Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 67


__ADS_3

Tanpa terduga tiba - tiba...


Buk buk buk... Beberapa pengawal bayangan pun muncul untuk melawan para preman itu, perkelahian mereka pun sangat sengit dan saling serang satu sama lain.


Sedangkan Devan dan Sinta hanya melihat saja perkelahian antar preman melawan pengawal bayangan mereka.


" Ayo Sinta kita pergi dari sini, biarkan saja mereka yang mengurusnya. " kata Devan mengajak istrinya pergi dari situ.


" Iya, kita langsung pulang saja. " sahut Sinta yang langsung di anggukan Devan.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil mereka dan langsung meninggalkan tempat itu, sedangkan para pengawal bayangan tadi masih menghadapi para preman itu.


Tidak lama ke empat preman itu pun tumbang, karena jumlah mereka yang lebih sedikit, melawan pengawal bayangan Devan yang berjumlah sepuluh orang itu, tidak butuh waktu lama, semua preman itu sudah kalah dan tidak berdaya lagi.


Mereka semua langsung mengikat para preman itu dan membawanya ke markas mereka, sesuai perintah Brian, karena Brian lah yang sudah menyuruh mereka mengawal Devan dan Sinta.


Di dalam perjalanan, Devan dan Sinta sama - sama saling diam, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Tidak terasa mereka sudah tiba di rumah.


" Assalamualaikum... " salam Devan dan Sinta bersamaan setelah masuk kedalam rumah mereka.

__ADS_1


" Walaikum salam... " jawab Alden yang sedang nonton TV sambil bermain ponsel di ruang tamu di temani bibi.


" Papah, mamah kalian sudah pulang. " kata Alden yang langsung berlari menuju ke arah orang tua angkatnya itu.


" Iya sayang, Alden pintar kan di rumah, tidak nakal kan... " kata Sinta yang langsung menggendong Alden kecil.


Sedangkan Devan hanya tersenyum sambil mengelus putranya itu.


" Iya mah, Alden pintar ko, tanya aja bibi, ya kan bi... " kata Alden sambil melihat ke arah bibi, dan langsung di anggukan oleh bibi sambil tersenyum.


" Pintar anak mamah... " kata Sinta sambil tersenyum ke arah putranya itu.


" Iya pah mah... " sahut Alden yang langsung turun dari gendongan Sinta dan langsung menuju ke kamarnya untuk bersiap menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah Alden masuk ke kamarnya bersama bibi, Devan dan Sinta juga langsung masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri, dan bersiap untuk menunaikan kewajiban mereka juga sebagai seorang muslim.


Setelah menunaikan ibadah, mereka bertiga langsung menuju ke meja makan untuk makan malam bersama.


Saat sedang asik makan, tiba - tiba bel rumah mereka berbunyi, dan bibi langsung membukakan pintu.


" Assalamualaikum... " salam beberapa orang itu.

__ADS_1


" Walaikum salam, eh tuan dan nyonya besar, mari silahkan masuk... " kata bibi yang sangat terkejut melihat kedua orang tua majikannya datang berkunjung.


" Terimakasih bi, Devan dan Sinta ada...?" tanya Sarah, yang juga di anggukan mereka.


" Ada nyonya besar, kebetulan mereka lagi makan malam, ayo silahkan masuk. " jawab bibi.


Atmaja, Sarah, Bram, Laras, Brian, dan kekasihnya langsung masuk dan langsung menuju meja makan untuk menghampiri mereka sekaligus untuk makan malam bersama.


" Assalamualaikum..." salam mereka ber enam.


" Walaikum salam, eh papah mamah bang dan... " sahut Sinta dan Devan bersamaan, dan langsung bingung melihat orang baru bersama Abangnya itu.


" Kenalkan ini Naina calon istri Abang... " sahut Brian memperkenalkan kekasihnya pada Devan dan Sinta.


Sedangkan Naina tersenyum setelah di perkenalkan.


" Oh, hai ka Naina. " kata Sinta sedangkan Devan hanya biasa saja bersikap datar.


" Ayo semua, makan malam bersama silahkan... " kata Sinta yang langsung di anggukan mereka semua.


Tapi sebelum duduk pandangan mereka berenam tertuju pada anak kecil yang duduk di tengah - tengah Sinta dan Devan.

__ADS_1


__ADS_2