
Begitu lah makan malam saat mereka berkumpul bersama, setelah makan malam selesai mereka langsung ke kamar masing-masing untuk beristirahat, kecuali Devan dan Atmaja mereka berdua berpamitan untuk mengurus pelaku.
" Sayang, Alden sama mamah ya, papah pergi dulu sebentar " pamit Devan pada keluarga kecilnya.
" Ia mas, beri pelajaran yang setimpal. Karena saya sudah memberi mereka pelajaran tadi hehehe... " kata Sinta yang mengingat apa yang sudah ia lakukan kepada kedua pelaku tadi.
" Iya Pah, jangan pernah melepaskan mereka, beri hukuman yang seberat mungkin biar tidak mengganggu papah dan keluarga kita lagi. " kata Alden.
" Iya sayang - sayangnya papah, ya sudah papah pergi dulu ya assalamualaikum... " pamit Devan.
" Walaikum salam... " sahut Sinta dan Alden bersamaan.
Setelah berpamitan dengan istri dan anaknya, Devan langsung keluar menuju mobilnya, dan di sana sudah ada Atmaja dan Reyhan yang menunggunya.
" Ayo kita berangkat sekarang pah, Rey. " kata Devan yang langsung masuk kedalam mobilnya.
" Siap tuan... " sahut Reyhan, sedangkan Atmaja hanya mengangguk saja mengiyakan.
Mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat bersama menuju tempat para pelaku di sekap dan di eksekusi.
Sesampainya di tempat anak buah Brian berkumpul, atau bisa di sebut basecamp mereka, Devan, Atmaja, dan Reyhan sudah di sambut mereka semua.
" Selamat datang tuan... " kata ketua dari anak buah Brian.
" Hmm... Dimana mereka berdua... ?" sahut Devan sedangkan Atmaja dan Reyhan hanya mengangguk saja.
__ADS_1
" Di ruangan sebelah sana, silahkan tuan. " kata ketua mereka itu.
" Baiklah, antara kami ke sana... " kata Devan lagi.
" Baik tuan, silahkan... " ajak orang itu dan langsung di anggukan oleh Devan, Atmaja dan Reyhan.
Mereka langsung menuju ke ruangan tempat kedua pelaku di sekap.
Cekklek...
Orang itu langsung membukakan pintu, kemudian mereka bertiga langsung masuk kedalam ruangan dan langsung melihat kedua pelaku yang sudah tidak berdaya bekas di hajar oleh Sinta tadi, dan duduk terikat di sebuah kursi.
" Saya sangat tidak menyangka, kamu tega berbuat seperti ini pada keluarga saya, terutama putra ku Devan. SEBENARNYA APA YANG KALIAN INGINKAN HAH... " kata Atmaja dengan begitu marahnya pada pelaku yang tidak lain adalah Kaka kandungnya sendiri.
Sedangkan Devan dan Reyhan masih diam, melihat Atmaja yang begitu marah pada pelaku.
PLAK...
" Ini adalah tamparan karena kau sudah menyakiti keluargaku. " kata Atmaja dengan wajah yang memerah karena saking marahnya.
PLAK...
Tamparan berikutnya dari Atmaja.
" Ini adalah tamparan, karena selama ini kau sudah berusaha dan terus - terusan mengincar dan ingin membunuh putraku. " kata Atmaja lagi.
__ADS_1
" Seperti kau yang tak pernah menganggap saya adik, mulai Sekarang saya juga memutuskan tali persaudaraan kita, dan mulai sekarang kau bukan siapa-siapa saya lagi. " kata Atmaja saking marahnya dan...
PLAK...
Tamparan kembali Atmaja layangkan ke wajah pelaku yang bernama Prasetyo itu. Setelah puas menampar dan mengeluarkan rasa marahnya pada pelaku, Atmaja langsung keluar begitu saja meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Prasetyo yang sudah babak belur karena di hajar Sinta, bertambah tidak berdaya setelah beberapa kali di beri tamparan lagi oleh Atmaja. Sehingga kini kondisinya sudah sangat lemah, jangankan untuk menjawab, membuka matanya saja ia tidak mampu lagi.
" DAN KAU BRE***K, bukankah sudah pernah ku katakan kau akan menyesal karena telah mengganggu ku dan keluarga ku. " kini giliran Devan yang bersuara pada pelaku yang tidak lain adalah sepupunya sendiri yang bernama Riski.
PLAK...
Devan juga memberi tamparan yang cukup keras pada pelaku satunya.
" Ini adalah tamparan, karena dulu kau pernah merebut orang yang ku cintai. " kata Devan setelah menampar Riski, orang yang sudah merebut kekasihnya, sehingga Devan di tinggalkan oleh mantannya yang memilih Riski dan meninggalkan Devan begitu saja.
PLAK...
Tamparan Devan lagi, karena sudah berani menemuinya lagi saat saat Devan dan Sinta berada di supermarket.
" Itu adalah tamparan, karena kau sudah berani - beraninya muncul di hadapanku dan istriku. " kata Devan setelah menampar dan...
PLAK...
Kembali Devan menampar.
__ADS_1
" Itu untuk kau yang sudah berani mencuri data perusahaan ku " kata Devan setelah menampar. Sama seperti halnya Atmaja, saat ini wajah Devan juga memerah karena saking marahnya kepada pelaku.