Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 52


__ADS_3

Sesampainya di ruangan kerjanya, Sinta masih saja tersenyum, membuat ketiga temannya kembali heran, dan saling tatap satu sama lain melihat Sinta yang baru datang itu.


" Hay semua, yu lanjut kerja lagi... " kata Sinta dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.


" shut shut.. " isyarat Risti sambil menggerakkan alisnya menatap Helen dan Roni dan menuju ke arah Sinta.


Helen dan Roni hanya geleng-geleng kepala membalas isyarat dari Risti itu.


Ingin sekali ketiga teman Sinta itu menanyakan penyebab Sinta tersenyum sendiri, mereka begitu sangat penasaran padahal sebelum pergi ke ruangan CEO Sinta terlihat begitu sangat bingung, tapi sekarang setelah kembali Sinta terlihat begitu bahagia seperti orang yang sedang berbunga-bunga.


Karena melihat Sinta sudah kembali bekerja, mereka juga tidak enak untuk mengganggunya, jadi mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


" Bagaimana tadi sin, sudah kelar salah pahamnya...?" tanya Risti di sela - sela pekerjaannya karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa penasarannya.


" Alhamdulillah sudah selesai hehehe... " jawab Sinta sambil tersenyum di sela pekerjaannya Juga.


" Apakah sudah terjadi peperangan dulu neng, baru kelar... ?" tapi Roni yang juga ikut bertanya di sela pekerjaannya.


" Bukan peperangan bang, tapi hampir mati rasanya sebelum kelar " jawab Sinta yang hanya mengatakan perasaannya saat itu saja.

__ADS_1


" Terus kenapa kamu bisa tersenyum bahagia begitu kelihatannya, apa benar - benar sudah beres masalah salah pahamnya...?" tanya Helen.


" Mm... Ya begitulah, apa sih yang tidak bisa oleh seorang Sinta gitu lo hehehe... '' jawab Sinta dengan pedenya. Membuat ketiga temannya memutar bola matanya malas melihat ke narsisan teman mereka yang satu ini.


" Terus masalah Alden bagaimana... " tanya Helen lagi yang kembali mengingat masalah anak kecil itu.


" Oh iya, aku lupa memikirkannya, bagaimana dong... " kata Sinta yang baru saja ingat dengan masalah itu.


" Nah kan, bukannya kamu sudah janji untuk menemui anak itu lagi, bukankah Al sangat mengharapkan mu Sin..." kata Risti juga menambahkan.


'' Hah... Aduh bagaimana ini, apakah aku harus bilang sama mas Devan, bukannya memberi saran bisa - bisa ia kembali marah... Gimana dong ini aaaaa.... " jeritan Sinta dalam hati sambil memegang kepalanya yang kembali pusing karena masalahnya masih belum kelar.


" Ah... Bagaimana kalau setelah pulang kerja nanti kita berempat langsung meluncur ke panti asuhan itu, seperti yang dikatakan Helen tadi pada Bu Ningrum dan Alden. " kata Roni memberikan saran pada temannya yang banyak sekali di terpa masalah hari ini.


Helen, Risti dan Sinta langsung saling tatap satu sama lain, sambil memikirkan saran dari teman pria satu - satunya mereka ini.


" Oke siap ... " kata Risti dan juga Helen.


Sedangkan Sinta langsung terharu, ia begitu bahagia memiliki teman kerja sekaligus sahabatnya itu yang selalu ada saat suka maupun duka.

__ADS_1


" Terimakasih my best friend, makasih sarannya Abang ganteng... " kata Sinta yang langsung memeluk Sinta dan Risti, dan juga me noel pipi Roni setelah mengatakan itu.


" Sama - sama... " sahut Risti dan Helen.


Sedangkan Roni hanya membalas dengan senyuman dan mereka semua kembali bekerja dengan sangat serius.


**


Sedangkan di ruangan Devan, ia begitu sangat marah karena bukan Sinta yang membawakan kopi untuknya, tapi malah sekertaris nya, dan lebih marahnya lagi Bu lili masuk ke ruangannya itu, karena selama ini selain asistennya tidak ada yang boleh masuk ke ruangan CEO milik Devan tanpa di suruh olehnya langsung.


πŸ₯° Hai teman-teman πŸ₯°


πŸ™ Maaf ya teman-teman, kemarin - kemarin author up nya hanya dua bab sehari, soalnya author masih sibuk banget di dunia nyata.


Mudah - mudahan besok author bisa up episode lebih banyak lagi.


πŸ€—πŸ™ Terimakasih sudah selalu setia membaca cerita author ini, dan terimakasih juga sudah tinggalkan jejak setelah membaca cerita ini, semoga terhibur.πŸ€—


πŸ’–πŸ₯°Selamat membaca...πŸ₯°πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2