Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 36


__ADS_3

" hmm... Maaf GI, seperti yang ku katakan tadi ak... "


PLAK... perkataan Sinta terpotong karena tiba-tiba ada seseorang yang menampar.


" Berani kamu ya mendekati suamiku, ku peringatkan kau jangan pernah lagi mendekati suamiku atau kau tahu sendiri akibatnya. " kata perempuan yang tiba-tiba datang dan langsung menampar Sinta.


Sambil memegang pipinya yang terasa perih karena tamparan perempuan itu, Sinta pun terlihat sangat kesal.


" Hey, jangan menuduh orang sembarang, tanya tu sama suami kamu siapa yang mendekati siapa. " kata Sinta dengan tatapan kesalnya pada perempuan itu.


" Kamu ya, dasar yang namanya mantan semua tidak ada yang benar, awas kamu... " kata perempuan itu tak kalah kesalnya dan langsung ingin menjambak rambut Sinta.


" Sudah hentikan sayang, malu dilihat orang, ia tidak salah akulah yang lebih dulu mengajaknya bicara. Dan aku hanya ingin meminta maaf padanya, itu saja " kata Gio yang langsung merangkul perempuan yang ternyata istrinya itu, hendak menyerang Sinta.


" Tu dengerin, jangan asal tuduh sembarangan. minggir saya mau pulang... " kata Sinta yang sangat malas menghadapi suami istri yang bagi Sinta sangat tidak tahu diri.


Setelah mengatakan itu, Sinta langsung masuk kedalam mobilnya, dan langsung pergi begitu saja dari hadapan Gio dan istrinya.

__ADS_1


" Kamu kenapa sih mas belain dia, aku ini istri kamu, seharusnya kamu belain aku dong... " kata perempuan itu yang kelihatan merajuk.


" Aku tidak belain dia sayang, aku hanya meminta maaf, dan sudah selesai, sekarang tidak ada apa - apa lagi di antara kami. " Kata Gio berkata bohong pada istrinya itu, agar istrinya tidak marah.


" HUH... Alasan. " kata nya lagi, yang sambil melipat tangannya dan membuang mukanya kearah lain.


" Ya sudah, lupakan semuanya yu kita pulang. " ajak Gio yang sangat mengerti kalau istrinya itu sedang merajuk.


Perempuan itu pun berjalan lebih dulu, di susul Gio di belakang, dan mereka berdua pun kemudian langsung pulang.


**


" Kurang ajar banget sih tu perempuan, ga bisa apa mas Gio mencari perempuan yang lebih baik dari itu, menyebalkan... Siapa juga yang mendekati suaminya, suamiku sendiri bahkan sudah lebih segala-galanya darinya. " kata Sinta yang begitu sangat kesal dalam perjalanan pulang.


Karena saking kesalnya Sinta, ia sampai tidak fokus untuk mengemudi mobilnya, dan ketika melihat ke arah depan setelah mengusap pipinya yang perih bekas tamparan tadi tiba-tiba...


BRAAKH...

__ADS_1


***


Di tempat lain juga saat ini Devan sedang marah, wajahnya begitu terlihat sangat kesal, setelah menyaksikan apa yang barusan ia lihat.


" Siapa mereka Rey, berani - beraninya mereka menyakiti Sinta... ?" tanya Devan yang sangat marah saat ini.


" Pria itu bernama Gio, mantan kekasih Sinta yang bekerja di bagian produksi, sedangkan perempuan itu adalah rekan kerja sekaligus istrinya.... " Jawab Rey, sambil menundukkan wajahnya karena takut saat ini Devan terlihat sangat marah.


" Bawa mereka kehadapan saya besok, saya sendiri yang langsung memberi pelajaran pada mereka. Beraninya dia menyakiti istri dari Devan Atmaja. " Kata Devan yang sangat kesal sambil duduk di depan komputernya, melihat cctv yang merekam kejadian Sinta sebelum pulang tadi.


" Kalau begitu saya kembali keruangan tuan permisi. " pamit Reyhan yang begitu sangat takut melihat Devan kesal.


" Hmm... " sahut Devan yang sangat enggan mengeluarkan suara karena masih sangat kesal.


Meskipun Devan adalah sahabat Reyhan, tapi kalau Devan sudah marah, Reyhan pun tidak berani menghadapinya.


Reyhan langsung keluar dan kembali keruangannya.

__ADS_1


Setelah Reyhan keluar, Devan pun kembali ke pekerjaannya yang sangat banyak, ia ingin segera menyelesaikan agar bisa cepat berbulan madu bersama istrinya itu.


Pada saat Devan mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba...


__ADS_2