
Sedangkan Alden yang sudah ikut bersama Atmaja dan Sarah itu merasa tidak enak, ia terus kepikiran orang tua angkatnya itu.
" Kamu kenapa nak, ko diam saja... ?" tanya Sarah yang sedari tadi sudah memperhatikan Alden.
" Alden tidak apa-apa nek, perasaan Alden tidak enak Alden terus kepikiran papah dan mamah saja. " jawab Alden.
Alden terus diam dalam perjalanan ke rumah Atmaja, hingga sebelum sampai rumah, Atmaja memutuskan untuk berjalan - jalan terlebih dahulu.
" Bagaimana kalau kita ke mall dulu jalan - jalan " ajak Atmaja.
" Yu kek, kita jalan - jalan dulu " sahut Sarah yang sangat antusias.
Tapi berbeda dengan Alden ia hanya diam saja, tidak menyahut sama sekali, melihat Alden tidak ada respon membuat Atmaja dan Sarah saling pandang dan bertanya satu sama lain lewat tatapan.
Baru saja mereka bertiga sampai di pusat perbelanjaan, ponsel Atmaja berbunyi.
" Ya hallo, ada apa... ?" tanya Atmaja setelah mengangkat ponselnya, sedangkan Alden dan Sarah juga masih di dalam mobil mendengar Atmaja bicara melalui ponselnya.
__ADS_1
" Begini tuan, maaf kami ke colongan. Mereka sudah menculik tuan Devan dan istrinya. " jawab orang dari sebrang telpon sana.
" Apa... Kenapa bisa begitu, kalian dimana sekarang...?" kata Atmaja yang sangat terkejut mendengarnya.
" Kami sekarang berada di rumah tuan Devan, tuan sebaiknya anda kesini tuan. " katanya lagi.
" Baiklah kami akan segera ke sana sekarang " kata Atmaja dan langsung mematikan ponselnya secara sepihak.
Sarah dan Alden langsung saling pandang, karena merasa heran melihat Atmaja yang kelihatan sangat terkejut.
Dengan segera Atmaja memutar mobilnya dan kembali kerumah Devan.
" Kita kembali ke rumah Devan dan Sinta mah. " Jawab Atmaja.
" Memangnya apa yang sudah terjadi kek?" tanya Alden yang juga heran melihat kakek angkatnya kelihatan sangat bingung dan khawatir.
" Devan dan Sinta di culik mah, sekarang anak buah papah sudah berada di rumah mereka, kita berkumpul di sana sekarang. " jawab Atmaja yang langsung mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Alden yang mendengar begitu sangat terkejut, tak terkecuali Sarah, setelah mendengar itu Sarah ia langsung lemas karena begitu mengkhawatirkan anak dan menantunya .
Tidak butuh waktu lama karena Atmaja mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, sesampainya di sana sudah ada banyak pengawal yang berada di depan rumah Sinta dan Devan.
Sedangkan Bram, Laras dan Brian juga baru sampai berbarengan dengan tibanya Atmaja.
Mereka semua langsung masuk kedalam dengan raut wajah yang begitu sangat khawatir.
Memangnya apa yang sudah terjadi... ?" tanya Brian pada anak buahnya yang bertugas di situ.
Sedangkan para orang tua dan Alden hanya mendengarkan cerita dari pengawal itu.
" Begini tuan, tadi saat anak buah saya mengikuti mobil tuan Devan dari belakang, tiba - tiba mobil tuan muda melaju dengan sangat kencang sehingga anak buah saya kehilangan jejaknya. Setelah kehilangan jejak, tidak lama setelah itu anak buah saya sudah menemukan mobil tuan muda berada di pinggir jalan dalam keadaan kosong, jadi ada kemungkinan sekarang tuan Devan dan nyonya Sinta di culik tuan. " jawab ketua pengawalnya itu.
" Apa, apa kalian tidak salah, apa kalian sudah menyelidikinya... ?" tanya Atmaja
" Sudah tuan besar, mobil tuan muda kosong dan berada di pinggir jalan, bahkan dompet serta ponsel mereka berdua masih berada di dalam mobil yang kosong itu. Ini tuan besar, dompet dan ponsel tuan muda dan nyonya Sinta" jawab pengawal itu, sambil menyerahkan dompet dan ponsel yang tertinggal itu.
__ADS_1
Brian, Atmaja, dan Bram langsung memeriksa. Dan benar saja itu adalah dompet dan ponsel Devan dan Sinta.
Bertambah bingung dan khawatir lah mereka semua, begitu juga dengan Alden ia langsung menuju ke kamarnya,