Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
Part 70


__ADS_3

Melihat Alden yang langsung berlari ke kamarnya, Brian, Bram, Atmaja serta Sarah dan Laras mengerti, mungkin Alden merasa sangat sedih mendengar kabar orang tua angkatnya di culik.


" Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan... " tanya Atmaja.


" Polisi sudah menyelidikinya Om, kita tunggu saja. " jawab Brian yang juga begitu sangat bingung Sekarang.


" Dimana mereka sekarang pah...?" kata Laras yang begitu sangat mengkhawatirkan anak dan menantunya yang hilang itu.


" Sabar mah, polisi dan anak buah kita sedang berusaha mencari keberadaan mereka berdua. " kata Bram sambil menenangkan istrinya itu.


Bram,Laras, Brian, Atmaja, dan Sarah masih berada di ruang tamu menunggu kabar dari polisi dan anak buah mereka.


Sedangkan di dalam kamar, Alden langsung mengambil ponselnya dan langsung mengetik sesuatu.


" Dapat... " kata Alden kecil dan langsung berlari keluar.


Melihat Alden yang kembali keluar membuat mereka berlima sangat terkejut.

__ADS_1


" Ada apa nak... " tanya Bram, yang melihat Alden kelihatan seperti terburu-buru.


Mereka semua langsung melihat ke arah Alden.


" Ayo kita pergi sekarang Om, kek. Aku sudah menemukan keberadaan papah dan mamah. " Jawab Alden dan langsung membuat mereka semua sangat terkejut.


" Apa maksudmu nak...?" tanya Brian.


" Nanti Alden jelaskan di jalan, ayo kita berangkat sekarang. " ajak Alden dan langsung keluar terlebih dahulu.


Melihat Alden yang sudah keluar, membuat Brian bingung harus bagaimana, Ia dan yang lainnya tidak percaya kalau Alden benar - benar menemukan lokasi keberadaan Sinta dan Devan.


" Benar, pasti ia merasakan juga seperti apa yang kita rasakan. " kata Atmaja yang juga di anggukan Sarah.


" Ia pah, om. Kalau begitu Brian keluar dulu menyusul Alden, kalau ada kabar langsung beritahu Brian. " kata Brian yang langsung di anggukan oleh para orang tua.


Setelah mengatakan itu Brian langsung keluar menyusul Alden, ia mengira Alden hanya sedih, sehingga ingin mencari orang tuanya saja, tapi siapa sangka Alden sekarang sudah berada di depan mobil untuk bersiap pergi.

__ADS_1


" Alden, kamu mau kemana... Om tahu kamu sedih sama Om dan yang lainnya juga sedih, kita sabar dan berdoa saja ya nak, semoga kedua orang tuamu cepat di temukan " kata Brian yang mengira Alden sangat sedih, sehingga menenangkannya sekarang.


" Om... Alden benar sudah menemukan keberadaan papah dan mamah, kalau om tidak percaya lihat ini, Ini adalah lokasi JPS yang Alden pasang, di jam tangan papah dan mamah. " kata Alden yang menunjukkan pencariannya lewat ponsel miliknya.


" Benarkan... " kata Brian yang langsung melihat ponsel milik Alden dan benar saja apa yang di katakan anak kecil itu.


Meskipun Brian sangat terkejut, tapi ia juga sudah percaya sekarang.


" Ayo semua, kita berangkat ke lokasinya sekarang. " ajak Brian pada semua anak buahnya.


" Alden ikut Om " kata Alden


" Tentu saja, kau penunjuk jalan jagoan. " kata Brian yang langsung membuka mobilnya, Alden mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil bersama Brian dan semua anak buahnya yang berjumlah sebanyak lima puluh orang itu.


Dengan menggunakan sebanyak lima mobil, dan mobil Brian yang berada di depan sebagai penunjuk jalan mereka berangkat menuju lokasi keberadaan Devan dan Sinta di culik.


" Kenapa kau bisa menaruh JPS di benda mereka berdua nak, apa jangan-jangan..." kata Brian terhenti karena langsung di potong Alden.

__ADS_1


" Nanti saja bahasanya Om, yang terpenting sekarang menyelamatkan kedua orang tuaku. " kata Alden dengan sangat tegasnya.


Mendengar itu Brian langsung terdiam, berbagai macam pemikiran bermunculan di kepalanya, sambil menatap Alden dengan aura yang sangat berbeda tidak seperti kebanyakan anak lainnya.


__ADS_2