Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )

Di Jodohkan ( Devan Dan Sinta )
part 26


__ADS_3

Saat di perjalanan menuju rumah baru mereka, tiba - tiba.


" AWAS..." teriak Sinta, seketika Devan me rem mobil nya.


Chiiittthh...


Hampir saja mobil Devan menabrak seseorang yang menyebrang jalan dengan mendadak, untung Devan sempat menghentikan mobilnya.


Orang itu berteriak dan langsung terduduk di depan mobil Devan.


Devan dan Sinta langsung keluar dari mobil mereka untuk melihat keadaan orang itu.


" Anda tidak apa-apa... ?" tanya Sinta dan Devan bersamaan karena begitu khawatir.


" Sa..., saya tidak apa-apa..." jawab orang itu.


Karena orang itu adalah perempuan, Sinta langsung membantunya untuk berdiri dan membawanya ke pinggir jalan, sedangkan Devan hanya melihatnya saja, karena Devan sangat tidak suka berdekatan dengan orang lain apalagi itu perempuan.


" Syukurlah anda tidak apa-apa, lain kali hati-hati Mba, jangan menyebrang sembarangan, bahaya..." kata Sinta sambil membopong perempuan itu ke tepi jalan.


Sedangkan Devan hanya diam saja di sebelah mobilnya, setelah melihat perempuan itu.


" Ayo Sinta kita pergi, dia sudah tidak apa-apa. " ajak Devan yang sudah membuka mobilnya.

__ADS_1


Sinta pun mengangguk, dan langsung berpamitan serta meminta maaf kepada perempuan itu atas kejadian tidak terduga ini.


" Mbak sudah tidak apa-apa kan, maafin kami ya kalau begitu kami pergi dulu, lain kali hati-hati ya mbak. Permisi... " kata Sinta yang langsung di anggukan orang itu sambil tersenyum pada Sinta.


Setelah berpamitan pada orang itu Sinta langsung masuk kedalam mobil Devan, dan Devan pun menjalankan mobilnya kembali.


" Kamu masih marah padaku Dev, sampai kamu enggan saat bertemu denganku. " kata perempuan itu sambil melihat kepergian mobil Devan dan Sinta.


Sedangkan Devan sendiri hanya bersikap biasa, dan tidak ada percakapan sepanjang perjalanan mereka.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah yang sudah di siapkan Devan untuk masa depannya dengan istrinya.


" Kita sudah sampai, ayo turun. " ajak Devan


" Iya mas... " sahut Sinta


" Kamu suka rumahnya... " tanya Devan pada istrinya itu.


" Mm, suka... Rumahnya bagus sekali. " jawab Sinta yang memang sangat menyukai rumah itu.


" Tapi rumahnya besar banget, huh... cape nih bersihinnya..." gumam Sinta lagi sambil membayangkan membersihkan rumah itu nanti.


" Kamu tidak perlu khawatir, saya menikah dengan mu bukan untuk menjadikan mu pembantu di rumah, tapi untuk mendampingi saya menata masa depan mmmhhh..." kata Devan yang mendengar gumaman istrinya itu

__ADS_1


Mendengar itu Sinta langsung terdiam dan terpaku, dengan ucapan Devan barusan. Sinta langsung menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merah merona seperti kepiting rebus saat ini.


melihat Sinta seperti itu Devan semakin gemas pada istrinya itu.


" Ya sudah, yu masuk... " ajak Devan yang langsung di anggukan oleh Sinta.


Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah itu, dan langsung di sambut oleh beberapa maid yang bekerja di sana.


" Selamat datang, tuan Nyonya..." kata semua maid yang berjumlah sepuluh orang itu, termasuk kepala pelayan yang berdiri paling depan untuk menyambut majikan mereka yang baru datang.


" Hmm... " sahut Devan yang kembali dengan mode dinginnya.


" Terimakasih semua... " sahut Sinta pada semua yang bekerja itu.


" Kembali lagi nih sifat dinginnya..." kata Sinta dalam hati yang mendengar Devan hanya mendehem saja.


" Perkenalkan nyonya, saya bi Sumi, kepala pelayan di sini " kata kepala pelayan yang memperkenalkan diri terlebih dahulu.


" Iya Bi, salam kenal... " sahut Sinta juga


Semua maid mengangguk, dan di balas senyuman oleh Sinta, sedangkan Devan hanya bersikap datar dan dingin seperti biasanya terhadap orang lain, termasuk kepada para sahabatnya. Hanya kepada Sinta saja Devan bisa tersenyum dan bersikap hangat.


Setelah itu mereka berdua langsung menuju kamar utama, kamar mereka berdua untuk beristirahat.

__ADS_1


Sedangkan barang - barang Sinta langsung di bawakan oleh para maid ke kamar mereka.


Saat mereka berdua sudah berada di kamar tiba-tiba...


__ADS_2