
Hari ini seperti biasa Sinta kembali di sibukkan dengan pekerjaannya, dan saat ini ai sudah berada dalam mobilnya dan menuju ke tempat kerjanya.
Setelah sampai ia pun langsung masuk ke ruangannya.
" Selamat pagi semua..." sapa Sinta pada teman - teman kerjanya itu.
" Pagi, wah sepertinya pagi ini kamu semangat sekali, sudah muf'on neng....?" tanya Risti
" Ia nh, roman - roman nya sudah tidak sakit hati lagi..." kata Helen juga menimpali.
" Wih hebat, dalam waktu seminggu setelah putus cinta, bisa bangkit kembali, salut aku..." kata Roni juga.
" Hehehe... Kalian bisa aja, buat apa juga terus sakit hati buang waktu aja, lebih baik di ikhlaskan biar hati kita juga tidak sakit lagi." kata Sinta sambil nyengir kuda pada teman-teman nya.
Mereka bertiga pun hanya geleng-geleng kepala, dan juga ikut senang karena teman mereka ini sudah tidak bersedih lagi akibat patah hati.
Mereka ber empat pun memulai pekerjaan mereka dengan semangat pagi, tiba - tiba...
__ADS_1
" Maaf semuanya, mari kita keluar sebentar, hari ini CEO kita yang dari perusahaan pusat akan datang kemari, jadi kita harus bersiap menyambutnya. " kata menejer pemasaran dari tim mereka itu.
" Baik pak Hendro..." jawab mereka ber empat bersamaan.
Pak Hendro pun mengangguk dan keluar lebih dulu, kemudian di susul dengan mereka berempat di belakang.
Semua karyawan yang berbeda di perusahaan AJ grup pun berkumpul di lobi untuk menyambut CEO dari kantor pusat yang sebentar lagi datang.
Sambil menunggu, Sinta dan tiga temannya pun berdiri di antara para karyawan lainnya, dan tak sengaja pandangannya menuju ke arah Gio, mantan kekasihnya yang sudah berpindah tugas ke devisi produksi.
" Hey, ga usah di lihatin, nanti gagal muf' on Lo..." kata Risti
" Iya..." sahut Sinta yang tidak melihat ke arah Gio.
Biar bagaimanapun Sinta berkilah, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau saat ini cintanya terhadap mantannya itu masih ada, tapi karena luka yang di torehkan Gio padanya terlalu dalam, Sinta pun bertekad untuk melupakan nya.
Berbeda dengan Gio, ia benar-benar sudah tidak perduli lagi pada Sinta, karena baginya Sinta hanyalah masa lalunya. Apalagi sekarang ia baru saja menikah dengan orang yang sangat ia cintai, jadi sangat mudah baginya untuk melupakan Sinta, karena sebenarnya selama ini Sinta hanya pelariannya saja sebelum mendapatkan seseorang yang sangat ia cintai dan inginkan.
__ADS_1
(Ckckck... Kasihan sekali ya Sinta, cuma sebagai pelarian saja, setelah dapat langsung di tinggalin gitu saja...)
Tidak lama orang yang semua karyawan tunggu - tunggu pun datang.
Terlihat dua orang pria yang memakai jas berwarna hitam dengan kaca mata yang sangat pas dengan penampilan yang kelihatan keren dan elegan pun turut dari mobil, dan langsung masuk kedalam.
Semua karyawan pun langsung memberi hormat, dan menyapanya.
" Selamat pagi pak..." sapa semua karyawan.
" Pagi..." jawab mereka berdua dan langsung berlalu begitu saja menuju ruangannya.
Tapi sebelum melangkah memasuki lip CEO itu berhenti sebentar dan langsung melihat ke arah Sinta yang berdiri di antara para tim nya, lalu setelah itu langsung memasuki lip dan menuju ke ruangan nya.
Sedangkan Sinta yang di tatap pun hanya menunduk saja, tidak berani melihat ke arah nya. Karena Sinta tidak mengenali CEO itu, padahal sudah beberapa kali mereka bertemu.
Setelah CEO mereka sudah tidak ada di situ, semua karyawan pun kembali ke tempat kerja mereka masing-masing, begitu juga dengan Sinta dan tim nya.
__ADS_1