
Pada saat Devan mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba...
" Permisi tuan, hah hah hah... " kata Reyhan yang langsung masuk tiba-tiba kedalam ruangan Devan.
" Ada apa Rey, tidak bisakah kau ketuk pintu dulu, mengganggu saja... " kata Devan yang kembali ke pekerjaannya setelah melihat Reyhan sekilas.
" Gawat tuan... " kata Reyhan lagi yang sangat bingung bagaimana harus menjelaskannya.
" Ada apa Rey, cepat katakan... " Tanya Devan dengan sangat kesal karena telah di ganggu.
" Begini tuan, barusan Brian menghubungi saya, kalau saat ini Nyonya Sinta sedang berada di rumah sakit. " kata Reyhan
" Apa... dirumah sakit, memangnya apa yang sudah terjadi... " tanya Devan yang begitu terkejut mendengar kabar itu.
" Nyonya Sinta, mengalami kecelakaan tuan dan sekarang sudah di larikan ke rumah sakit xx. " Jawab Reyhan.
Mendengar itu seketika Devan langsung bangkit dari duduknya, dan langsung pergi begitu saja dengan terburu-buru.
Reyhan yang melihat itu pun langsung menyusul Devan dari belakang, mereka berdua langsung meninggalkan kantor dan menuju rumah sakit tempat Sinta di tangani.
Di rumah sakit, saat ini Brian, Bram, dan Laras sedang menunggu dokter memeriksa Sinta, sedang orang tua Devan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit juga karena telah di kabari Brian.
Mereka menunggu di depan ruangan UGD dengan perasaan yang sangat cemas karena sangat khawatir dengan keadaan Sinta.
__ADS_1
Tidak lama Devan dan Reyhan tiba di sana.
" Bagaimana keadaan istri saya pah, mah, bang... ?" tanya Devan yang tidak kalah khawatirnya dengan keadaan istrinya itu.
" Belum tahu Dev, kita masih menunggu dokter memeriksanya... " Jawab Brian yang juga di anggukan oleh kedua orang tuanya.
" HAH... ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa pada istriku. " kata Devan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu duduk di kursi tunggu.
" Sabar Dev, semuanya pasti akan baik - baik saja... " kata Reyhan yang juga ikut duduk di sebelah Devan untuk menenangkannya.
Tidak lama Atmaja dan Sarah pun sampai di rumah sakit dan langsung menemui mereka yang masih ada di depan ruangan.
" Ya Tuhan... apa yang sudah terjadi Dev, kenapa menantu mamah bisa kecelakaan... ?" tanya Sarah yang baru saja sampai karena saking khawatirnya.
" Sabar nak, percayalah semua akan baik-baik saja. " kata Atmaja menenangkan putranya itu.
Mereka semua pun menunggu dengan keadaan cemas dan sangat khawatir.
" Bagaimana ceritanya Brian, Sinta bisa jadi seperti ini... ?" tanya Atmaja yang juga di anggukan oleh mereka yang menunggu di situ.
" Brian awalnya juga tidak tahu kenapa, saat Brian sedang mengerjakan pekerjaan tiba - tiba... " Brian pun menceritakan awal ia mengetahui adiknya kecelakaan.
( plash back on )
__ADS_1
Saat Brian sedang sibuk menandatangani beberapa berkas di ruangannya tiba - tiba, ponselnya pun berdering mengganggu konsentrasinya, mau tidak mau Brian pun mengangkat telponnya yang tertera nama Sinta di sana.
" Halo iya dek, ada apa... ?" tanya Brian setelah mengangkat telponnya.
" To... to... tolong sin... tolong Sinta bang. " Jawab dari sebrang telpon sana setelah itu telpon pun terputus begitu saja.
" Dek kamu kenapa, halo dek, dek halo " panggil Brian melalui telpon tapi telpon itu sudah terputus begitu saja.
Seketika Brian langsung panik setelah di hubungi oleh Sinta sekilas tadi.
" Rudi... ikut saya sekarang... " kata Brian yang langsung pergi mengajak asisten pribadi nya itu.
" Ada apa tuan, apa sudah terjadi sesuatu... ?" tanya Rudi sambil mengikuti Brian yang sangat buru - buru...
" Cepat lacak melalui JPS dimana posisi adikku sekarang " perintah Brian yang langsung memberikan ponselnya pada Rudi.
" Baik tuan " kata Rudi yang langsung mengambil ponsel Brian dan langsung melacak posisi Sinta melalui JPS ponselnya yang masih aktif sambil berjalan keluar kantor menuju mobil.
" Ketemu... " kata Rudi saat mereka sudah sampai di depan mobil.
" Bagus, sekarang juga kita ke sana. " ajak Brian
" Tapi... " kata Rudi yang menghentikan Brian saat hendak masuk mobilnya.
__ADS_1