
" Halo, ada apa..." kata Devan setelah mengangkat ponselnya itu, dengan perasaan yang begitu kesal sehingga ia kembali ke mode dinginnya.
" Maaf mengganggu sebelumnya tuan... Begini tuan, saat ini di Perusahaan sedang terjadi masalah, dan hanya anda yang bisa menyelesaikannya. Sebaiknya anda segera kesini tuan untuk segera mengatasinya, agar masalah tidak bertambah besar. " kata Reyhan di sebrang telpon sana.
" Hah... Baiklah saya akan segera ke sana... " kata Devan lagi yang mau tidak mau harus pergi sekarang.
Devan pun mematikan teleponnya, dan bertepatan dengan keluarganya Sinta dari kamar mandi.
" Ada apa mas, apa sudah terjadi sesuatu...?" tanya Sinta yang melihat suaminya hanya diam saja.
" Mm... Terjadi masalah di perusahaan, dan hanya saya yang bisa menyelesaikan, kau tidak apa-apa kan saya tinggal dulu..." kata Devan yang sungguh tidak enak untuk meninggalkan istrinya itu.
" Ya sudah, mas pergi saja saya tidak masalah ko di sini. " Kata Sinta yang mengerti dengan semuanya.
" Maafkan saya Sinta saya harus pergi sekarang, oh Ya mungkin saya akan lembur malam ini untuk menyelesaikan nya, tidak apa-apa kan " kata Devan yang terpaksa harus pergi.
" Ia tidak apa-apa, besok juga rencananya saya sudah mulai masuk kerja lagi, tidak apa-apa kan " kata Sinta sebelum Devan pergi.
__ADS_1
" Iya terserah kamu saja, ya sudah saya pergi dulu ya, hati - hati di rumah, muach..." pamit Devan sambil mencium kening istrinya itu.
Entah kenapa di perlakukan seperti itu hati Sinta sungguh bahagia, dan ia hanya bisa tersenyum membalas perlakuan suaminya itu.
Devan pun langsung pergi menuju perusahaannya, sedangkan Sinta istirahat di kamar itu.
" Huh... Leganya, selamat aku hari ini. Eh tapi tunggu dulu, memangnya ada apa ya, jangan - jangan masalah besar lagi, sehingga pak Devan harus turun tangan sendiri. Tapi ya sudahlah, besok aku sudah kembali bekerja, nanti juga tahu. " kata Sinta yang sudah berbaring di atas tempat tidur sambil menatap langit kamarnya.
**
Sedangkan di perusahaan, saat ini teman - teman kerja Sinta sangat kesepian karena Sinta sudah tidak masuk kerja beberapa hari.
" Katanya sih ada urusan keluarga, makanya belum masuk kerja. " sahut Risti sambil mengerjakan pekerjaannya.
" Memangnya ada apa sih, apa keluarganya ada yang sakit, sampai beberapa hari ia tidak masuk...?" tanya Roni.
" Sinta bilang sih semuanya baik - baik saja, hanya urusan keluarga saja, gitu..." jawab Risti lagi.
__ADS_1
" Terus kapan ia masuk kerja lagi...?" tanya Helen lagi.
" Aku tanya kemarin sih katanya besok sudah mulai masuk kerja lagi. " jawab Risti
" Hah... Syukurlah, kita keteteran banget nih, kerjaan numpuk banget. " kata Helen lagi yang juga di anggukan oleh Risti dan Roni.
Mereka bertiga kembali melanjutkan pekerjaannya, yang harus mencapai target bulan ini, entah apa masalahnya, semua karyawan yang bekerja di perusahaan Devan di tuntut bekerja lebih keras bulan ini.
Sedangkan di ruangan CEO, saat ini Devan sudah berada di ruangannya, ia begitu sibuk bersama asisten pribadi untuk mengatasi masalah yang sedang menimpa perusahaannya, sampai - sampai Brian juga ikut turun tangan untuk membantu masalah sahabat sekaligus adik iparnya itu.
Sampai tengah malam mereka bekerja keras, akhirnya masalah perusahaan yang sedang di tangani Devan dan para sahabatnya bisa di atasi.
Perusahaan AJ grup milik Devan pun sudah kembali normal dan berjalan sebagaimana mestinya, semua berkat kerja keras Devan dan di bantu para sahabatnya itu.
Tidak terasa tepat pukul sebelas malam, Devan pun kembali kerumahnya, ia langsung menuju kamarnya, untuk membersihkan diri dan langsung beristirahat.
Saat masuk kamar, Devan melihat istrinya sedang tidak pulas di atas tempat tidur, ia pun mendekat dan mencium kening istrinya itu.
__ADS_1
" Mimpi indah istriku, muach..." kata Devan pelan sambil mencium kening Sinta yang sudah tidur pulas.
Setelah itu Devan langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah itu ia langsung beristirahat berbaring di sebelah Sinta sambil memeluk istrinya itu.