
" Ada apa lagi ded... ?" tanya Rizki yang begitu sangat pusing di tambah lagi dengan Dedy nya yang kelihatan begitu sangat marah dan sekaligus sangat bingung.
" Kita di serang balik, akun misterius itu mengirimkan pirus - pirus berbahaya ke akun kita, cepat perkuat keamanan... " kata Prasetyo dan begitu sangat terkejut dan sangat khawatir sekarang.
Mereka berdua sekarang yang kalang kabut mendapat serangan pirus mendadak dari akun misterius itu.
***
Di tempat lain Sinta dan teman - temannya, juga semua karyawan serta para tim IT dan yang lainnya begitu sangat lega, masalah mereka sudah teratasi.
" HAH... Syukurlah semua sudah kembali seperti semula dan aman, aku hampir tidak bisa bernafas membalas setiap Serangan pirus yang di kirim secara mendadak tadi... " kata Risti yang begitu sangat lega sambil bersandar di kursinya.
" Benar yank, serasa sedang berperan saja untuk memulihkan semuanya " sahut Roni.
" Bukan serasa lagi, tapi memang sedang berperang kita tadi. Aku sangat penasaran sekali siapa pemilik akun misterius yang sudah membantu kita tadi. " kata Helen
" Kau benar, aku juga sangat penasaran sekali... " sahut Risti yang juga di anggukan Roni.
Sedangkan Sinta hanya diam saja mendengarkan ocehan teman - temannya, sambil melacak pemilik akun yang sangat misterius itu.
" Ko kamu diam saja sih Sin, udah ga usah di lacak, entar juga nongol kembali " kata Helen yang melihat Sinta begitu sangat pokus menatap layar komputer nya untuk melacak akun tersebut.
" Iya, tapi aku sangat penasaran sekali, siapa yang sudah membantu memulihkan semuanya. " sahut Sinta yang sambil mengutak ngatik komputer dengan jari jemarinya.
__ADS_1
" Itu sih aku tidak terlalu penasaran, yang sangat bikin aku kesal siapa orang yang sudah membobol data perusahaan kita sampai - sampai kita semua kalang kabut berhadapan dengannya. " kata Roni yang juga di anggukan Risti dan Helen.
" Entahlah, semuanya sangat misterius... " sahut Sinta yang memang mereka tidak mengetahuinya.
Karena akun misterius itu hanya mengirimkan data situs yang membobol perusahaan kepada Devan saja dan hanya di ketahui oleh Devan, Brian, Bram dan Atmaja saja.
Sedangkan Reyhan dan para tim IT juga tidak mengetahuinya.
Sedangkan Reyhan langsung menuju ke ruangan CEO untuk menemuinya karena tugasnya sudah selesai.
" Permisi tuan... " kata Reyhan dan langsung di anggukan oleh mereka yang ada di dalam.
Mereka pun melanjutkan pembahasan dan membuat rencana untuk membalas serta menindaklanjuti pelakunya.
***
Prasetyo begitu sangat kewalahan menghadapi serangan demi serangan yang menyerang benteng pertahanannya.
" Hahahaha... Rasakan itu, makanya jangan curang, berusaha dan bekerja keras kalau mau sukses, jangan mencuri milik orang lain, bingung sendiri kan kalau milikmu di ambil orang juga, dasar serakah... " kata pemilik akun misterius itu yang begitu sangat puas memberikan pelajaran kepada Prasetyo dan anaknya Rizki.
Setelah itu ia menutup ponselnya yang ia gunakan, lalu beristirahat dengan tenang. Tapi sebelum itu ia sudah memasang beberapa pengaman di akunnya, sehingga tidak ada yang mengetahuinya, bahkan pemilik akun misterius itu memasang beberapa jebakan agar tidak ada seorang pun yang bisa melacak akunnya.
***
__ADS_1
Tidak terasa hari sudah beranjak sore, dan para karyawan yang bekerja di perusahaan Devan sudah pada pulang, begitu juga dengan Atmaja, Bram dan Brian, mereka langsung pulang setelah masalah selesai di atasi.
Begitu juga dengan Sinta dan teman - temannya yang sudah siap untuk pulang, dan sekarang mereka sedang menuju keluar kantor, tapi sebelum keluar Sinta sudah memberitahu Devan untuk pulang bersama.
" Yu pulang mas, saya tunggu di parkiran ya. " pesan yang Sinta kirimkan melalui ponselnya.
" Yu tunggu saya di parkiran ya, saya sedang menuju kesitu sekarang. " balasan pesan dari Devan.
" Oke... " balas Sinta lagi sambil tersenyum sendiri menatap ponselnya.
" Ciieeee... Yang udah punya misua, pasti janjian nih. " kata Risti ketika mereka sudah berada di parkiran.
" Hehehe tahu aja, asiknya pacaran setelah menikah, makanya buruan tu halallin. " sahut Sinta dengan perasaan berbunga - bunga.
" Uuuhhh... Jadi iri deh, malangnya nasibku yang jomblo ini. " kata Helen yang berpura-pura sedih
" hahahaha... " mereka tertawa bersama sambil menemani Sinta menunggu suaminya.
Tidak lama yang di tunggu pun datang, dan langsung menghampiri Sinta.
" Maaf ya sayang, lama ya nunggunya... " kata Devan yang sudah menghampiri Sinta.
" nggak ko baru sa... " kata Sinta terhenti saat tiba-tiba seseorang memanggil suaminya.
__ADS_1