Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 46


__ADS_3

Ketika Sinta sudah hampir sampai di depan ruangannya tiba - tiba...


" Hey Sinta, tunggu " kata orang itu menghentikan langkah Sinta.


" Iya Bu lili, ada apa ya ?" tanya Sinta setelah tahu siapa yang memanggilnya.


" Sama seperti Bu Rita, saya juga mau tahu ada hubungan apa kamu sama pak Devan, kenapa beliau seperti perduli sekali padamu " Kata Bu lili sekertaris Devan di kantor itu.


" Huh... Gini nih, baru aja pak Devan begitu sudah banyak yang sinis, bagaimana kalau mereka tahu yang sebenarnya, huh... bisa gawat. " kata Sinta dalam hati.


" kenapa kamu diam saja, atau jangan-jangan kamu... " tebak Bu lili yang sudah berfikiran macam - macam.


" Eh nggak Bu, ini tidak seperti yang ibu pikirkan " kata Sinta yang sepertinya mengerti arah pikiran Bu lili padanya.


" Oh ya, saya peringatkan kamu, jangan macam-macam dengan pak Devan, karena pak Devan sudah menikah, kalau tidak kamu akan berhadapan langsung dengan saya, jadi jangan coba-coba jadi pelakor ya " kata Bu lili yang memperingatkan Sinta, karena Bu lili hanya tahu kalau Devan sudah menikah, tapi tidak tahu siapa istrinya.


" Iya Bu, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu permisi. " sahut Sinta yang begitu malas meladeninya.


Sinta pun langsung masuk ruangannya, sedangkan Bu lili masih berada di sana.

__ADS_1


" Huh dasar, bibit - bibit pelakor makin merajalela saja sekarang, kalau tidak cepat di atasi lama - lama bisa berkembang biak. " gerutu Bu lili sambil berjalan kembali ke ruangannya.


**


Di dalam ruang CEO saat ini Devan sedang duduk berhadapan dengan kepala HRD yaitu Bu Rita.


" Kamu tahu, kenapa saya memanggilmu kemari secara langsung " kata Devan dengan nada dinginnya.


" Tidak pak, kalau boleh tahu ada apa ya pak ?" sahut Bu Rita yang sudah panas dingin berada dalam ruangan itu.


" Saya mau kamu bersihkan kembali nama Sinta yang sudah tercemar karena tindakanmu yang memecatnya secara tidak hormat itu. " kata Devan dengan nada dinginnya sehingga membuat lawan bicaranya langsung merinding mendengar suara Devan.


" Kamu benar, karena itu hanya untuk karyawan yang lainnya saja, tapi pengecualian untuk Sinta, karena selama sebulan lebih ia tidak masuk kerja, itu karena ia mengalami kecelakaan dan dalam kondisi koma, dan asal kamu tahu... Saya yang setiap saat bersamanya. " kata Devan dengan wajah dinginnya.


" Maksud... Maksud bapak Sinta adalah... " kata Bu Rita yang tidak sanggup melanjutkan perkataannya, karena mulai mengerti dengan ucapan Devan.


" Yap tebakan kamu benar sekali, tapi saya harap kamu tutup mulut, kalau tidak nyawa kamu taruhannya. " kata Devan dengan sangarnya.


Mendengar itu, Bu Rita hampir tidak sanggup menelan ludahnya sendiri, seakan - akan ia sedang tercekik karena mendengar nada ancaman dari Devan.

__ADS_1


" KAU MENGERTI... " kata Devan dengan kerasnya dan membuat Bu Rita langsung ketakutan.


" Me... mengerti pak " sahut Bu Rita yang sudah lemas menahan rasa takutnya.


" Bagus, kalau begitu cepat keluar dari ruangan saya, dan ingat cepat kerjakan apa yang saya perintahkan tadi. " kata Devan lagi yang langsung membelakangi Bu Rita.


" Ii... Iya, kalau begitu saya keluar du... dulu pak permisi... " kata Bu Rita yang langsung keluar dari ruangan Devan.


Devan yang melihat itu pun tertawa sinis, ia sangat puas sekali sudah memberikan pelajaran pada orang yang sudah mencemarkan nama baik istrinya.


Sedangkan Bu Rita, langsung bernafas lega karena sudah keluar dari ruangan CEO itu.


" HUH... Selamat, ya tuhan aku sudah melakukan kesalahan harus cepat ku perbaiki sekarang, kalau tidak, aaaaaa " gumam Rita saat menuju ke ruangannya.


Dan benar saja Bu Rita langsung melakukan tugas yang di perintahkan Devan tadi, entah bagaimana caranya nama Sinta sudah bersih sekarang, tidak ada lagi yang membicarakan serta menjelekkan Sinta.


**


Di ruangan Sinta pun semuanya hening karena sedang sibuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing, belum ada satupun yang membuka suara padahal teman - teman Sinta sedang menahan rasa penasarannya, dan menunggu waktu istirahat baru mengintrogasi Sinta.

__ADS_1


__ADS_2