
Ketika Sinta hendak menuju kamar orang tuanya tiba - tiba...
" Sinta, sudah bangun sayang, gimana tidurnya nyenyak, apa tidak bisa tidur semalaman...?" tanya Sarah pada menantunya itu ketika ia hendak ke dapur.
" Iya mah, Sinta nyenyak ko tidurnya. " jawab Sinta
Sama seperti Brian tadi, Sarah pun juga memperhatikan penampilan Sinta saat ini dari atas sampai bawah.
Merasa di perhatikan sang mertua, Sinta langsung melihat penampilannya kemudian tersadar.
" Hehehehe... Sinta pakai pakaian pak Devan mah, habisnya pakainya Sinta tidak ada semua. " kata Sinta yang mengerti dengan tatapan Sarah.
" Ada - ada saja kamu Sinta... Hehehehe... maaf kami iseng, yu ikut mamah, pakaian mu ada di kamar mamah. " kata Sarah lagi yang merasa bersalah karena telah mengerjai menantunya itu.
" Mamah... " kata Sinta yang berpura-pura kesal.
" Iya sayang, maaf hehehe..." sahut Sarah.
Mereka berdua langsung menuju ke kamar Sarah untuk mengambil pakaian Sinta.
" Ya sudah Sinta balik ke kamar lagi ya mah..." pamit Sinta setelah mengambil semua pakaiannya dalam koper.
__ADS_1
" Ia sayang, jangan lama-lama ya kami tunggu di meja makan. " kata Sarah yang langsung di anggukan oleh Sinta.
Sinta pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, sesampainya di kamar ia langsung masuk saja.
" Aaaaaa...." teriak Sinta, saat kembali melihat pemandangan indah di depan matanya.
" Apa sih Sinta, ga usah teriak - teriak, entar di kirain aku ngapa-ngapain kamu lagi. " kata Devan yang keluar dari kamar mandi seperti kemarin dan bertepatan dengan masuknya Sinta ke dalam kamar.
" Bapak nih kebiasaan deh, kan sudah saya bilang kalau habis mandi itu langsung berpakaian pak, ga malu apa..." kata Sinta sambil menutup matanya dengan tangannya.
" Memangnya kenapa Sinta, saya tidak suka berpakaian di kamar mandi, makanya saya keluar seperti ini, jadi kamu harus terbiasa mulai dari sekarang. Kamu kenapa sih, pakai tutup tangan segala, takut tergoda ya... " kata Devan yang perlahan mendekati pada Sinta.
" Ko kamu tahu saya mendekat, ngintip ya... ga usah ngintip segala, lihat saja langsung... " kata Devan lagi yang memang sudah berada di hadapan Sinta.
" Siapa yang ngintip sih pak... jauhhan dikit pak, saya mau mandi dulu." kata Sinta lagi.
" Duh kenapa sih nih jantung, tenang dong tenang..." kata Sinta dalam hati, karena jantung Sinta saat ini memang berdegup dengan kencang saat Devan mendekat padanya.
" Lewat saja, saya tidak menghalanginya jalan kamu ko. " kata Devan lagi yang tersenyum melihat tingkah Sinta yang sangat malu Sekarang.
Mendengar itu Sinta langsung melesat menuju kamar mandi karena sudah tidak tahan lagi menahan deguppan jantungnya yang sangat kencang karena berdekatan dengan Devan.
__ADS_1
Hahahaha...
Devan tertawa puas, melihat istrinya yang salah tingkah itu. Setelah melihat Sinta yang sudah masuk ke kamar mandi, Devan pun segera berpakaian, karena sekarang ia hanya mengenakan handuk Sepinggan setelah selesai mandi.
Sedangkan di kamar mandi.
" Hah hah hah... Tenang jantung tenang, tu kan lama - lama beneran kena serangan jantung nih. " gumam Sinta yang memulai ritual mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian lengkap, Sinta langsung keluar kamar mandi.
" Bapak tidak ke kantor hari ini...?" tanya Sinta yang sudah duduk di meja hiasnya sambil melihat ke arah Devan yang duduk santai di sofa dekat jendela sambil memegang ponselnya.
" Libur sebentar lah, kan saya baru saja menikah. Kamu sendiri...?" tanya Devan balik.
" Sama pak, istirahat dulu beberapa hari... " jawab Sinta yang langsung di anggukan oleh Devan.
Setelah Sinta selesai merapikan penampilannya.
" Yu pak keluar, yang lain sudah menunggu di meja makan untuk sarapan. " ajak Sinta, yang langsung di anggukan oleh Devan.
Sebelum mereka keluar kamar bersama tiba - tiba...
__ADS_1