan sangat antusias nya.


" Ya sudah siap - siap ya, kita akan pulang sekarang. " kata Devan yang langsung di anggukan oleh Alden.


Alden pun langsung turun dari gendongan Sinta dan langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil semua barang miliknya untuk dibawa.


Melihat itu seketika Sinta langsung memeluk suaminya itu.


" Terimakasih mas, aku sangat bahagia sekali. " kata Sinta yang berada dalam pelukan Devan.


Sedangkan Bu Ningrum hanya tersenyum senang melihat pasangan ini, dan ia pun yakin kalau Alden akan bahagia di asuh oleh mereka.


Helen, Risti dan Roni sangat terkejut sekali mendengar Devan yang menyebutkan Sinta sebagai istrinya, dan lebih terkejut lagi, saat Sinta memeluk Devan dengan terang - terangan di hadapan mereka semua.


Saking terkejutnya mereka bertiga, langsung memberikan tatapan tajam dan mengintimidasi kepada Sinta, hanya pada Sinta saja, tidak berani pada Devan.

__ADS_1


__ADS_2